Assalamu'alaikum.... ^_^ Infus/Cairan Untuk Badan Lemas

Infus/Cairan Untuk Badan Lemas

Infus/Cairan Untuk Badan Lemas
Infus/Cairan Untuk Badan Lemas

Badan lemas adalah kondisi di mana tubuh kurang bertenaga dan akan membuat rasa malas timbul untuk melakukan rutinitas. Biasanya, badan yang lemas disertai dengan rasa cepat lelah yang disebabkan oleh aktivitas padat yang menjadikan tubuh ekstra lelah. Lapar pun juga bisa menjadikan tubuh lemas sehingga malas untuk melakukan kegiatan apapun, namun badan yang lemas bisa jadi adalah gejala kondisi kesehatan tertentu.

Beberapa penyebab Badan Lemas
Kurang Gizi
Istilah lain dari kurang gizi ini adalah malnutrisi di mana kekurangan gizi jangan sampai diabaikan karena pada dasarnya kondisi kurangnya gizi pada tubuh seseorang lebih serius dari yang dibayangkan. Bila terus-menerus tubuh tak memperoleh asupan gizi yang seharusnya, maka akibatnya bisa sangat fatal.

Dehidrasi

Kekurangan gizi bukan satu-satunya kemungkinan penyebab tubuh lemas, melainkan dehidrasi atau kondisi kekurangan cairan juga bisa membuat tubuh terasa tak begitu bertenaga. Saat tubuh kehilangan banyak cairan, otomatis ini akan mengganggu keseimbangan gula-garam tubuh sehingga fungsi tubuh pun tak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Gejala dari dehidrasi tak hanya tubuh yang lemas, tapi juga tanda-tanda paling umum lainnya adalah seringnya rasa haus melanda dan kepala juga pusing. Dehidrasi juga menyebabkan kondisi jarang buang air kecil, mulut kering, urine yang keluar berwarna lebih pekat dengan bau kuat, serta kulit yang kering. Dehidrasi mampu terjadi pada siapapun, dari anak-anak hingga orang dewasa.


Anemia

Kondisi anemia atau kurangnya darah dalam tubuh juga biasanya menyebabkan tubuh mendadak lemas. Anemia pada dasarnya adalah suatu kondisi defisiensi besi atau kekurangan zat besi sehingga sel darah merah akhirnya menurun. Zat besi padahal adalah sebuah penghasil hemoglobin atau komponen sel darah merah pada tubuh manusia.

Gejala paling nampak sebenarnya bukan hanya tubuh yang lemas saja, melainkan juga wajah yang berubah pucat, sesak nafas, gampang tersinggung, lidah sakit dan membengkak, kesemutan di kaki, sulit konsentrasi, sakit kepala, jantung berdebar lebih cepat, terasa sakit di bagian dada, dan sangat gampang terserang infeksi karena daya tahan tubuh yang menurun.

Ada pula tanda-tanda lain yang juga terjadi pada beberapa kasus anemia, seperti halnya kuku yang menjadi gampang patah, nafsu makan menurun sehingga berimbas pada penurunan berat badan, dan juga rambut rontok. Apabila terjadi hal-hal tersebut selain daripada tubuh yang melemas, pasti anemia adalah kondisi yang menyebabkannya.


Pilek/Flu

Mungkin badan yang terasa begitu lemas disebabkan oleh kondisi daya tahan tubuh yang menurun dan hendak flu. Salah satu gejala flu adalah tubuh yang kemudian seakan begitu cepat lelah dan tidak bertenaga. Banyak orang yang menderita flu rasanya akan mudah sekali mengantuk dan kemudian malas untuk beraktivitas, rasanya seperti ingin memejamkan mata atau tidur terus.

Flu sendiri merupakan kondisi yang diakibatkan oleh serangan infeksi virus di mana sasarannya adalah sistem pernapasan. Gejalanya selain dari tubuh yang lemas, penderita juga biasanya mengalami sakit kepala, demam, pegal-pegal, batuk-batuk, sakit tenggorokan, dan selera makan yang menurun. Namun pada dasarnya, gejala hanya terjadi 1-3 hari sejak terinfeksi pertama kali.


Diabetes

Jenis penyakit lain yang juga bisa menyebabkan tubuh lemas adalah diabetes. Diabetes sendiri adalah suatu jenis penyakit kronis yang diawali dengan kadar glukosa dalam darah yang tinggi di dalam tubuh. Glukosa sebenarnya merupakan unsur penting dalam tubuh untuk kesehatan kita sebab glukosalah sumber energi untuk sel pembentuk otot maupun untuk fungsi otak.

Gejala diabetes salah satunya memanga adalah tubuh yang lemas karena penderita diabetes biasanya juga mengalami dehidrasi sehingga sering haus. Namun berbeda dengan gejala dehidrasi yang jarang buang air kecil, justru penderita diabetes akan sering buang air kecil, khususnya di malam hari. Massa otot yang berkurang, penurunan berat badan, pandangan kabur, kelelahan, dan luka yang lama sembuh menjadi gejala lainnya.


Gagal Ginjal
Kondisi gangguan kesehatan lainnya yang mampu menyebabkan tubuh lemas tak bertenaga adalah kegagalan pada fungsi ginjal. Gagal ginjal dapat terjadi karena adanya penumpukan racun atau bahan-bahan kimia maupun mineral lain yang berbahaya dalam darah.

Gejala pada gagal ginjal bisa saja penderitanya mengalami kelelahan dan tubuh lemas di mana ini dikarenakan retensi cairan juga terjadi. Selain itu, kebingungan, kejang, perdarahan internal, tekanan darah tinggi, tes urine abnormal, dan turunnya berat badan dapat menjadi tanda-tanda lainnya yang memang harus segera ditangani.


Myasthenia Gravis
Tubuh lemas juga bisa disebabkan oleh kondisi kelemahan otot berat yang diakibatkan oleh proses serangan autoimun pada daerah neuromuscular junction. Jenis penyakit autoimun ini tergolong kronis dan langka di mana bagian otot tubuh akan menjadi lebih cepat lelah dan lemah sehingga tak mampu digunakan secara maksimal.

Gejala yang muncul pada kondisi ini bukan hanya tubuh yang lemas, tapi juga disertai gejala lainnya. Otot-otot yang sulit digerakkan, sulit menelan, sulit mengunyah, sulit bicara, penglihatan terganggu dan kelopak mata bagian atas yang sulit membuka adalah serangkaian gejala lain yang patut diwaspadai.


Gangguan Kelenjar Tiroid
Tubuh yang lemas bisa jadi disebabkan adanya gangguan pada kelenjar tiroid di mana kelenjar ini berfungsi sebagai pengatur penggunaan energi setiap tubuh manusia. Ada 2 macam masalah pada kelenjar tiroid, yakni hipotiroidisme atau hormon tiroid berkadar rendah serta hipertiroidisme atau hormon tiroid berkadar tinggi.

Gejala bisa berupa tubuh lemas, namun juga bisa menyebabkan gangguan memori, kenaikan berat badan, kulit kering, rambut menipis dan kasar, kerapuhan kuku, dan kulit yang menguning pada hipotiroidisme. Sementara pada hipertiroidisme, tubuh lemas bisa juga disertai dengan kecemasan berlebihan, gampang marah, berkeringat lebih, detak jantung lebih cepat, turunnya berat badan, dan pembesaran kelenjar tiroid.

Infus/Cairan Untuk Badan Lemas

Sering merasa kelelahan tanpa tahu penyebabnya, bisa jadi itu gejala awal kekurangan kalium atau hipokalemia. Ternyata, penyakit yang menyerang fungsi otot dan organ dalam tubuh ini bisa menyebabkan komplikasi jantung, stroke, hingga gagal ginjal. Penderita kekurangan kalium kerap didera rasa lemas tak berkesudahan.

Orang dengan hipokalemia susah mengangkat kakinya, tangannya juga lemas karena kaliumnya tidak ada. Kalau makin berat, ya bisa terjadi kelainan pada jantungnya, yakni terjadi gangguan irama jantung dan berdenyut tak normal sehingga membahayakan nyawanya.

Risiko terburuk dari kasus kekurangan zat kalium ini, terjadi gangguan irama jantung hingga meninggal. Kalium merupakan elektrolit yang dibutuhkan untuk metabolisme tubuh serta kerja jantung, otot, dan lainnya. Rasa lemas terjadi ketika kadar kalium tubuh kurang dari yang diperlukan untuk menjaga volume dan komposisi cairan tubuh.

Berkurangnya cairan dalam jumlah besar dari dalam tubuh lewat muntah, diare, atau penggunaan obat pencahar makin memperparah kondisi penderita hipokalemia.

Yang patut diperhatikan, hipokalemia biasanya dialami pasien dengan gangguan ginjal. Ginjal yang baik bisa menahan kalium, sehingga tidak keluar bersama urine. Pengeluaran kalium lewat urine yang terlalu besar mengindikasikan kondisi ginjal yang buruk.  Masyarakat bisa mengetahui kadar kalium dalam tubuh melalui tes darah. Jika hasilnya kurang dari 3,5 maka kondisi tersebut adalah hipokalemia. Selanjutnya pasien bisa melakukan tes ginjal bila tidak mengalami muntah atau diare.

Kalaupun mengalami muntah atau diare, ari meminta keduanya disetop terlebih dulu. Penderita harus memperbaiki pola konsumsi makanan dan minumannya terlebih dahulu. Tambahan kalium biasanya diperlukan pasien yang mengonsumsi obat untuk melancarkan air seni (diuretik).

Bila kekurangan kalium terjadi dalam jumlah besar, biasanya pasien akan diberi garam kalium, yang dikonsumsi per oral. Namun garam diberikan dalam dosis kecil beberapa kali sehari, untuk menghindari iritasi pencernaan.

Kalium juga bisa diberikan melalui infus, yang hanya bisa dilakukan di rumah sakit. Hal tersebut untuk menghindari kenaikan kalium terlalu tinggi yang berbahaya bagi pasien. Pada beberapa kasus, penderita hipokalemia kerap mengalami pingsan.

Kondisi tersebut bisa saja disebabkan kekurangan natrium. Pada keadaan ini sebaiknya penderita diberi asupan cairan elektrolit, untuk mengganti asupan natrium dan kalium dari dalam tubuh.
Sumber : Halosehat And Republika
Admin
Seorang sarjana salah jurusan, penggemar Naruto, hobi membaca komik, nonton Drakor dan Menulis Puisi, Cerpen dan Novel. Pencinta alam dan penggemar Edelweis.

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool