Assalamu'alaikum.... ^_^ Penjelasan: Kesesatan Tariqat Naqsyabandiah (Suluk) adalah SALAH!

Penjelasan: Kesesatan Tariqat Naqsyabandiah (Suluk) adalah SALAH!

Penjelasan: Kesesatan Tariqat Naqsyabandiah (Suluk) adalah SALAH!
Penjelasan: Kesesatan Tariqat Naqsyabandiah adalah SALAH!

Assalamu'alaikum para pencari ilmu, kali ini saya akan sedikit menuliskan atau meluruskan topik tentang Tariqat Naqsyabandiah yang beredar di internet atau dunia maya yang menurut saya sangat keliru. Berita yang tertulis tersebut bahkan seolah menyudutkan agar tidak ada orang yang boleh mengikuti Tariqat tersebut karena dianggap sesat! Dan menurut saya, maaf... bukan menurut saya, tapi menurut ilmu dan pengalaman saya, ini adalah penilaian yang SALAH!

Saya sendiri adalah seorang blogger yang kritis. Tidak akan melakukan atau mengikuti sesuatu hal tanpa menilai atau mencari informasi terlebih dahulu mengenai kebenarannya. Terlebih saya adalah seorang guru dan seorang pengobat pula. Saya bukanlah tipe yang akan terpengaruh hanya karena tren atau sebagainya.

Berikut adalah penjelasan kesesatan Tariqat Naqsyabandiah yang beredar di internet, silahkan di simak baik-baik....

Pertanyaan
Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiyah Wal Ifta ditanya : Ada sebuah perkumpulan wanita dari Kuwait. Mereka menyebarkan dakwah sufi beraliran Naqsyabandiyah secara sembunyi-sembunyi, perkumpulan wanita tersebut berada dibawah naungan lembaga resmi.

Kami telah mempelajari kitab-kitab mereka, dan berdasarkan pengakuan mereka, yang pernah ikut perkumpulan wanita ini, tarekat ini memiliki pemahaman diantaranya :
  1. Barangsiapa yang tidak mempunyai syaikh, maka yang menjadi syaikhnya adalah syetan.
  2. Barangsiapa yang tidak bisa mengambil ahlak syaikh/gurunya, maka tidak akan bermanfaat baginya Kitab dan Sunnah.
  3. Barangsiapa yang mengatakan pada syaikhnya, “Mengapa begitu ?” Maka, tak akan sukses selamanya.
Selain itu, mereka berdzikir (dengan tata cara sufi, tentunya) seraya membawa gambar syaikhnya. Mereka suka mencium tangan gurunya yang bergelar Al-Anisaa, dan berasal dari negeri Arab. Mereka menganggap akan mendapat berkah dengan meminum air sisa sang gurunya.

Mereka menulis do’a dengan do’a khusus yang dinukil dari buku Al-Lu’lu wa Al-Marjan Fi Taskhiri Muluki Al-Jann. Dan dalam lapangan pendidikan, perkumpulan ini membangun madarasah khusus untuk kalangan sendiri, mereka didik anak-anak berdasarkan ide-ide kelompoknya, bahkan ada di antaranya yang mengajar di sekolah-sekolah negeri umum, baik jenjang setingkat SMP maupun SMA. Sebagian mereka ada yang berpisah dengan suami dan meminta cerai lewat pengadilan, hal itu terjadi manakala sang suami menyuruh sang istri agar menjauh dari aliran yang sesat ini.

Pertanyaan yang kami ajukan :
  1. Bagaimanakah menurut syariat tentang perkumpulan wanita tersebut ?.
  2. Diperbolehkan mengawini mereka ?.
  3. Bagaimana pula hukumnya dengan akad nikah yang telah berlangsung selama ini ?.
  4. Sekarang, nasihat dan ancaman yang bagaimana yang pantas untuk mereka ?.
Mohon penjelasannya.

Jawaban
Tarekat sufi, salah satunya Naqsyabandiyah, adalah aliran sesat dan bid’ah, menyeleweng dari Kitab dan Sunnah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Jauhilah oleh kalian perkara baru, karena sesuatu yang baru (di dalam agama) adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat”. [Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, Tirmidzi dan Hakim]

Tarekat sufi tidak semata bid’ah. Bahkan, di dalamnya terdapat banyak kesesatan dan kesyirikan yang besar, hal ini dikarenakan mereka mengkultuskan syaikh/guru mereka dengan meminta berkah darinya, dan penyelewengan-penyelewengan lainnya bila dilihat dari Kitab dan Sunnah. Diantaranya, pernyataan-pernyataan kelompok sufi sebagaimana telah diungkap oleh penanya.

Semua itu adalah pernyataan yang batil dan tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah, sebab, yang patut diterima perkataannya secara mutlak adalah perkataan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana firman Allah.

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا 
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah”. [Al-Hasr/59 : 7]

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ
“Dan tidaklah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya”. [An-Najm/53 : 3]

Adapun selain Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam, walau bagaimana tinggi ilmunya, perkataannya tidak bisa diterima kecuali kalau sesuai dengan Al-Kitab dan Sunnah. Adapun yang berpendapat wajib metaati seseorang selain Rasul secara mutlak, hanya lantaran memandang “si dia/orang”nya, maka ia murtad (keluar dari Islam). Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَٰهًا وَاحِدًا ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ
“Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Rabb selain Allah, dan (juga mereka menjadikan Rabb) Al-Masih putera Maryam ; padahal mereka hanya disuruh menyembah Ilah Yang Maha Esa ; tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan”. [At-Taubah /9: 31]

Ulama menafsirkan ayat ini, bahwa makna kalimat “menjadikan para rahib sebagai tuhan” ialah bila mereka menta’ati dalam menghalalkan apa yang diharamkan dan mengharamkan apa yang dihalalkan. Hal ini diriwayatkan dalam hadits Adi bin Hatim.

Maka wajiblah berhati-hati terhadap aliran sufi, baik dia laki-laki atau perempuan, demikianlah pula terhadap mereka yang berperan dalam pengajaran dan pendidikan, yang masuk kedalam lembaga-lembaga. Hal ini agar tidak merusak aqidah kaum muslimin.

Lantas, diwajibkan pula kepada seorang suami untuk melarang orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya agar jangan masuk ke dalam lembaga-lembaga tersebut ataupun sekolah-sekolah yang mengajarkan ajaran sufi. Hal ini sebagai upaya memelihara aqidah serta keluarga dari perpecahan dan kebejatan para istri terhadap suaminya.

Barangsiapa yang merasa cukup dengan aliran sufi, maka ia lepas dari manhaj Ahlus Sunnah wa Jamaah, jika berkeyakinan bahwa syaikh sufi dapat memberikan berkah, atau dapat memberikan manfa’at dan madharat, menyembuhkan orang sakit, memberikan rezeki, menolak bahaya, atau berkeyakinan bahwa wajib menta’ati setiap yang dikatakan gurunya/syaikh, walaupun bertentangan dengan Al-Kitab dan As-Sunnah.

Barangsiapa berkeyakinan dengan semuanya itu, maka dia telah berbuat syirik terhadap Allah dengan kesyirikan yang besar, dia keluar dari Islam, dilarang berloyalitas padanya dan menikah dengannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

وَلَا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّىٰ يُؤْمِنَّ …….. وَلَا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتَّىٰ يُؤْمِنُوا

“Dan janganlah kalian nikahi wanita-wanita musyrikah sebelum mereka beriman, ………. Dan janganlah kalian menikahkan (anak perempuan) dengan laki-laki musyrik sebelum mereka beriman ……..”. [Al-Baqarah/2 : 221]

Wanita yang telah terpengaruh aliran sufi, akan tetapi belum sampai pada keyakinan yang telah kami sebutkan diatas, tetap tidak dianjurkan untuk menikahinya. Entah itu sebelum terjadi aqad ataupun setelahnya, kecuali bila setelah dinasehati dan bertaubat kepada Allah.

Yang kita nasehatkan adalah bertaubat kepada Allah, kembali kepada yang haq, meninggalkan aliaran yang batil ini dan berhati-hati terhadap orang-orang yang menyeru kepada kejelekan-kejelekan. Hendaknya berpegang teguh dengan manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah, membaca buku-buku bermanfa’at yang berisi tentang aqidah yang shahih, mendengarkan pelajaran, muhadharah dan acara-acara yang berfaedah yang dilakukan oleh ulama yang berpegang dengan teguh pada manhaj yang benar.

Juga kita nasehatkan kepada para istri agar taat kepada suami mereka dan orang-orang yang bertanggung jawab dalam hal-hal yang ma’ruf.


Kritikan Saya (Si fakir ilmu yang hanya bercerita tentang pengalamannya)

Kami telah mempelajari kitab-kitab mereka, dan berdasarkan pengakuan mereka, yang pernah ikut perkumpulan wanita ini, tarekat ini memiliki pemahaman diantaranya :
  1. Barangsiapa yang tidak mempunyai syaikh, maka yang menjadi syaikhnya adalah syetan.
  2. Barangsiapa yang tidak bisa mengambil ahlak syaikh/gurunya, maka tidak akan bermanfaat baginya Kitab dan Sunnah.
  3. Barangsiapa yang mengatakan pada syaikhnya, “Mengapa begitu ?” Maka, tak akan sukses selamanya.
Siapapun tentu saja memerlukan guru, terlebih ilmu agama. Apabila kita belajar sendiri, maka tidak tahu mana benar atau salah dan ini adalah kesempatan setan untuk membisikkan yang salah dan kemudian akan terlihat benar oleh orang awam yang tidak memiliki ilmu yang terarah, artinya ada seorang guru yang mengarahkan. Bahkan, saya sendiri, ketika ikut pengajian dulu, guru saya selalu mengatakan hal itu. Ingat, setan itu memang tidak nampak tapi ia nyata. Dan ia, adalah musuh yang nyata bagi manusia! 

Nabi pernah berkata, “Sesungguhnya setan mengalir dalam diri anak Adam melalui aliran darah.” Dengan begitu, mereka akan membisikkan perkara-perkara buruk seolah hal itu terjadi secara normal bagi manusia yang dibisikkannya. Jadi, hati-hatilah bila berilmu tanpa guru. Dan poin pertama adalah benar. 

Untuk poin kedua, maksudnya adalah kita harus menghormati guru. Ada pepatah yang mengatakan 'Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa'. Ya , benar! Guru adalah pahlawan. Pahlawan yang membela negeri saja sangat dihormati, apalagi pahlawan untuk diri sendiri; pahlawan yang menunjukkan kita matahari ketika tubuh hanya terduduk atau terbaring dikegelapan. Tanpa arah.  Saking pahlawan itu berarti, bukankah ada hari pahlawan nasional yang diperingati? Hal itu ada karena guru memanglah sangat berharga. 

Nah, 2. Barangsiapa yang tidak bisa mengambil ahlak syaikh/gurunya, maka tidak akan bermanfaat baginya Kitab dan Sunnah. Maksudnya, segala ilmu yang telah kita pelajari dari seorang guru tidak akan berbekas bagi kita apa bila kita tidak menghargainya, sepele kepadanya dan durhaka kepadanya. Ilmu yang telah kita pelajari tersebut akan hilang dengan sendirinya. Tidak akan bermanfaat bagi hidup kita. Jadi sangat benar, kita harus memuliakan guru, seseorang yang telah memberikan kita ilmu. 

2. Barangsiapa yang mengatakan pada syaikhnya, “Mengapa begitu ?” Maka, tak akan sukses selamanya. Salah! Inibukanlah seperti yang diajarkan Tariqat Naqsyabandiah sebenarnya. Kita boleh saja bertanya kepada guru apabila menurut kita apa yang diajarnya kurang tepat. Kita berhak bertanya. Dan tentu saja, guru akan menjelaskan dengan baik. Kita harus mengikuti perkataan guru, akan tetapi bila ada yang membuat kita bertanya-tanya, jelas saja kita boleh bertanya. Pada saat saya mengikuti tariqat, bahkan saya sedang sakit. Ketika berzikir ada adab duduk yang harus dikerjakan, namun ketika saya berkata pada guru bahwa saya tidak sanggup, beliau berkata tidak mengapa. "Duduklah dengan posisi yang tidak membuat sakit, asal jangan ribut-ribut," katanya. Jangan ribut, karena dalam tariqat kita tak boleh banyak berbicara. (Banyak bicara adalah salah satu sifat mazmumah). 
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
“Jauhilah oleh kalian perkara baru, karena sesuatu yang baru (di dalam agama) adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat”. [Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, Tirmidzi dan Hakim]
Perlu diketahui, Tariqat Naqsyabandiah yang sebenarnya bukalah ajaran baru! Memang, orang awam banyak yang menentang dan mengatakan bahwa ini adalah ajaran sesat, dan inilah yang menjadi sebuah 'keributan' pada suatu hari pada guru kami di sebuah Pesantren. Namun, setelah diluruskan dengan membawa ijazah-ijazah yang beliau miliki, membawa gurunya di Aceh Barat, serta menemui ulama besar lainnya di tempat kami, barulah diterima masyarakat dan diakui bukan sebagai ilmu sesat (bid'ah). 

Tariqat Naqsyabandiah (suluk) sebenarnya adalah ilmu rahasia dari Allah yang diturunkan Jibril kepada Rasulullah dan dilanjutkan kepada Abu bakar. Isi dari tariqat ini adalah ilmu rahasia, yang hanya orang-orang yang mendapatkan tariqat ini dari seorang guru murshid (guru yang memberikan tariqat) yang dapat mempelajarinya. Ada zikir latifah-latifah yang diamalkan, dan setiap amalan harus mendapatkan ijazah terlebih dahulu dari guru, tidak boleh sembarangan. 

Kebetulan saya adalah orang yang suka mengamati. Maka, dari beragam ajaran yang saya dapatkan, saya lihat tidak ada yang melenceng. Di sana, kita hanya mengingat Allah dan meninggalkan segala urusan dunia karena seolah-olah kita telah mati. Oleh karena itulah, sebelum masuk suluk (tariqat naqsyabandiah), kita diwajibkan mandi mayat kita sendiri (seolah-olah kita telah mati), mandi taubat (dari segala dosa) dan mandi nur. Saat itu, reaksi tubuh saya berubah drastis. Seluruh tubuh rasanya sakit, tapi anehnya orang lain tidak begitu. Seolah ada yang rontok dalam tubuh saya, dan itu rasanya sakit. 

Kegiatan yang dilakukan adalah berzikir (Allah-Allah) dalam hati, mengaji, berkekalan wudlu, berpuasa, shalat (sunat hajat, iskarah, sunat-sunat lainnya). Berbuka puasa tidak boleh dengan makanan yang berdarah atau berasal dari hewan (telur, ikan, daging, dll). Dan orang yang memasak pun harus berwudlu terlebih dahulu. 

Yang saya lihat, suluk ini adalah kegiatan yang semua tujuannya untuk membersihkan hati. Sebab, hati yang bersih akan dekat dengan Allah. Tujuan hidup para suluk adalah 'Engkau yang kumaksud yang Allah, tiada yang lain. Keridhaan Engkau yang kutuntut, tiada yang lain.' Jadi, tujuannya semua adalah Allah. Jadi, apa yang salah? 

Di suluk, hati dimandikan dengan zikir untuk membersihkan dari sifat-sifat mazmumah. Sifat-sifat tersebutlah yang diusahakan untuk dihilangkan. Imam Al-Ghazali telah menggariskan sepuluh sifat Mazmumah/tercela  yaitu: 1) Banyak makan 2) Banyak bercakap. 3) Marah. 4) Hasad. 5) Bakhil. 6) Hubbuljah (cintakan kemegahan.) 7) Hubbuddunia (cintakan dunia.) 8) Takabur  9) Ujub dan 10) Riya’ (pamer ).
Jadi, ajaran suluk (tariqat naqsyabandiah) sebenarnya bukanlah ajaran baru. Ajaran ini berasal dari Allah yang diturunkan kepada Malaikat Jibril-Rasulullah-Abu bakar. Namun, begitu banyaknya ajaran sesat saat ini tidak menutup kemungkinan bahwa ajaran ini pun ada yang mengkotorinya. Memasukkan ajaran sesat ke dalamnya. Maka, sebagai calon ahli suluk, kita wajib hati-hati. Anda punya hati bukan? Ia adalah kompas dalam diri Anda yang akan menunjukkan jalan kebenaran. So, apabila ada diragukan oleh hati Anda mengenai tariqat yang akan Anda ikuti, tanyakanlah dulu pada alim ulama di tempat Anda. 
Kritikan berikutnya:
Mereka menulis do’a dengan do’a khusus yang dinukil dari buku Al-Lu’lu wa Al-Marjan Fi Taskhiri Muluki Al-Jann. Dan dalam lapangan pendidikan, perkumpulan ini membangun madarasah khusus untuk kalangan sendiri, mereka didik anak-anak berdasarkan ide-ide kelompoknya, bahkan ada di antaranya yang mengajar di sekolah-sekolah negeri umum, baik jenjang setingkat SMP maupun SMA. Sebagian mereka ada yang berpisah dengan suami dan meminta cerai lewat pengadilan, hal itu terjadi manakala sang suami menyuruh sang istri agar menjauh dari aliran yang sesat ini.

Ini jelas penjelasan sesat! Menurut pemahaman saya, tariqat yang diikuti wanita tersebut memanglah sesat! Namun, bukan lantas tariqat naqsyabandiah adalah sesat adanya. Dalam tariqat naqsyabandiah yang saya ikuti dua minggu yang lalu, tepatnya di Aceh Utara, tidak ditemukan ajaran yang seperti itu. Seorang istri yang tidak mendapatkan izin dari suaminya, tidaklah sah tariqatnya. Ia tidak boleh mengikuti suluk. Tidak diterima! Para suluk juga tidak harus menutup diri dengan khusus berbaur dengan kalangan sendiri bahkan meninggalkan orang-orang yang tidak mengikutinya. Tidak demikian. Para suluk akan kembali pada keluarga, teman dan rekannya setelah masa suluknya selesai. Dan ia, kembali dengan membawa oleh-oleh kebaikan dari sana, yaitu membawa pulang sifat mahmudah dan menghilangkan sifat mazmumah. 

Imam Al-Ghazali r.a. telah menggariskan sepuluh sifat Mahmudah/terpuji yaitu: 1) Taubat . 2) Khauf ( Takut ) 3) Zuhud 4) Sabar. 5) Syukur. 6) Ikhlas. 7) Tawakkal. 8) Mahabbah ( Kasih Sayang ) 9) Redha. dan 10) Zikrul Maut ( Mengingati Mati )

Yang dulunya ia pemarah, pulang dari suluk ia menjadi penyabar. Yang dulunya galak jadi penuh kasih sayang. Dan yang dulunya memiliki hati keras menjadi sering menangis dan takut ketika mengingat Allah dan mengingat kematian. Yang dulunya tidak istiqamah beribadah, menjadi istiqamah. Dan yang dulu tidak berhijab (berhijab tidak menutup dada), menjadi berhijab dengan benar. 

Sungguh ini kenimatan yang cukup besar bagi hamba-hamba yang telah Allah pilihkan (panggil) hatinya untuk mengikuti suluk. Namun, apabila Anda ada niat, lebih baik cari info dulu, supaya tidak mendapatkan ilmu-ilmun sesat. Suluk ini harganya mahal. Sangat mahal. Oleh sebab itulah pengikutnya tak banyak, hanya orang-orang yang Allah pilih saja. Sebab, memilih jalan suluk berarti kita telah memutuskan untuk benar-benar taubat. Maka dari itu biasanya pengikutnya adalah orang tua-tua, jarang ditemukan anak muda. Sebab, anak muda yang masih labil, tentu akan merasa hidupnya tertekan. Ia tak boleh lagi menggosipkan orang, tak boleh lagi menunjukkan auratnya, tak boleh meninggalkan shalatnya, harus senantiasa berzikir dan mengingat Allah. Ia harus berusaha membunuh segala sifat-sifat mazmumah yang ada pada dirinya. 

Mengenai Kesesatan Cara Rabitah Guru

Sudah saya katakan, sebelum saya mengikuti suluk, saya mencari informasi terlebih dahulu. Sempat ragu, karena berbagai postingan yang beredar bahkan lebih banyak yang mengatakan sesat dari pada tidak. Saya juga menemukan tulisan yang mengatakan bahwa ada seseorang yang sakit (kerasukan) ketika ia berzikir (pada tariqatnya). Setelah diteliti, ternyata ia mengikuti tariqat sesat. 

Kesesatan itu terlihat nyata pada cara rabitah guru (membayang wajah guru). Ia selalu mengingat wajah guru bahkan ketika ia sedang berzikir. Ini jelas SALAH! SESAT! Sebab, bagaimana mungkin kita boleh mengingat seorang hamba sedang kita sedang berzikir pada Allah? Jelaslah Allah yang harus kita ingat, bukan hamba. 

Pada tariqat naqsyabandiah yang saya ikuti, tidak demikian. Sebelum kita berzikir (10.000 Allah-Allah), kita harus shalat hajat terlebih dahulu 2 rakaat, setelah itu tawajuk. Kita harus menutup kepala dengan kain sampai wajah tertutup, ini agar ketika mata lahir tertutup maka mata batin terbuka. Setelah itu kita mengingat dosa hingga menangis, merasa diri sangat rendah di hadapan Allah, setelah itu baru mengucapkan istighfar dalam bilangan yang telah ditentukan, setelah itu selawat kepada nabi dalam bilangan yang telah ditentukan, al-fatihan dan dilanjutkan dengan membaca al-ikhlas. Bacaan al-fatihah dan al-ikhlas kemudian pahalanya dihadiahkan kepada roh rasulullah dan roh rohaniah syeh bahauddin naqsyabandiah (pemilik tariqat ini).

Setelah itu baru membayangkan diri meninggal, dikubur, mendapat siksa kubur hingga kiamat. Di sanalah kita rabitah guru, ketika tiada yang bisa membantu. Guru akan datang membantu (apabila ia tidak bisa maka guru akan meminta bantuan kepada gurunya, apabila gurunya tidak bisa maka akan meminta kepada ulama lainnya, hingga berujung pada rasulullah diakhirat nanti). Mengikuti suluk berarti kita telah mengikuti jalan ulama, saling terikat. 

Setelah ditolong barulah kita rabitah guru, meminta kepada Allah agar dengan ufuah guru dapat dibukakan jalan makrifat kepada-Nya. Usai itu, kita baru berzikir, dan di sana tidak boleh membayangkan wajah guru lagi, hanya ada Allah. Allah. Allah dan Allah.... 
Kesimpulannya, Tariqat Naqsyabandiah (suluk) tidaklah sesat! Hanya saja, pelakunya yang terkadang sesat. Asal ajarannya bukanlah sesat, namun seperti agama islam yang kini banyak disesatkan dengan paham-paham lainnya, begitu pula tariqat ini. Untuk lebih jelasnya, mintalah pendapat para alim ulama yang ada di tempa Anda berada, bukan hanya dengan membaca di internet. Sebab, semua orang bisa saja menulis di internet. Orang bodoh akan menelan mentah-mentah, sedang orang bijak akan mencari kebenaran. Jadilah orang bijak untuk hidup Anda. 
Jika salah, atau merasa ini salah.... silahkan dikomentar. Bila saya tak mampu menjelaskan, saya usahakan Anda akan mendapatkan pencerahan dari yang lebih paham. Saya menulis ini hanya untuk meluruskan dan berbagi apa yang saya telah pelajari dan ikuti (bukan hanya mendengar atau melihat, namun langsung mempelajari dan praktik.)

Wallahu'alam. 
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
وَلَا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّىٰ يُؤْمِنَّ …….. وَلَا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتَّىٰ يُؤْمِنُوا
“Dan janganlah kalian nikahi wanita-wanita musyrikah sebelum mereka beriman, ………. Dan janganlah kalian menikahkan (anak perempuan) dengan laki-laki musyrik sebelum mereka beriman ……..”. [Al-Baqarah/2 : 221]
Para pembaca yang dirahmati Allah, jangan melihat seseorang dari sampulnya saja. Jangan langsung percaya seseorang itu buruk dari pandangan sekilas saja. Perempuan yang baik dapat dilihat dan yang tak baik pun dapat dilihat.

Saya tidak bisa menjamin para wanita pengikut tarikat naqsyabandiah adalah tidak musyrik semuanya. Namun perlu diingat kembali, ini bukan ajaran baru dan sesat pada dasarnya. Akan tetapi, pada saat ini, di mana banyak kuman-kuman dajjal yang mencoba merusak islam dan ajarannya, siapa yang dapat terka. Bisa-bisa ajaran yang kita ikuti adalah salah dan menjerumuskan ke dalam kemusyrikikan. Jadi, pakai hati! Hati akan menuntun Anda ke jalan kebenaran. Tariqat naqsyabandiah yang sebenarnya adalah suatu jalan yang mengosong seseorang dari sifat mazmumah ke sifat mahmudah.

Salam. 

Penulis: Widia W 
Admin
Seorang sarjana salah jurusan, penggemar Naruto, hobi membaca komik, nonton Drakor dan Menulis Puisi, Cerpen dan Novel. Pencinta alam dan penggemar Edelweis.

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool