Assalamu'alaikum.... ^_^ Kala Persalinan (Perbukaan 1 sampai Lahir Plasenta) Lengkap

Kala Persalinan (Perbukaan 1 sampai Lahir Plasenta) Lengkap

Kala Persalinan (Perbukaan 1 sampai Lahir Plasenta) Lengkap
Kala Persalinan (Perbukaan 1 sampai Lahir Plasenta) Lengkap
Kala 1 (dari pembukaan 1 sampai lengkap).
Dimulai bila timbul his dan wanita mengeluarkan lendir yang bercampur darah (blood show) sampai dengan pembuakaan lengkap (10cm). Proses ini terbagi menjadi 2 fase , yaitu :

1. Fase laten
  • Berlangsung selama 8 jam , serviks membuka sampai 3 cm.
  • Dimulai sejak awal kontraksi yang menyebabkan penipisan dan pembukaan serviks secara bertahap.
  • Pembukaan serviks kurang dari 4 cm
  • Biasanya berlangsung di bawah hingga 8 jam
2. Fase aktif
  • Frekuensi dan lama kontraksi uterus umumnya meningkat (kontraksi dianggap adekuat/memadai jika terjadi tiga kali atau lebih dalam waktu 10 menit, dan berlangsung selama 40 detik atau lebih).
  • Serviks membuka dari 4 ke 10 cm, biasanya dengan kecepatan 1 cm atau  lebih per jam hingga penbukaan lengkap (10 cm).
  •  Terjadi penurunan bagian terbawah janin
  •  Berlangsung selama 6 jam dan dibagi atas 3 sub fase, yaitu :Fase akselerasi : dalam waktu 2 jam pembukaan dari 3 – 4 cm. Fase dilatasi maksimal : dalam waktu 2 jam pembukaan berlangsung sangat cepat , dari 4 – 9 cm. Fase deselerasi : pembukaan menjadi lambat lagi , dalam waktu 2 jam pembukaan dari 9 cm menjadi lengkap
Faktor yang mempengaruhi membukanya serviks :
  • Otot-otot serviks menarik pada pinggir ostium dan membesarkannya.
  • Waktu kontraksi, segmen bawah rahim dan serviks diregang oleh isi rahim terutama oleh air ketuban dan ini menyebabkan tarikan pada serviks.
  • Waktu kontraksi, bagian dari selaput yang terdapat di atas kanalis servikalis adalah yang disebut ketuban, menonjol ke dalam kanalis servikalis dan membukanya.
2. Kala II (dari pembukaan lengkap sampai bayi lahir)
Kala II persalinan adalah masa pembukaan lengkap sampi dengan lahirnya bayi. Disebut juga kala pengeluaran atau keluarnya bayi dari uterus melalui vagina.

Perubahan yang terjadi pada kala II :

a)  Kontraksi uterus
  • Lebih kuat , amplitudo 40 – 60 mmhg
  • Lebih lama , 50 – 60 detik untuk satu his
  • Lebih sering , lebih dari 3x dalam 10 menit
b) Fetus
  • Penyaluran O2 pada palsenta akan berkurang dapat menyebabkan :
  • Hipoksia
  • Djj menjadi tidak teratur
  • Kepala masuk rongga , dasar panggul tertekan sehingga timbul reflek
  • mengedan.
c) Otot penyokong kala II
  • Karena ibu mengedan , maka otot pada dinding perut akan berkontraksi.
  • Mengedan optimal dilakukan dengan cara :
  • Paha ditarik dekat lutut
  • Badan fleksi dagu menyentuh dada
  • Gigi bertemu gigi
  • Tidak mengeluarkan suara.
d) Dasar panggul dan organ panggul
  • Vagina jadi tambah luas
  • Otot – otot dasar panggul merenggang
  • Kandung kemih terdorong kearah pubis
  • Uretra terenggang
  • Rectum tertekan
Tanda dan gejala Kala II Persalinan :
  • Ibu merasakan ingin meneran bersamaan dengan terjadinya kontraksi
  • Ibu merasakan makin meningkatnya tekanan pada rektum dan atau vaginanya
  • Perineum terlihat menonjol
  • Vulva-vagina dan sfingter ani terlihat membuka
  • Peningkatan pengeluaran lendir dan darah
Diagnosis kala dua persalinan dapat ditegakkan atas dasar hasil pemeriksaan dalam yang menunjukkan :
  • Pembukaan serviks telah lengkap (10 cm)
  • Biasanya ketuban pecah sendiri; bila pembukaan lengkap tapi ketuban masih positif, maka dilakukan amniotomi
  • Terlihatnya bagian kepala bayi pada introitus vagina
  • UUK biasanya akan memutar ke depan; pada primigravida kala II berlangsung rata-rata 1,5 jam dan pada multipara rata-rata 0,5 jam
Cara melahirkan bayi 

Melahirkan kepala bayi
  • Pimpin ibu meneran saat kepala sudah tampak 5-6 cm depan vulva.
  • Letakkan satu tangan pada kepala bayi agar tidak terjadi defleksi maksimal.
  • Satu tangan lainnya menahan perineum agar tidak terjadi robekan.
  • Usap muka bayi dengan kasa / kain kering untuk membersihkan dari kotoran seperti darah, lendir dan air ketuban.
  • Periksa apakah ada lilitan tali pusat, jika ada lilitan dan tali pusat panjang maka longgarkan melewati kepala bayi, tapi jika tali pusat pendek, klem lalu potong.
Melahirkan bahu dan anggota badan seluruhnya
  • Biarkan kepala bayi mengadakan putaran paksi luar dengan sendirinya.
  • Tempatkan kedua tangan pada sisi kepala dan lehar bayi (secara biparietal).
  • Lakukan tarikan lembut ke bawah untuk melahirkan bahu depan,dan lakukan tarikan lembut ke atas untuk melahirkan bahu belakang.
  • Selipkan satu tangan ke bahu dan lengan bagian belakang bayi sambil menyangga kepala dan selipkan satu tangan lain ke punggung bayi untuk melahirkan bayi seluruhnya (dengan sanggah susur)
  • Letakkan bayi di atas perut ibu dan keringkan bayi.
  • Klem dan potong tali pusat di antara kedua klem.
3.  Kala III (dari bayi lahir hingga plasenta lahir)
Kala III berlangsung dari lahirnya bayi hingga lahirnya plasenta secara lengkap dari dinding uterus. Biasanya plasenta lepas dalam 6 – 15 menit setelah kelahiran bayi dan keluarnya spontan atau dengan tekanan pada fundus uteri. Peneluaran plasenta disertai dengan pengeluaran darah. Pengeluaran plasenta disertai dengan pengeluaran darah 100-200 cc.

Tanda-tanda pelepasan plasenta :
  • Perubahan bentuk dan tinggi fundus.
  • Setelah bayi lahir, dan sebelum miometrium berkontraksi, uterus berbentuk bulat penuh dan tinggi fundus biasanya turun hingga di bawah pusat.
  • Tali pusat memanjang (tanda Ahfeld)
  • Semburan darah tiba-tiba
  • Semburan darah yang tiba-tiba ini menandakan bahwa darah yang terkumpul di antara tempat melekatnya plasenta dan permukaan maternal plasenta ( darah retroplasenter), keluar melalui tepi plasenta yang terlepas.
Tingkat pada Kelahiran Plasenta :
  • Melepas Plasenta dari implantasinya pada dinding uterus
  • Pengeluaran Plasenta dari dalam kavum uteri
  • Pelepasan dapat dimulai dari tengah (sentral, menurut Schultz)
  • Dari pinggir plasenta (marginal, menurut Mathew-Duncan)
  • Serempak dari tengah dan pinggir plasenta
  • Umumnya perdarahan tidak melebihi 400 ml, jika lebih termasuk kasus patologi.
Untuk mengetahui pelepasan plasenta dipakai beberapa prasat yaitu :

1. Perasat Kustner
Tangan kanan meregang atau menarik sedikit tali pusat. Tangan kiri menekan daerah simfisis , bila tali pusat inimasuk kembali kedalm vagina berarti palsenta belu lepas dari dinding uterus. Bila tali pusat tidak masuk kembali kedalam vagina , berarti plasenta telah lepas dari dinding uterus.

2. Persat Strassman
Tangan kanan meregangkan atau menarik sedikit tali pusat. Tangan kiri mengetuk fundus uteri.bila tersa getaran pada tali pusat , berarti tali pusat belum lepas dari tempat implantasi. Bila tidak terasa getaran, berarti tali pusat telah terlepas dari tempat implantasinya.

3. Persat Klein
Ibu disuruh mengedan , bila tali pusat tampak turun kebawah saat mengedan dihentikan maka plasenta telah lepas dari tempat implantasinya.

4. Perasat Crede
Dengan cara memijat uterus seperti memeras jeruk agar palsenta lepas dari dinding uterus. Perasat ini hanya digunakan dalam keadaan terpaksa.

4.  Kala IV (sampai dengan 2 jam plasenta lahir).
Adalah pemantauan melekat terhadap tanda – tanda vital dan jumlah perdarahan harus dilakukan pada 1 – 2 jam setelah plasenta lahir lengkap. Hal ini dimaksudkan agar keadaan ibu post partum dapat dipantau dan bahaya akibat perdarahan dapat dihindari.

Sebelum meninggalkan ibu post prtum, harus diperhatikan 7 yang penting, antara lain :
  • Kontraksi uterus harus baik
  • Tidak ada perdarahan baik dari vagina maupun dari alat genitalia lainnya
  • Plasenta dan selaput ketuban harus sudah lahir lengkap
  • Kandung kemih harus kosong
  • Luka pada perineum telah terawat baik dan tidak ada hematoma
  • Bayi dalam keadaan baik
  • Ibu dalam keadaan baik , nadi dan TD normal tidak ada keluhan sakit kepala
Asuhan dan Pemantauan pada Kala IV

Setelah lahirnya Plasenta :
  • Periksa kelengkapan plasenta dengan teliti apakah lengkap atau tidak untuk menghindari perdarahan.
  • Periksa kontraksi rahim, bila kontraksi rahim tidak bagus dan konsistensi uterus lembek bisa mengakibatkan perdarahan.
  • Evaluasi tinggi fundus dengan meletakkan jari tangan penolong secara melintang antara pusat dan fundus uteri. Fundus uteri harus sejajar dengan pusat atau lebih bawah.
  • Perkirakan kehilangan darah secara keseluruhan.
  • Periksa perineum dari perdarahan aktif. Periksa luka laserasi atau episiotomi, apakah terawat dengan baik dan tidak ada hematome.
  • Evaluasi kondisi ibu secara umum. Pastikan Ibu dalam keadaan baik. Nadi dan Tekanan Darah normal, tidak ada pengaduan sakit kepala tau enek.
  • Pastikan kondisi bayi dalam keadaan baik.
  • Dokumentasikan semua asuhan dan temuan selama kala IV persalinan pada halaman partograf segera setelah asuhan diberikan atau setelah penilaian
Admin
Seorang sarjana salah jurusan, penggemar Naruto, hobi membaca komik, nonton Drakor dan Menulis Puisi, Cerpen dan Novel. Pencinta alam dan penggemar Edelweis.

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool