Assalamu'alaikum.... ^_^ Keuntungan, Kerugian, Tahapan, Prosedur dan Pertimbangan Bayi Tabung (Lengkap)

Keuntungan, Kerugian, Tahapan, Prosedur dan Pertimbangan Bayi Tabung (Lengkap)

Keuntungan, Kerugian, Tahapan, Prosedur dan Pertimbangan Bayi Tabung (Lengkap)

Bayi tabung itu adalah proses pembuahan sel telur dan sperma di luar tubuh wanita, dalam istilah kerennya in vitro vertilization (IVF). In vitro adalah bahasa latin yang berarti dalam gelas/tabung gelas (nah nyambung juga kan dengan kata tabung). Dan vertilization adalah bahasa Inggrisnya pembuahan.

Dalam proses bayi tabung atau IVF, sel telur yang sudah matang di ambil dari indung telur lalu di buahi dengan sperma di dalam sebuah medium cairan. Setelah berhasil, embrio kecil yang terjadi di masukkan ke dalam rahim dengan harapan dapat berkembang menjadi bayi.

Proses bayi tabung merupakan proses yang sangat mahal, sehingga hanya beberapa orang saja yang bisa melakukannya sebagai alternatif solusi. Selain itu, masih ada pro dan kontra satif solusi. Selain itu, pro kontra keabsahan cara bayi tabung karena jika dinilai dari agama, banyak pertimbangan yang harus di bereskan sebelum hal ini dilakukan. Maka, tidak semua orang akhirnya memiliki jalur ini.

Beberapa pertimbangan yang harus dilakukan ketika melakukan proses bayi tabung

  • Yakin untuk melakukannya, sehingga memperlancar proses bayi tabung yang akan dilakukan.
  • Menjaga kesehatan tubuh, supaya ketika sperma disuntikkan bisa mengontrol hormone sesuai yang diinginkan dan akan berlangsung selama kurang lebih 3 minggu.
  • Persiapan secara fisik dan mental ketika proses pengeluaran sel telur dari rahim serta proses penyeleksiannya agar bisa mendapatkan sel telur terbaik untuk bakal proses bayi tabung.
  • Persiapan untuk proses injeksi sel telur ke dalam rahim setelah sel telur tersebut dibuahi  dengan menggunakan proses in virro fertilization.
  • Setelah selesai proses injeksi, pihak wanita kembali bersiap mendapatkan suntikan hormon untuk penguatan sel telur selama 17 hari.
  • Persiapan mental apakah proses yang dilakukan membuahkan hasil atau tidak. Jika tidak berhasil maka akan melalui tahapan-tahapan awal kembali.

Beberapa tahapan pada proses bayi tabung

  • Persiapan Petik Ovum (Per-Uvu) dimana proses ini menjadi dua bagian yaitu fase down regulation dan terapi stimulasi. Fase down regulation adalah proses menciptakan keadaan agar indung telur siap menerima terapi stimulasi yang berlangsung antara 2 minggu hingga satu bulan. Setelah itu dilakukan terapi simulasi untuk merangsang pertumbuhan folikel pada indung telur yang paling siap dan matang ketika tiba operasi petik ovum.
  • Tahap kedua adalah operasi petik ovum/Ovum Pick-Up (OPU) untuk mendapatkan indung telur paling matang yang siap dijadikan proses awal bayi tabung.
  • Tahap ketiga adalah tahap yang meliputi dua fase, yaitu transfer embrio dan terapi obat penunjang kehamilan. Fase transfer embrio adalah proses memasukkan dua atau maksimum tiga embrio yang sudah terseleksi ke dalam rahim. Kemudian lanjut dengan terapi obat penunjang kehamilan untuk mempersiapkan rahim bisa membuat embrio bisa berkembang normal.

Prosedur Bayi Tabung
Teknik pembuahan in vitro atau bayi tabung bertujuan untuk memastikan bahwa sel telur dibuahi oleh sel sperma sebelum akhirnya dapat tertanam di dalam rahim. Waktu yang diperlukan secara keseluruhan adalah sekitar tiga minggu. Proses dilakukannya bayi tabung meliputi lima langkah dasar, yaitu:

1. Stimulasi, disebut juga dengan superovulasi.
Pada tahap ini, calon ibu diberikan obat untuk merangsang produksi sel telur. Pada keadaan normal, seorang wanita hanya akan memproduksi satu sel telur setiap bulan. Namun dengan pemberian obat, indung telur dapat menghasilkan beberapa sel telur sekaligus dalam satu bulan. Perkembangan sel telur diawasi secara rutin melalui USG transvaginal dan pemeriksaan kadar hormon. Sel telur diperlukan dalam jumlah banyak,agar kemungkinan berhasil lebih besar. Selain itu, jika lebih, sel telur dapat disimpan, sehingga jika tidak berhasil, proses bayi tabung dapat dicoba kembali tanpa melalui proses ini. Jika pertumbuhan sel telur dirasa cukup, maka calon ibu akan diberi suntikan obat yang mengandung hormon kehamilan.

2. Pengambilan sel telur
Sel telur di dalam indung telur, ditarik keluar satu per satu menggunakan jarum kecil yang diselipkan melalui vagina sampai ke indung telur. Prosedur ini dapat dilakukan tanpa harus dirawat inap. Pada hari yang sama, sperma dari suami juga akan diambil.

3. Inseminasi dan fertilisasi 
Sperma dari suami dan sel telur dengan kualitas baik disatukan dan disimpan di sebuah tempat khusus. Hal ini disebut dengan inseminasi.Sperma biasanya akan membuahi sel telur beberapa jam setelah pencampuran. Ini disebut degan fertilisasi.Jika kemungkinan terjadinya fertilisasi rendah, misalnya pada jumlah sperma yang terlalu sedikit, maka mungkin sperma perlu disuntikkan langsung ke dalam sel telur.

4. Kultur embrio
Sel telur yang telah dibuahi akan mulai mengalami pembelahan dan pertumbuhan. Pada tahap ini, ia disebut dengan embrio. Pertumbuhan embrio dipantau secara rutin untuk memastikan agar tetap normal. Dalam waktu 5 hari, embrio yang normal akan membelah secara aktif dan siap untuk dimasukkan ke dalam rahim.

5. Pemindahan embrio 
Embrio yang sudah siap, dipindahkan ke dalam rahim 3-5 hari setelah pengambilan sel telur dan pembuahan. Embrio dipindahkan melalui selang kecil (kateter) melalui vagina ke dalam rahim. Kehamilan akan terjadi begitu embrio melekat dan tumbuh pada dinding rahim. Embrio yang dimasukkan ke rahim jumlahnya dapat lebih dari satu guna memperbesar keberhasilan.Ini mengapa pada bayi tabung seringkali dapat terjadi kehamilan kembar.Setelah prosedur selesai, calon ibu diminta untuk tirah baring selama enam jam sebelum pulang. Dua minggu sesudahnya dapat dilakukan tes untuk mengetahui apakah prosedur berhasil.

Keuntungan dan Kerugian Metode Bayi Tabung
Selain tidak selalu berhasil, adanya risiko efek samping dan komplikasi juga menghantui mereka yang memilih prosedur bayi tabung dalam upaya memiliki anak.Semua ini rela banyak pasangan, mengingat metode ini layak untuk dicoba.

Berikut keuntungan dan kerugian dari metode bayi tabung:
  1. Angka keberhasilan bayi tabung tergantung pada usia calon ibu. Kemungkinan berhasil makin besar jika wanita berusia di bawah 35 tahun.
  2. Dapat berujung pada kehamilan kembar. Tidak hanya dua, kadang tiga atau dapat juga lebih. Frekuensi kembar dapat mencapai 32%, sedangkan kembar tiga atau lebih frekuensinya sekitar 5%.
  3. Pada kehamilan kembar, risiko bayi lahir prematur dan biaya perawatannya menjadi lebih berat.
  4. Umumnya tidak ditanggungoleh asuransi dan memerlukan biaya besar.
  5. Pada wanita dengan gangguan di saluran telur, tidak perlu menjalani operasi agar dapat hamil.
  6. Tindakan yang aman, baik bagi ibu maupun anak.
Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Program Bayi Tabung
Faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan dalam program bayi tabung tentu saja usia ibu, durasi infertilitas dan subfertilitas, dan faktor lain yang mencerminkan fungsi ovarium, seperti yang dijelaskan pada en.wikipedia.org. Usia wanita saat menjalani program bayi tabung sebaiknya 23 - 39 tahun agar kemungkinan keberhasilannya tinggi.

Sebuah studi di Swedia menyatakan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara stres psikologis dengan keberhasilan program bayi tabung. Mungkin stres tidak berpengaruh terhadap hasil akhir program bayi tabung, tetapi bisa saja program ini mengakibatkan stres dan depresi.

Konsekuensi keuangan akibat program bayi tabung dapat menjadi kecemasan tersendiri. Namun, pengalaman akan infertilitas, ketidaksuburan, dapat menyebabkan stres yang ekstrim menyebabkan depresi.

Dari segi hormonal, ada beberapa hal yang mempengaruhi hasil akhir program bayi tabung, diantaranya: kadar hormon anti- Mullerian (semakin tinggi kadanya, semakin tinggi tingat keberhasilan kehamilan) dan kualitas sperma.

Sedangkan faktor lain yang dapat berpengaruh yaitu:
  • Merokok; dapat mengurangi kemungkinan hidupsebesar 34% dan keguguran sebesar 30%
  • Obesitas; beresiko lebih tinggi mengalami keguguran dibanding dengan diabetes dan hipertensi, juga beresiko mengakibatkan kelainan bawaan pada janin
  • Alkohol dan kafein; kadar rendah alkohol dan kafein dalam tubuh dapat meningkatkan keberhasilan program ini
  • Jumlah embrio; semakin banyak embrio yang ditransfer, semakin besar juga kemungkinan berhasil, tetapi perlu diperhatikan kemungkinan adanya multiple kelahiran
  • Kualitas embrio; semakin sehat embrio, semakin tinggi kemungkinan keberhasilannya
Sumber: http://www.ibudanbalita.net/741/tahap-proses-bayi-tabung.html
Admin
Seorang sarjana salah jurusan, penggemar Naruto, hobi membaca komik, nonton Drakor dan Menulis Puisi, Cerpen dan Novel. Pencinta alam dan penggemar Edelweis.

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool