Assalamu'alaikum.... ^_^ 3 Penyakit Yang Mengakibatkan Jari Keriput

3 Penyakit Yang Mengakibatkan Jari Keriput

3 Penyakit Yang Mengakibatkan Jari Keriput
3 Penyakit Yang Mengakibatkan Jari Keriput

Kadang kita mendapati kulit jari kita mengalami keriput secara tiba-tiba. Seringnya hal ini terjadi setelah kita berenang cukup lama. Tapi apakah itu satu-satunya alasan kulit jari mengeriput? Bagaimana jika kulit mengeriput padahal tidak terendam air

Nah, hal ini nih yang harus diwaspadai. Menurut Boldsky, ada beberapa penyebab kulit jari tiba-tiba mengeriput. Dan salah-salah, hal ini bisa jadi tanda suatu penyakit. Yuk simak ulasannya berikut ini.

1. Dehidrasi

Kulit mengeriput ternyata bisa jadi suatu tanda dehidrasi. Selain bibir kering dan kulit pecah-pecah, kulit jari yang kehilangan sebagian elastisitas juga bisa menjadi tanda dehidrasi.

Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang didapatkan, sehingga keseimbangan gula-garam tubuh terganggu dan tubuh tidak dapat menjalankan fungsi normalnya.

Kandungan air di dalam tubuh manusia yang sehat adalah sebanyak lebih dari 60 persen total berat badan. Kandungan air pada kadar yang ideal di dalam tubuh berfungsi untuk membantu kerja sistem pencernaan, mengeluarkan kotoran dan racun dari dalam tubuh, sebagai pelumas dan bantalan untuk persendian, melembapkan jaringan-jaringan pada telinga, tenggorokan, dan juga hidung, media transportasi nutrisi untuk sel-sel tubuh dan menjaga kulit tetap sehat.

Penyebab utama dari dehidrasi adalah diare, terutama bila ini terjadi pada bayi dan anak-anak. Tapi dehidrasi juga bisa dikaitkan kepada kondisi iklim, aktivitas fisik atau olahraga, dan pola makan Anda. Dehidrasi terjadi ketika tubuh kurang mengonsumsi cukup cairan untuk mengganti cairan yang hilang. Selain diare, dehidrasi juga bisa disebabkan oleh muntah-muntah, berkeringat berlebihan saat demam, dan berolahraga pada saat cuaca panas.

Jika merasa mengalami dehidrasi, minumlah banyak cairan. Anda bisa minum air putih atau jus buah yang diencerkan. Usahakan untuk menghindari minuman yang mengandung kafein dan minuman bersoda. Jika Anda atau anak Anda mengalami dehidrasi karena diare, jus buah dan susu sebaiknya dihindari. Jika tidak ditangani, dehidrasi parah bisa menyebabkan kejang-kejang, kerusakan otak, dan bahkan kematian.

2. Diabetes

Diabetes memengaruhi fungsi tubuh dalam mengontrol kadar gula darah. Kadar glukosa darah yang tinggi ternyata bisa menyebabkan jari mengeriput.

Diabetes (diabetes melitus) adalah penyakit jangka panjang atau kronis yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa) yang jauh di atas normal. Glukosa sangat penting bagi kesehatan kita karena merupakan sumber energi utama bagi otak maupun sel-sel yang membentuk otot serta jaringan pada tubuh kita.

Penyakit ini memiliki dua jenis utama, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Indonesia sendiri termasuk dalam 10 negara terbesar penderita diabetes. Pada tahun 2013, penderita diabetes di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 8,5 juta orang dengan rentang usia 20-79 tahun (dikutip dari Federasi Diabetes Internasional). Tetapi kurang dari 50% dari mereka yang menyadarinya.

Sangatlah penting bagi kita untuk mengetahui gejala awal diabetes. Baik bagi yang berisiko tinggi maupun bagi yang merasa sehat dan tidak memiliki riwayat atau potensi mengidap diabetes.

Diabetes tipe 1 dapat berkembang dengan cepat dalam beberapa minggu, bahkan beberapa hari saja. Sedangkan banyak penderita diabetes tipe 2 yang tidak menyadari bahwa mereka telah mengidap diabetes selama bertahun-tahun karena gejalanya cenderung tidak spesifik. Beberapa gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2 meliputi:
  • Sering merasa haus.
  • Sering buang air kecil, terutama di malam hari.
  • Rasa lapar yang ekstrem.
  • Turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Berkurangnya massa otot.
  • Terdapat keton dalam air seni. Keton adalah produk sampingan dari metabolisme otot dan lemak yang terjadi ketika produksi insulin tidak cukup.
  • Kelelahan.
  • Pandangan yang kabur.
  • Luka yang lama sembuh.
Sering mengalami infeksi, misalnya pada gusi, kulit, vagina, atau saluran kemih.Apabila Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segera periksakan diri Anda ke dokter. Pendeteksian sedini mungkin memungkinkan kita untuk mencegah bertambah parahnya kondisi diabetes kita.

3. Gangguan Tiroid

Orang-orang yang mengalami gangguan tiroid ternyata kerap mengalami kulit jari keriput. Banyak ahli percaya hipertiroid membuat kulit jari mengeriput karena metabolisme dan suhu tubuh menurun. Ketika suhu tubuh turun, pembuluh darah di jari menjadi menyempit dan kulit mengeriput.

Penyakit tiroid adalah masalah umum yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon tiroid dalam tubuh Anda. Masalah terjadi ketika kelenjar tiroid menjadi kurang aktif (hipotiroid) atau terlalu aktif (hipertiroid). Kondisi kelenjar ini pada dasarnya berbentuk kupu-kupu kecil yang ditemukan di depan leher.

Penyakit ini adalah masalah umum yang paling banyak memengaruhi wanita ketimbang pria. Secara statistik, satu dari delapan wanita akan mengalami kondisi selama hidupnya.

Kondisi kesehatan ini sangat umum. Ini biasanya mempengaruhi lebih banyak wanita dibandingkan pria. Hal ini dapat mempengaruhi pasien pada usia berapa pun. Kondisi ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko Anda. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Gejala umum dari penyakit pada hormon di leher ini termasuk:
  • Gugup dan tremor (gemetar): seiring dengan agitasi, gejala ini bisa menandakan fungsi berlebih kelenjar tiroid (juga dikenal sebagai hipertiroid).
  • Kesadaran kabur dan konsentrasi buruk: fungsi mental Anda dapat dipengaruhi oleh hipertiroid (peningkatan kadar hormon tiroid) dan hipotiroid (penurunan kadar hormon tiroid). Dengan kondisi ini , Anda mungkin sering merasa sedih dan tertekan. Di sisi lain,kondisi ini bisa menyebabkan berkurangnya kemampuan Anda untuk konsentrasi.
  • Perubahan haid: kondisi ini kadang-kadang dikaitkan dengan perdarahan menstruasi yang berlebihan atau berkepanjangan, sementara hipertiroid dapat ditandai dengan menstruasi hanya sedikit atau berkurang.
  • Merasa membengkak: retensi cairan sering merupakan tanda dari kelenjar yang kurang aktif.
  • Detak jantung cepat: peningkatan detak jantung (takikardia) dan jantung berdebar dapat menjadi gejala hipertiroid.
  • Sakit dan nyeri: nyeri otot dan nyeri dapat menyertai berbagai jenis masalah tiroid.
  • Berat badan: sedikit kenaikan berat badan sering menyertai kondisi di mana aktivitas kelenjar tiroid lebih rendah dari batas normal.
  • Kadar kolesterol yang tinggi: peningkatan kadar kolesterol darah dapat terjadi pada individu dengan hipotiroid.
  • Intoleransi panas: orang dengan hipertiroid sering mengeluhsulit berada di suhu yang lebih tinggi.
  • Merasa dingin: sebaliknya, mereka yang memiliki kelenjar yang kurang berfungsi mungkin merasa terus-menerus dingin.
Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.
Admin
Seorang sarjana salah jurusan, penggemar Naruto, hobi membaca komik, nonton Drakor dan Menulis Puisi, Cerpen dan Novel. Pencinta alam dan penggemar Edelweis.

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool