Assalamu'alaikum.... ^_^ Apa Itu Silabus? Pengembangan Silabus

Apa Itu Silabus? Pengembangan Silabus

Apa Itu Silabus? Pengembangan Silabus
Apa Itu Silabus? Pengembangan Silabus


A. Pengertian Silabus

Silabus adalah bagian dari perencanaan pembelajaran pada suatu kelompok kompetensi atau mata pelajaran sebagai acuan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan pelaksanaan pembelajaran. Silabus memuat rumusan kompetensi Bidang Keahlian masing-masing mata pelajaran yang mencakup kompetensi inti, kompetensi dasar, Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK), materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan acuan penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap bahan kajian mata pelajaran.

B. Prinsip-prinsip Pengembangan Silabus

1. Ilmiah

Keseluruhan materi dan kegiatan pebelajaran yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.

2. Relevan

Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus masing-masing mata pelajaran sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, spiritual peserta didik, dan level 2 dan 3 KKNI.

3. Sistematis

Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam pencapaian kompetensi inti sikap spiritual (KI-1), sikap sosial (KI-2), pengetahuan (KI-3), dan ketrampilan (KI-4). (Lihat Tabel 1, Tabel 2, Tabel 3, Tabel 4, Tabel 5 di atas).

4. Konsisten

Adanya hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian.

5. Memadai

Cakupan IPK, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian memadai untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar dan KI.

6. Aktual dan kontekstual

Cakupan IPK, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi di dunia kerja.

7. Fleksibel

Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi variasi peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.

8. Menyeluruh

Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi dimensi sikap spiritual, sosial, pengetahuan, dan ketrampilan (kognitif, afektif, dan psikomotor).

C. Langkah-langkah Pengembangan Silabus

Komponen-komponen pengembangan silabus mencakup unsur-unsur di bawah ini (sistem penomoran yang ada bukan merupakan urutan sedangkan urutan pengembangan silabus disajikan pada diagram alir di atas).

Pengembangan Silabus dilakukan melalui dua langkah yaitu: (1) pengkajian profil lulusan, SKL, KKNI, dan Kompetensi Inti; (2) penyusunan silabus.

Penyusunan silabus dilakukan melalui tahapan-tahapan:

1. Mengkaji kompetensi inti dan kompetensi dasar

Mengkaji kompetensi inti dan kompetensi dasar mata pelajaran sebagaimana tercantum pada Keputusan Dirjen Dikdasmen Nomor ........... tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran SMK/MAK sesuai Kompetnsi Keahlian dengan memperhatikan hal-hal berikut.
  • urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi, tidak selalu harus sesuai dengan urutan yang ada dalam dokumen SKL; 
  • keterkaitan antar kompetensi intidan kompetensi dasar dalam mata pelajaran; 
  • keterkaitan kompetensi dasar antar mata pelajaran; 
  • keselarasan dengan skema sertifikasi yang diacu. 
2. Merumuskan indikator pencapai kompetensi

Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang diwujudkan dalam bentuk perubahan perilaku yang dapat diukur dan diamati, mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang bermuara pada pencapaian KI.IPK dapat juga diartikan sebagai tingkat kinerja yang akan didemonstrasikan untuk setiap kompetensi dasar atau sejauh mana setiap uraian dalam kompetensi dasardapat tercapai dan terukur.

IndikatorPencapaian Kompetensi dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah. IPK dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. IPK digunakan sebagai dasar untuk menyusun perangkay penilaian.

Perumusan IPKharus memperhatikan Kompetensi Dasar yang ingin dicapai, sehingga rumusan indikator tidak lebih tinggi dari KD (berdasarkan prinsip taksonomi Bloom).

3. Penentuan jenis penilaian

Penilaian pencapaian kompetensi dasar oleh peserta didik dilakukan berdasarkan IPK. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan nontes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.

Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian.
  • Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi. 
  • Penilaian menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya. 
  • Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan belajar peserta didik. 
  • Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. Tindak lanjut berupa proses pembelajaran berikutnya, pembelajaran remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan, dan pembelajaran pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan. 
  • Sistem penilaian harus disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan, maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara, maupun produk/hasil melakukan observasi lapangan berupa informasi yang dibutuhkan. 
4. Mengidentifikasi materi pembelajaran

Mengidentifikasi materi pembelajaran yang menunjang pencapaian kompetensi dasar dengan mempertimbangkan:
  • potensi peserta didik; 
  • tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual peserta didik; 
  • kebermanfaatan atau dampak bagi peserta didik; 
  • struktur keilmuan dan ketrampilan; 
  • aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran; 
  • relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan, khususnya dunia kerja, skema sertifikasi dan 
  • alokasi waktu. 
Untuk kelompok Muatan Peminatan Kejuruan,penyusunan materi pembelajaran memperhatikan IPK (kriteria kinerja) dan lingkup variable/kondisi kinerja yang tertuang dalam SKK/SKKNI atau Skema Sertifikasi yang diacu.

5. Mengembangkan kegiatan pembelajaran

Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar.Kegiatan pembelajaran yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Kegiatan pembelajaran memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.Atau dengan kata lain,pada kegiatanpembelajaran akan tergambarbahwa peserta didik tidak hanya akan memperoleh pengalaman belajar tentang substansi yang dipelajari tetapi juga tentang kompetensi generik/kompetensi kunci/soft skill.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut.
  • Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik, khususnya guru, agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional. 
  • Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar. 
  • Kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik sebagai subjek/student center, guru lebih berperan sebagai fasilitator. 
  • Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran. 
  • Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan kegiatan pembelajaran siswa, yaitu kegiatan siswa dan materi. 
  • Praktik Kerja Lapangan 
Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan kegiatan pembelajaran mata pelajaran kelompok Matan Peminatan Kejuruan. Kegiatan PKL dirancang dan dilaksanakan dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut.

1) PKL bertujuan untuk memberikan pengalaman kerja nyata bagi peserta didik dalam pembentukan kompetensi secara utuh dan lebih bermakna, terutama pembentukan sikap (etos) kerja sesuai dengan tuntutan kebutuhan di lapangan kerja.

2) Waktu pelaksanaan PKL dialokasikan pada semester 5 untuk program pendidikan 3 tahun, sekurang-kurangnya 3 bulan hingga 6 bulan. Untuk program pendidikan 4 tahun dialokasikan pada semester 7 dan 8, sekurang-kurangnya 6 bulan hingga 10 bulan.

3) Kegiatan PKL sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran, juga dimanfaatkan sebagai bagian dari penilaian hasil belajar (kompetensi) peserta didik.

4) Ketersediaan sarana dan prasarana/sumber dayayang dimiliki sekolah untuk mendukung proses pencapaian kompetensi lulusan.

6. Menentukan alokasi waktu

Pada dasarnya alokasi waktu untuk setiap pasangan Kompetensi Dasar (KD) Pengetahuan (KD dari KI-3) dan Keterampilan (KD dari KI-4) sudah ditetapkan pada Keputusan Dirjen Dikdasmen Nomor …….. tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran SMK/MA. Namun SMK/MAK diberi keleluasan untuk menata ulang alokasi tersebut pada saat menyusun Silabus, sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan. Penentuan alokasi waktu untuk setiap pasang KD didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah KD, keluasan, kedalaman, tingkat kesulitan, dan tingkat kepentingan KD. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai KD yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam.

7. Menentukan sumber belajar

Sumber belajar adalah rujukan, objek, dan/atau alat/bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Sumber belajar dapat berupa media cetak dan elektronik, internet, nara sumber, lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya.

Penentuan sumber belajar didasarkan pada kompetensi dasar dan materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.

D. Pengembangan Silabus Berkelanjutan

Dalam implementasinya, silabus dijabarkan menjadi rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), dilaksanakan, dievaluasi, dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru.

Silabus harus dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan data evaluasi hasil belajar, evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran), dan evaluasi rencana pembelajaran.

E. Komponen dan Format Silabus

1. Komponen Silabus

Silabus berisi tentang hal-hal sebagai berikut.
  • Nama SMK/MAK; 
  • Kompetensi Keahlia
  • Nama Mata Pelajaran; 
  • Kelas; 
  • Alokasi waktu; 
  • Deskripsi Kompetensi Inti; 
  • Deskripsi Kompetensi Dasar; 
  • Indikator Pencapaian Kompetensi; 
  • Materi Pembelajaran, dan 
  • Kegiatan Pembelajaran. 
Silabus pada Kurikulum 2013 yang disempurnakan dan dikembangkan pada tingkat nasional merupakan silabus minimal. Satuan pendidikan SMK/MAK dapat mengembangkannya sesuai dengan kebutuhan dunia kerja yang menjadi institusi pasangan dan nilai-nilai lokal dimana SMK tersebut berada. Adapun format silabus mata pelajaran yang digunakan pada Kurikulum 2013 sesuai dengan Permendikbud Nomer…. Tahun 2017 tentang Standar Proses PMK dapat dilihat seperti contoh di bawah.
Admin
Seorang sarjana salah jurusan, penggemar Naruto, hobi membaca komik, nonton Drakor dan Menulis Puisi, Cerpen dan Novel. Pencinta alam dan penggemar Edelweis.

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool