Assalamu'alaikum.... ^_^ Penyakit Ringan Tak Perlu Antibiotik

Penyakit Ringan Tak Perlu Antibiotik

Penyakit Ringan Tak Perlu Antibiotik
Penyakit Ringan Tak Perlu Antibiotik

Ketika tubuh terkena penyakit yang disebabkan infeksi bakteri, biasanya dokter memberikan obat antibiotik untuk menyembuhkannya. Padahal, hal ini kurang tepat, tidak semua penyakit akibat infeksi bakteri perlu antibiotik. Pada kasus-kasus penyakit ringan seperti batuk dan pilek, sama sekali tidak membutuhkan antibiotik.

Contohnya adalah batuk pilek yang hampir pasti mendapat antibiotik. Padahal batuk pilek itu bukan penyakit, itu cara tubuh melindungi paru-paru dari lendir. Tapi kalau ga dihilangkan itu lendirnya malah numpuk nanti akhirnya justru harus diuap.

Di dalam tubuh kita, ada sekitar 100 triliun bakteri yang meliputi bakteri jahat dan bakteri baik. Jika kita terus mengonsumsi antibiotik ketika sakit, maka bakteri akan "beradaptasi" dengan obat tersebut sehingga justru akan membahayakan tubuh.

Pada dasarnya bakteri menyimpan gen resistensi yang membuat mereka bertahan hidup dan kebal setelah pengobatan antibiotik dilakukan berulang-ulang. Dan antibiotik itu tidak berkembang, belum ada perkembangan tentang antibiotik yg baru. Antibiotik itu terbatas, sejak tahun 2000 tidak ada perkembangan antibiotik baru di dunia. Karena biayanya mahal, tapi mudah terjadi resistensi pada bakterinya.

Pada kasus yang lain, infeksi karena luka operasi tertentu juga tidak bisa diobati oleh antibiotik dan justru bisa memperparah luka bila memberikan antibiotik. Ada operasi biasa, (misalnya) operasi angkat kandungan kemudian terjadi infeksi luka operasi. Pada kasus ini antibiotik tidak bisa mematikan bakteri karena (bakteri) sudah resisten dan bahkan kalau dikasih antibiotik malah memperparah luka. Sebaiknya menggunakan apa? Kita perbaiki makannya, telur sehari enam, daging, makan kaya protein, kita isolasi, kita tumbuhkan bakteri baiknya. Akhirnya lukanya mulai mengecil.

Oleh karena itu, pentingnya diagnosis terhadap pemetaan penyakit yang disebabkan oleh bakteri pada pasien. Di zaman sekarang dokter kalau diagnosis itu penting. Pasien juga harus minta untuk didiagnosis. Harus tau apa penyebab infeksi, apakah bakteri, virus, atau jamur. Lalu sakitnya itu apakah disebabkan oleh bakteri atau virus? Lalu disamakan apakah jenis bakteri dan antibiotik sesuai. Itu pun belum tentu sembuh. Durasi antibiotik juga enggak boleh lama-lama.

Banyak dokter yang hanya terfokus pada penyembuhan gejalanya saja, tidak masuk kepada tahap diagnosis. Misalnya kalau flu kita dapat antibiotik, sedangkan flu itu disebabkan oleh virus, ya enggak cocok. Justru antibiotik akan membunuh bakteri tersebut.

Isu mengenai bakteri bukan menjadi isu sempit yang dikhawatirkan hanya terjadi di Indonesia. Bakteri jahat telah menjadi ancaman kematian di seluruh dunia. Jika hal ini tidak ditindaklanjuti, akan terjadi 10 juta kematian per tahun akibat bakteri jahat di seluruh dunia, dan Asia akan menyumbang 4,7 jiwa juta per tahun di antaranya.

Sumber : sains.kompas.com
Admin
Seorang sarjana salah jurusan, penggemar Naruto, hobi membaca komik, nonton Drakor dan Menulis Puisi, Cerpen dan Novel. Pencinta alam dan penggemar Edelweis.

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool