Assalamu'alaikum.... ^_^ Sikap Itu Menular, Percayalah

Sikap Itu Menular, Percayalah

Sikap Itu Menular, Percayalah
Sikap Itu Menular, Percayalah

Ada beberapa kejanggalan yang terjadi akhir-akhir ini dan rasanya kok ingin ditulis, ya ^_^ Kalau kebetulan saya ada fans di sini (sok artis, hehe) pasti tau kalau saya punya karakter yang cuek, kaku dan hmm terkesan sombong mungkin dulunya. Tapi beda dengan sekarang, sikap itu terbalik nyaris 360 derajat. Dan beruntunglah kawan-kawan saya sekarang, mereka hampir setiap hari melihat tingkah laku konyol saya. Kalau dulu mah, jaim. Hehe..

So, menurut aku sikap kita adalah gabungan dari sikap orang disekeliling kita. Jika mereka baik, lama-lama kita akan tertular. Nah, begitu pula bila kita berteman dengan orang yang bertingkah buruk, kita pun akan tertular buruknya. Juga bisa jadi kita tertular tingkah laku orang konyol bin lebay, haha... (Nggak percaya kalau aku jadi pasukan lebay :D)

Sedikit cerita, entah kenapa saya dulu sangat pendiam (walau sekarang belum hilang total sih). Waktu kecil, saya susah sekali mempunyai teman, dan memang entah kenapa malas saja gabung dengan mereka. Nyaris setiap hari saya lebih suka menghabiskan waktu bersama gambar bongkar pasang di rumah. Sampai-sampai kena marah, lalu sering dibuang. Waktu itu, saya harus sisihkan uang jajan untuk beli itu, dan selalu dibuang. Meski masih kelas 2 SD, saya mulai memikirkan alternatif. Akhirnya saya menggambar sendiri di kertas boneka itu, lalu menggambar pula pakaian dan makanannya. Namun, kalau ketahuan, mama tetap membuangnya. Katanya semak! Haishhhhhhhh, buatku nangis dan marah-marah dulu.

Cara memainkan gambar bongkar pasang yang saya lakukan berbeda dengan anak-anak yang lain. Kalau mereka kan bicara. Saya nyaris tidak bicara ketika menjalankan boneka kertas itu sesuai cerita yang ada dalam pikiran saya. Saya memainkannya dengan otak, imajinasi full. Semua terpikir oleh otak saya, dan saya memainkan gambar-gambar itu dengan alur dan cerita yang sudah tercipta otomatis di otak saya tanpa suara sedikitpun. Mungkin kalau diliat kayak anak idiot kali, ya, haha...

Mungkin sejak saat itu pula saya mulai terbiasa mengaktifkan otak kanan yang berujung saya bisa menggambar (namun sekarang tidak terasah), menyanyi, menulis cerpen, novel, puisi hingga artikel. Dan semuanya cuma sebatas hobi sih. Setelah saya masuk SMP, saya masih susah bergaul yang berujung saya habiskan waktu menjadi kutu buku. Namun, alangkah bagusnya ketika kelas tiga SMP saya mulai mengenal cinta monyet. Sejak itu, meski tidak pacaran, saya mulai terbuka dan mulai agak centil, hehe... Namun tetap masih pendiam. Saya bertemu kawan yang agak centil waktu itu.

Tiga tahun di SMA saya selalu mengkantongi juara kelas dan umum. Saya pikir, mungkin ini gara-gara kebiasaan saya bermain gambar bongkar pasang dengan otak, seolah saya bermain dengan kawan imajiner. Dan memang, sejak kecil hingga sekarang entah kenapa saya memang suka berbicara sendiri. Bukan berarti saya gila, ya, haha... Saya hanya suka bercerita pada diri sendiri. Kenapa saya selalu bisa juara kelas? Jawabannya, ya karena saya bisa semua pelajaran. Otak saya aktif semua bagian, kecuali tengah, jadi enak diajak belajar. Efeknya sampingnya saya bingung kuliah jurusan apa. Eitsss, ada satu pelajaran yang amat susah saya pelajari; bahasa arab. Bagi saya, Bahasa Inggris lebih amat-sangat mudah dibandingkan itu. Tapi sesuai dengan sifat zodiac capricorn (haha, walau percaya nggak percaya, ciri-ciri cewe capricorn yang tertulis di artikel itu menggambar saya banget, lho; Ambisius)

Di SMA, saya terkenal sombong. Kalau berjalan di lobi, saya jarang berpaling kiri-kanan, lurus saja. Jarang langsung melihat ke arah orang, melainkan hanya melirik. Dengan ekor mata, hehe... Sadis! Pantasan banyak yang nggak suka sama saya waktu itu. Ketika ujian saya jarang memberi contekan. Bagi saya itu tindakan haram! Saya tidak suka ada yang bertanya ketika ujian karena merusak konsentrasi dan mengkotori nilai ujian. Yah, saya setegas itu, Kawan! "Kalau cowok, udah kupukul si W itu," komentar salah satu cowok yang terdengar olehku. Takut!

Akan tetapi, suatu hari saya sadar.

Entah kenapa ada suatu hari otak saya zonk, saya tidak bisa konsentrasi. Waktu itu ujian matematika. Dan, saya memang susah hitung-hitungan sih. (bisa rumus aja, kalau nggak ada kalkulator langsung zonk!) Kawan-kawan sekelas saling kompromi diam-diam, sedang saya sendiri. Saya mulai tersiksa dengan kehancuran harga diri saya. Saya ingin meminta contekan, tapi gengsi luar biasa. Tapi bila gagal ujian? Lebih bahaya lagi. Rupanya teman-teman saya memperhatikan saya yang mulai pucat, tiba-tiba mereka menyodorkan contekan. Saat itu, terharu dahsyat! Dengan gengsi selangit saya mulai mencotek dan melihat diri sendiri seperti kotoran yang sudah ditahan selama sebulan >,< Dan karena mereka, akhirnya saya mulai berubah menjadi teman yang lebih baik. Tapi tetap nggak ngasih contekan sih, hehe... Saya akan ajari mereka sebelum ujian. Karena suka mengajar, makanya kuliah jurusan apapun ujung-ujungnya tetap guru, haha.. Ternyata Allah sudah memberi tanda sejak dulu (terharu :*)

Lepas dari itu, saya mempunyai seorang teman laki-laki. Dia baik, penyayang, dan penuh rindu yang menurut saya lebay. Hanya sebentar saya menghilang dihadapannya (di sekolah), dia tak malu mengatakan 'rindu' meski saya sepelekan dan saya acuhkan atau marahin kadang-kadang. Rupanya berteman dengannya selama nyaris 10 tahun membuat saya menyerap sikap dan sifatnya secara tak sengaja. Lepas kami agak menjauh, saya sudah berubah menjadi 'si lebay' (saya save contact-nya 'si lebay' dulu di hp saya, hehe)..

Lepas si lebay pergi, saya bertemu dengan teman lainnya yang lebih lebay dari dia. Bedanya, si lebay ini amat temperamen, kalau yang dulu sabar. Nyaris setiap hari kami berantem. Tapi, walau temperamen ada sisi baiknya yang ternyata terserap oleh saya secara tidak sengaja. Yaitu tidak gengsian! Saya menghadapi dia dengan jurus sabar dai si lebay sebelumnya. Wah, memang setiap pertemuan itu sudah ditakdirkan Tuhan dan selalu ada hikmahnya kalau kita mau berpikir.

Si Lebay ini saya sebut Alien (dia aneh sih) suka mengungkapkan apa yang dia rasa, marah begitu juga. Kesabaran saya diuji keras disini! Dan saya yang dulu anti mengungkapkan jadi tertular. Bedanya, saya tidak mengungkapkan perasaan cinta, tapi mengungkap perasaan bersalah dan lain-lain. Pernah suatu hari saya memblokir orang yang tidak salah, besoknya saya mohon-mohon maaf. Walau setelah dimaafkan i am go away! Nggak tau kenapa, kalau nggak dapat maaf (padahal hal sepele), dada saya sesak, susah napas, sengkak, dan bengong kayak ayam sedang antri mau disembelih. Jadi, ketika saya rasa seseorang marah pada saya, ada sesuatu yang mendorong jiwa saya untuk menghubungi hanya untuk meminta maaf. Aneh, kan? Jadi merasa nggak keren lagi, hiks hiks hiks... (ini curhat, yakssss :D)

Nah, lepas dari semua kekauan ketika sekolah, sekarang saya malah jadi guru yang cukup imut untuk murid-murid saya. Setiap mengajar saya sering tersenyum, tertawa, melawak dan suka sekali bercerita tentang wawasan. Karena keseringan membaca dan ngeblog, saya jadi tau banyak hal dan cerita-cerita itu bisa dari bumi hingga ke pluto pada sedang berlangsung pelajaran seni (misalnya), haha... Selingan aja, yang pokok tetap nggak boleh dilewatkan.

Dan kenapa saya bisa begini? Karena sikap itu menular!

Jadi, jika kamu sadar kamu kurang terbuka dan cuek, cobalah berteman dengan orang-orang yang terbuka. Saya yakin, kamu bakal hadir menjadi pribadi yang lebih baik nantinya. Kalau keras, bertemanlah dengan orang lembut, begitu pula bila tidak sabaran... Kayak saya, kesabaran saya best sekarang, haha... Tapi, kalau kita diinjak, sipya yang sabar ya? Injak baliklah!!!! Habisi!

Setiap kawan tentu punya sikap baik dan buruknya, ambillah yang baiknya saja. Yang buruk, usahakan diminimalkan. Perubahan sikap saya dulu juga adalah ketika saya diasramakan, saya diospek nyaris dua tahun (satu tahun penuh oleh kakak tingkat dan dua tahun lagi oleh dosen). Karena hal itu, saya suka takut kalau kena marah, bergetar. Mungkin trauma. Namun, hal postifnya adalah kita lebih terbuka terhadap sesama (tinggal diasrama mengawajibkan kita mau tidak mau harus bersedia berinteraksi dengan orang lain).

Jadi gimana, mau tertular super ramah macam saya? Terbukalah untuk menerima orang lain disekelilingmu yang kadang sikapnya berbanding terbalik denganmu.

Salam..


Admin
Seorang sarjana salah jurusan, penggemar Naruto, hobi membaca komik, nonton Drakor dan Menulis Puisi, Cerpen dan Novel. Pencinta alam dan penggemar Edelweis.

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool