Assalamu'alaikum.... ^_^ Dysania, Penyakit Akibat Malas Bangun Tidur

Dysania, Penyakit Akibat Malas Bangun Tidur

Dysania, Penyakit Akibat Malas Bangun Tidur
Dysania, Penyakit Akibat Malas Bangun Tidur

Sudah menjadi rahasia umum yang tidak diherankan lagi kalau pagi (subuh) adalah waktu ternikmat untuk tidur. Meski alarm sudah meraung-raung tak henti, mata masih enggan terbuka. Rasanya sangat berat. Ada seorang kawan bercerita (dalam islam), saat itu (subuh) memang iblis/setan sengaja menyelimuti anak manusia untuk larut dalam kenikmatan tidur hingga terlalaikan dalam ibadah. Padahal saat itu pula, malaikat pembawa rizki sedang membagikan rizki kepada anak-anak manusia yang sedang terbangun.

Biasanya akan ada banyak mimpi-mimpi indah yang menambah kenikmatan tidur tersebut. Katanya, selimut itu  sengaja diturunkan setan dari langit, selimut terbaik yang lembut dan hangat, jadi tak heran kita tidur dengan teramat nikmat pada waktu itu. Alangkah disayangkan bila tak bisa melawan kondisi itu.

Terlepas dari itu, ada istilah tersendiri yang dikaitkan dengan sulitnya bangun tidur dipagi hari di dunia medis, yaitu Dysania. Mereka yang menderita dysania sulit meninggalkan tempat tidur di pagi hari, dan hal tersebut lebih dari sekedar rasa kantuk.

Bahkan, dysania juga bisa menyerang kita meski telah tidur berjam-jam lebih lama dari yang direkomendasikan. Dysania memang belum diakui sebagai kondisi formal, tetapi itu adalah istilah yang masih digunakan oleh profesional medis.

Mereka yang menderita dysania biasanya memiliki kondisi kesehatan mental yang serius, seperti depresi. Dr Mark Salter dari Royal College of Psychiatrists menyebut gejala ini seringkali terlihat pada penderita gangguan depresi akut.

Banyak orang tak bisa membedakan antara dysania dan kelelahan biasa, karena keduanya sama-sama menimbulkan kelelahan dan letih saat tiba waktunya bangun di pagi hari. Padahal, ada perbedaan besar di antara keduanya.

Selain merasa lelah, penderita dysania akan merasa frustasi, juga sulit untuk meninggalkan tempat tidur. Penderita dysania juga akan merasa stres, gelisah, kewalahan atau bahkan lemah oleh pikiran.

Tidak ada pengobatan atau perawatan untuk mengatasi dysania ini. Namun, ada beberapa langkah kecil yang bisa kita ambil untuk mengurangi gejalanya. Untuk mengatasinya, kita bisa menggunakan aplikasi siklus tidur, tidur lebih awal dari biasanya, atau bahkan menggunakan alarm yang berbeda untuk dapat membantu kita bangun dari tempat tidur.

Sumber : TRIBUNJOGJA.COM
Admin
Seorang sarjana salah jurusan, penggemar Naruto, hobi membaca komik, nonton Drakor dan Menulis Puisi, Cerpen dan Novel. Pencinta alam dan penggemar Edelweis.

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool