Assalamu'alaikum.... ^_^ Terapi Cuci Otak Dalam Dunia Kedokteran Untuk Sembuhkan Stroke

Terapi Cuci Otak Dalam Dunia Kedokteran Untuk Sembuhkan Stroke

Terapi Cuci Otak Dalam Dunia Kedokteran Untuk Sembuhkan Stroke
Terapi Cuci Otak Dalam Dunia Kedokteran Untuk Sembuhkan Stroke
Terapi Cuci Otak Dalam Dunia Kedokteran Untuk Sembuhkan Stroke
Terapi cuci otak atau brainwash yang diperkenalkan dokter Spesialis Radiologi Terawan Agus Putranto sebagai terapi penyakit stroke menuai kontroversi. Para ahli saraf berpendapat, terapi cuci otak tidak dapat mengobati penyakit stroke karena alat yang digunakan sebenarnya untuk mendiagnosis. 


Alat yang dipakai dalam terapi cuci otak adalah Digital Substracion Angiography (DSA). Brainwash bukanlah istilah kedokteran. Metode yang digunakan DSA adalah alat diagnostik, sama seperti alat rongen. Jadi bukan untuk terapi.

DSA merupakan alat diagnosis kelainan pembuluh darah di otak yang sangat akurat. Prosedur DSA menggunakan kontras untuk memperjelas gambaran pembuluh darah dan obat heparin untuk mencegah pembekuan darah selama prosedur DSA dilakukan. Melalui DSA, kelainan pembuluh darah di otak bisa diketahui. Setelah itu pasien akan diberi terapi atau pengobatan yang sesuai dengan kelainannya. Jadi, bukan metode DSA yang digunakan untuk terapi stroke.

Untuk menggunakan dasar DSA sebagai alat terapi stroke tentu perlu penelitian dan bukti ilmiah terlebih dahulu. Tidak bisa sembarangan diterapkan untuk mengobati stroke pada manusia. Dari segi etika kedokteran tidak dibenarkan. Kode etik kita sangat berat karena berhubungan dengan kesehatan manusia. Untuk penelitian harus dicoba dulu pada hewan. Pokoknya sangat ketat karena taruhannya nyawa. 

DSA sudah digunakan sejak lama sebagai alat diagnostik. Dunia internasional pun hingga saat ini hanya menyetujui DSA sebagai alat diagnostik, bukan untuk pencegahan maupun pengobatan. 

Pasien stroke yang semula kesulitan berjalan dan berbicara, begitu bertemu dr Terawan Agus Putranto Sp. Rad (K) memiliki perubahan yang signifikan. Pasien tersebut kembali bisa berjalan dan berbicara dengan normal. Bukan sihir, karena dr Terawan menerapkan metode radiologi intervensi dengan memodifikasi DSA (Digital Subtraction Angiogram).

Seperti apa metodenya? Sebenarnya dr Terawan hanya memodifikan DSA yang sudah berkembang sejak tahun 90-an dengan tujuan meningkatkan keamanan pada pasien dari ancaman paparan radiasi, lantaran jumlah radiasi dapat diredam hingga 1/40 dari jumlah radiasi biasa yang dilakukan di luar negeri. Metode ini juga ramah pada ginjal pasien.

Metode dimulai dengan pemeriksaan detail. Dilakukan brain chek-up dengan MRI, neurologi. Ada kelengkapan neurofisiologis dan juga neurobehaviour karena ini berkait dengan tindakan untuk mengetahui ada kelainan apa di otak. 

Saat melakukan metode ini, dr Terawan tidak sendiri melainkan juga melibatkan dokter spesialis yang lain seperti ahli endokrin dan juga penyakit dalam. Dengan demikian langkah yang diterapkan pada pasien benar-benar tepat dan aman. Sebab menurutnya tidak semua kasus mendapatkan metode ini, tergantug pada kondisi pasien.

Radiasi diturunkan dengan dosis radiasi yang biasanya di atas 300 miligray hanya jadi 25 miligray. Kontras 100 cc hanya jadi kurang dari 10 cc agar tidak bahayakan ginjal," imbuh pria yang juga Direktur RSPAD ini.

Teknik DSA dilakukan dengan memasukkan kateter ke dalam pembuluh darah melalui pangkal paha. Ini dilakukan untuk melihat apakah ada penyumbatan pembuluh darah di area otak. Karena penyumbatan bisa mengakibatkan aliran darah jadi macet sehingga saraf tubuh tidak bisa bekerja dengan baik. Kondisi ini umum terjadi pada pasien stroke.

Saat ini RSPAD dalam sehari rata-rata menerima pasien 35 pasien dalam sehari yang mendapat perawatan dengan metode DSA. Tindakan umumnya dilakukan dalam kurun waktu 25 menit. Biayanya memang cukup mahal yakni Rp 30-40 juta. Namun dengan efisiensi yang didapat, harganya dirasa sebanding.

Efek samping harus selalu diperhatikan, makanya semua pasien terus dimonitor. Sejauh ini masih terus berdoa agar tidak muncul efek sampingnya. 

Admin
Seorang sarjana salah jurusan, penggemar Naruto, hobi membaca komik, nonton Drakor dan Menulis Puisi, Cerpen dan Novel. Pencinta alam dan penggemar Edelweis.

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool