Assalamu'alaikum.... ^_^ Artikel Kekinian: Badai I Love You & Jodoh Itu Seperti Air

Artikel Kekinian: Badai I Love You & Jodoh Itu Seperti Air

Artikel Kekinian: Badai I Love You & Jodoh Itu Seperti Air
Badai I Love You & Jodoh Itu Seperti Air

Malam semuanya, kali ini Admin ingin sedikit menulis artikel yang cukup menggelitik. Sebenarnya saya sedang ingin menulis puisi atau membuat lirik lagu beserta iramanya, namun suasana hati sedang tidak menentu. Itu karena saya sedang mengalami badai 'i love you' haha. Sama sperti badai angin topan atau badai salju, badai i love you pun sangat berat untuk dihadapi.

Pasalnya, badai ini membuat hati yang terkena badai menjadi tidak menentu. Seperti berada di tengah padang pasir, kadang terasa seperti itu. Meski 'i love you' sedang membadai, entah kenapa 'terasa sepi' juga. Layaknya seorang musafir yang terdampar di tengah badai tanpa kompas seorang diri, sedikit kurang begitulah rasanya, hehe.

Jadi apa itu badai i love you?

Yaitu ketika seorang sigle yang bertubi-tubi mendapatkan pengakuan cinta. Ia kemudian menjadi bingung tentang cinta mana yang ia pilih. Di satu sisi, tentu ia tahu siapa yang hatinya pilih namun bingung apakah pilihan itu adalah yang terbaik? Dan di sisi lain, ia merasa bersalah, sedih dan tak enak perasaan karena telah melukai hati orang lain. Namun ia tetap harus melakukannya. Sebab, bukankah digantung akan lebih menyakitkan?

Biasanya, badai ini akan datang pada single yang sudah patutnya menikah. Ia akan dihadirkan dengan beberapa orang yang tidak tepat sebelum ia bertemu dengan orang tepat. Saya pernah bertanya dengan seorang teman, "Bagaimana kamu bisa menikah dengan si A (pasangannya)?"

"Biasanya ketika kita hampir menikah, kita akan bertemu dengan banyak orang yang tiba-tiba mengutarakan perasaannya. Saat itu kita benar-benar bingung. Aku bahkan sampai di bawa ke salah seorang alim ulama karena aku tidak memilih seorang pun. Aku bingung setengah mampus. Terakhir aku disuruh doain agar mendapatkan pilihan yang pas. Dan kemudian ada salah seorang yang cukup berani. Ia langsung datang untuk melamar."

"Kamu langsung mau?"

"Kalau sudah orang tua dan orang tua yang berbicara, kita bisa bilang apa?"

"Oh, menurutku tidak bisa begitu. Ini bukan zaman siti nurbaya toh? Perlu ada cintalah untuk bisa menikah. Perlu ada rasa. Kalau tidak ada, aku akan lari dari rumah, haha.... Ini bukan cerita pacaran yang bisa sembarang diputusin kalau nggak pas dikemudian hari."

"Iya-iya. Memang kami sudah kenal lama. Sudah ada perasaan juga. Tapi bukan hanya itu saja, setelah tunangan malah lebih banyak lagi yang mengatakan cinta. Badai 'i love you' lebih parah. Itu makanya kalau terlalu lama tunangan, ujung-ujungnya gagal."

....

Nah, man-temans, dari hasil wawancara singkat itu, akhirnya kita tahu kenapa orang yang terlalu lama tunangan ujung-ujungnya malah berakhir tragis. Sebab, saat-saat seperti itu 'badai' nya akan semakin menjadi-jadi. Itu wajar, sebab setiap kita hendak melakukan ibadah akan selalu ada cobaan yang menyertainya. Kalau selamat dalam badai, ya akan berlanjut ke badai berikutnya. Badai ini akan saya jelaskan dalam cerita singkat di bawah ini.

....

Kemarin, saya mengajar dikelas. Kebetulan saya mengajar mata pelajaran kesehatan reproduksi. Mata pelajaran ini adalah mata pelajaran favorite siswa-siswi saya. Bagaimana tidak? Pokok pembicaraannya asik membahas tentang proses membuat an*k dan lain sebagainya. Setiap mengajar, bermunculan beragam pertanyaan aneh yang kadang geli bila disebutkan. Tapi, ini adalah pelajaran kami. Dan saya pun tidak boleh malu-malu dalam menjelaskan. Terlebih saya memang kalau menjelaskan akan 'bocor', bahkan terkesan tebal muka, haha.... Maklum saja, itu memang jurusan saya. Saya bisa menjelaskan dengan cukup baik meski masih tingting :D (Upsss... bukan ini yang mau ane jelaskan).

Saya sering menjadi cenayang yang kadang terpaksa membaca karakter murid-murid agar suasana jenuh kelas menjadi humor. Selain itu, saya juga sering mejadi pakar cinta. Disinilah saya menjelaskan 'badai' yang akan terjadi pada hubungan pernikahan ketika persoalan 'cinta' muncul dipermukaan.

"Jodoh itu ibarat air," ucapku. "Air itu terdiri dari dua unsur yang berbeda yaitu hidrogen (aku) dan oksigen (kamu). Mereka berdua tak sama, memiliki fungsi yang berbeda. Namun, setelah diikat (menikah) berubah nama menjadi air (kita) yang kemudian memiliki fungsi yang sama. Mereka harus saling bekerja sama agar fungsinya dapat berjalan optimal. Namun, apabila dipanaskan (bertengkar, tidak pengertian, egois, dll) maka keduanya akan saling terpisah. Mereka terpaksa menjadi hidrogen (aku) dan oksigen (kamu) kembali untuk melanjutkan fungsi (cerita) yang berbeda. Itulah badai usai menikah. Dua orang yang tak sama itu, harus menjadi satu kesatuan yang utuh untuk menjalankan tugas-tuganya dengan sempurna.

....

Tiba-tiba, sedang ngomong cinta... tang-ting-tung bell berbunyi. Mereka ingin cerita cinta berlanjut (memang ini adalah pembahasan yang paling disukai remaja), namun pelajaran multi ilmu telah selesai :D Guru lawak-lawak menutup kelas dengan do'a.

....

Terimakasih sudah mendengar lawakan saya malam ini ^_^ :D

Admin
Seorang sarjana salah jurusan, penggemar Naruto, hobi membaca komik, nonton Drakor dan Menulis Puisi, Cerpen dan Novel. Pencinta alam dan penggemar Edelweis.

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool