Assalamu'alaikum.... ^_^ Minuman Cengkeh-Kayu Manis untuk Turunkan Gula Darah Serta Gula Darah Puasa

Minuman Cengkeh-Kayu Manis untuk Turunkan Gula Darah Serta Gula Darah Puasa

Minuman Cengkeh-Kayu Manis untuk Turunkan Gula Darah Serta Gula Darah Puasa
Minuman Cengkeh-Kayu Manis untuk Turunkan Gula Darah Serta Gula Darah Puasa

Obat Alami Turunkan Gula Darah Dengan Cengkeh Dan Kayu Manis

Kadar gula darah tinggi sering ditandai dengan mudah lapar, masalah perut atau penambahan berat badan. Bahkan semua itu dapat terjadi ketika Anda dapat mengendalikannya.

Faktor yang paling umum yang menyebabkan tingkat gula darah tinggi, di antaranya konsumsi makanan tidak sehat, stres berlebihan, obat-obatan tertentu, masalah kesehatan tertentu, dan lain-lain.

Tahukah Anda, gula darah tinggi merupakan kondisi prediabetes. Dengan kata lain, jika Anda mempunyai kadar gula darah tinggi, itu berarti Anda menderita prediabetes. Sayangnya, kebanyakan orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki kadar gula darah yang tinggi. Berikut gejala-gejalanya yang paling umum.
  • Mulut kering
  • Selalu merasa haus
  • Memiliki masalah perut
  • Penyembuhan luka yang lama
  • Sering merasa lapar
  • Kulit kering dan gatal, sering buang air kecil, terutama di malam hari
  • Kurang fokus
  • Pandangan kabur
  • Kenaikan berat badan
  • Kelelahan kronis
Obat alami yang kami sarankan di sini sangat bermanfaat untuk mengatur kadar gula darah dan mengurangi kadar trigliserida. Berikut bahan yang dibutuhkan
  • 1 liter air
  • 60 gram cengkeh
  • 4 batang kayu manis
Campur semua bahan dan simpan dalam kulkas selama 5 hari, agar bahan-bahannya tercampur dengan baik. Minum 100 ml saat perut kosong setiap pagi. Jika sudah habis, beri jeda 2 minggu, lalu ulangi lagi prosesnya.

Minuman alami ini tidak hanya akan menurunkan kadar gula darah Anda, tetapi juga akan meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan.


Menurunkan Gula Darah Dengan Berpuasa

Tujuan utama berpuasa memang dalam rangka menjalankan ibadah. Namun, secara kejiwaan ternyata efek sampingannya justru positif, bagi yang tak mempunyai problem serius dengan kesehatan. Misalnya, sedang menderita sesuatu penyakit fisik yang tidak boleh meninggalkan makan dan minum atau harus selalu minum obat. Membahas fenomena puasa yang pada mulanya merupakan proses rohaniah, spiritual, dengan tujuan memenuhi kewajiban agama, jelas tidak mungkin diukur dengan kriteria empirik keilmuan.

Namun demikian, dari sisi ilmu pengetahuan yang empirik, ternyata terdapat sisi-sisi yang cukup menarik untuk dibicarakan. Puasa dapat menurunkan kadar gula darah, kolesterol dan mengendalikan tekanan darah. Itulah sebabnya, puasa sangat dianjurkan bagi perawatan mereka yang menderita penyakit diabetes, kolesterol tinggi, kegemukan dan darah tinggi. Tentu saja atas pertimbangan dokter.

Dalam kondisi tertentu, seorang pasien bahkan dibolehkan berpuasa, kecuali mereka yang menderita penyakit-penyakit diabetes mellitus, jantung koroner dan batu ginjal. Jaga Perut Puasa dapat menjaga perut yang penuh disebabkan banyak makan dan ini adalah penyebab utama kepada bermacam-macam penyakit khususnya obesitas, hiperkolesterol, diabetes dan penyakit yang diakibatkan kelebihan nutrisi lainnya.

Saat puasa, terjadi perubahan dan konversi yang massif dalam asam amino yang terakumulasi dari makanan.
Pola makan saat puasa dapat mensuplai asam lemak dan asam amino penting saat makan sahur dan berbuka. Secara sederhana dapat digambarkan, terbentuklah tunastunas protein, lemak, fosfat, kolesterol dan lainnya untuk membangun sel baru dan membersihkan sel lemak yang menggumpal di dalam hati.

Penghentian konsumsi air selama berpuasa, sangat efektif meningkatkan konsentrasi air kencing dalam ginjal. Dalam keadaan tertentu hal ini akan memberi perlindungan terhadap fungsi ginjal. Kekurangan air sewaktu berpuasa, ternyata dapat meminimalkan volume air dalam darah. Kondisi ini akan memacu kinerja mekanisme lokal pengatur pembuluh darah dan menambah prostaglandin. Hal ini akhirnya memacu fungsi dan kerja sel-sel darah merah.

Kekebalan Tubuh Puasa juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Penelitian menunjukkan bahwa saat berpuasa terjadi pengikatan sel-sel limfosit hingga sepuluh kali lipat. Pengaruh kejiwaan juga berperan penting sebagai pencetus atau pemberat penyakit, namun juga dapat merupakan peringan atau justru membantu menyembuhkan sesuatu penyakit fisik. Padahal kita tahu bahwa orang berpuasa bukan hanya menahan lapar dan haus.

Berpuasa menghasilkan kemampuan menahan diri terhadap rasa amarah, iri, dengki, di samping dorongan seksual. Rasa ini akan menimbulkan ketenangan jiwa terhadap orang yang bersangkutan. Hal menarik yang seakan-akan merupakan keajaiban ini ada dasar ilmiahnya. Salah satu sisi menarik tersebut adalah timbulnya ketenangan jiwa, rasa senang dan bahagia sewaktu menjalankanm ibadah puasa.

Apabila ditelaah lebih mendalam, segala sesuatu yang tidak diperbolwehkan dalam waktu tertentu selama berpuasa, misalnya makan, minum dan bersanggama, sasarannya adalah jiwa manusia yang disebut id. Id merupakan bagian jiwa manusia yang memberikan dorongan kepada manusia, terletak di alam tidak sadar, yang disebut pula naluri, nafsu. Dalam hal ini nafsu tersebut dikekang atau dikendalikan.

Manusia dilatih untuk mengendalikan diri, menahan nafsu sewaktu berpuasa. Latihan kedisiplinan rohani dan jasmani ini dimaksudkan untuk mencapai keseimbangan hidup. Di kala lapar dan dahaga sepanjang hari, tiada orang yang mengawasi kejujuran dan kedisiplinan kita. Tiada seorang pun yang mengetahui pelanggaran yang akan diperbuat, tetapi tetap bertahan sampai buka puasa tiba.

Penyakit Muncul Makan dan minum di saat lapar dan dahaga memuncak, yakni saat berbuka puasa, maka rasa syukur pun akan terpanjat kehadirat- Nya. Seakan-akan Sang Khalik terasa begitu dekat. Sekaligus akan terasa adanya kesejukan kalbu, terbentuk suasana muthmainah atau ketenangan jiwa. Salah satu aspek kejiwaan yang lain adalah rasa bersyukur.

Ketidakpuasan terhadap sesuatu yang telah diperoleh sebenarnya karena tiadanya rasa syukur, sehingga timbul ketidakpuasan dan ketidaktenteraman jiwa, hidup diliputi stres emosional. Dalam hal ini berbagai penyakit mudah muncul, yang terkait dengan psikosomatis atau keluhan dan gangguan fungsi tubuh akibat faktor psikologis. Dalam kaitan ini, pernyataan Shirley Ross dalam buku Fasting the Super Diet (1978) sering dikutip.

Katanya, berpuasa sebenarnya bukan sekedar menahan lapar dan dahaga, tetapi ada suatu mekanisme yang tidak disadari oleh orang yang berpuasa sendiri. Dalam hal ini, pertukaran dari sistem metabolisme eksternal menjadi sistem metabolisme internal. Pada sistem ini badan justru bekerja lebih giat karena harus mengatur sendiri dan tidak tergantung pada sumber energi yang masuk. Sistem demikian berpengaruh pada otak, sehingga rasa lapar justru menimbulkan rasa senang dan bahagia. (Prof Dr dr Anies MKes PKK-12)

Sumber : 
Admin
Seorang sarjana salah jurusan, penggemar Naruto, hobi membaca komik, nonton Drakor dan Menulis Puisi, Cerpen dan Novel. Pencinta alam dan penggemar Edelweis.

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool