Assalamu'alaikum.... ^_^ Makalah Tanda Bahaya Kehamilan Lengkap

Makalah Tanda Bahaya Kehamilan Lengkap

Makalah Tanda Bahaya Kehamilan Lengkap
BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar belakang

Makalah Tanda Bahaya Kehamilan LengkapTanda bahaya kehamilan harus dikenali dan terdeteksi sejak dini sehingga dapat  ditangani  dengan  benar  karena  setiap  tanda  bahaya  kehamilan  bisa mengakibatkan  komplikasi  kehamilan.

Berdasarkan penelitian, telah diakui saat ini bahwa setiap kehamilan dapat memiliki potensi dan membawa risiko bagi ibu. WHO memperkirakan sekitar 15% dari seluruh wanita hamil akan berkembang menjadi komplikasi yang berkaitan dengan kehamilannya dan dapat mengancam jiwanya. Bidan sebagai pemberi pelayanan kebidanan akan menemukan wanita hamil dengan komplikasi-komplikasi yang mungkin dapat mengancam jiwa.

Oleh karena itu, bidan harus dapat mendeteksi sedini mungkin terhadap tanda-tanda bahaya pada ibu hamil yang mungkin akan terjadi, karena setiap wanita hamil tersebut beresiko mengalami komplikasi. Yang sudah barang tentu juga memerlukan kerjasama dari para ibu-ibu dan keluarganya, yang dimana jika tanda-tanda bahaya ini tidak dilaporkan atau tidak terdeteksi, dapat mengakibatkan kematian ibu.

Kematian  ibu yang terjadi pada  waktu   kehamilan 90%  disebabkan   oleh   komplikasi   obstetric,  yang  sering  tidak  diramalkan pada  saat  kehamilan. Komplikasi  obstetri  secara  langsung  adalah Perdarahan,  infeksi dan  eklamsia. Secara  tidak  langsung  kematian  ibu  juga dipengaruhi  oleh   keterlambatan  ditingkat  keluarga   dalam   mengenali   tanda  bahaya  kehamilan   dan   membuat keputusan  untuk   segera   mencari  pertolongan.  Keterlambatan   dalam   mencapai   fasilitas   kesehatan   dan  pertolongan   difasilitas   pelayanan kesehatan.

Angka kematian  ibu di  Indonesia masih yang tertinggi di ASEAN. Angka  kematian ibu di Indonesia  menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI)  tahun 2005 sebesar 262  per 100.00  kelahiran  hidup.  Tahun 2007   Angka Kematian Ibu  (AKI) sebesar 248 per 100.000  kelahiran  hidup (Andra,  2007) Angka  Kematian   Ibu  di Jawa  Tengah  tahun   2003-2007 sebesar  101,36   per 100.000   kelahiran   hidup. Pada tahun 2010 diharapkan AKI menjadi  125 per 100.000  kelahiran  hidup. Tanda  bahaya  kehamilan   harus  dikenali dan terdeteksi sejak dini sehingga  dapat ditangani dengan  benar   karena  setiap   tanda bahaya  kehamilan  bisa  mengakibatkan  komplikasi  kehamilan.  Tanda  bahaya  kehamilan antara lain: perdarahan pervaginam,  bengkak pada muka atau  tangan yang  disertai  sakit  Kepala yang  hebat,  penglihatan  kabur  dan  kejang, nyeri  abdomen Bagian  bawah, mual  muntah berlebihan, demam  tinggi,  janin   kurang   bergerak   seperti  biasanya  dan  ketuban   pecah   dini.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Pengertian Tanda Bahaya Kehamilan

Tanda bahaya kehamilan adalah suatu kehamilan yang memiliki suatu tanda bahaya atau risiko lebih besar dari biasanya (baik bagi ibu maupun bayinya), akan terjadinya penyakit atau kematian sebelum maupun sesudah persalinan (Tiran, 2007).

Tanda-tanda bahaya pada kehamilan adalah tanda-tanda yang terjadi pada seorang Ibu hamil yang merupakan suatu pertanda telah terjadinya suatu masalah yang serius pada Ibu atau janin yang dikandungnya.Tanda-tanda bahaya ini dapat terjadi pada awal kehamilan Sedangkan menurut uswhaya 2009, Tanda-tanda bahaya  kehamilan adalah gejala yang menunjukkan bahwa ibu dan bayi dalam keadaan bahaya.
           
2.2.  Macam– macam tanda bahaya kehamilan

a.  Keluar darah dari jalan lahir

Perdarahan  vagina dalam kehamilan adalah jarang yang normal. Pada masaawal sekali kehamilan, ibu mungkin akan mengalami perdarahan yang sedikit atau spotting disekitar waktu pertama haidnya. Perdarahan  ini adalah pendarahan implantasi, dan ininormal terjadi. Pada waktu  yang  lain dalam kehamilan, perdarahan ringan mungkin pertandadari servik yang rapuh atau erosi. Perdarahan semacam ini  mungkin normal atau mungkinsuatu tanda adanya infeksi.Pada awal kehamilan, perdarahan yang tidak normal adalah yang merah, perdarahan yang  banyak, atau  perdarahan dengan nyeri. Perdarahan ini dapat berarti abortus, kehamilan  mola atau kehamilan ektopik. Pada kehamilan lanjut, perdarahan yang tidaknormal adalah merah, banyak, dan kadang -kadang, tetapi tidak selalu, disertai dengan rasanyeri. Perdarahan semacam ini bias berarti plasenta previa atau abrupsio plasenta(Pusdiknakes, 2003).

b.  Keluar air ketuban sebelum waktunya

Yang dinamakan ketuban pecah dini adalah  apabila  terjadi sebelum persalinan  berlangsung  yang disebabkan  karena berkurangnya  kekuatan   membran  atau   meningkatnya   tekanan  intrauteri atau oleh  kedua  faktor  tersebut,  juga  karena  adanya  infeksi  yang  dapat  berasal  dari  vagina  dan servik  dan   penilaiannya  ditentukan  dengan adanya cairan  ketuban  di vagina. Penentuan cairan ketuban  dapat dilakukan dengan tes lakmus (nitrazintest) merah menjadi biru (Saifuddin, 2002).
   
c.  Kejang

Pada umumnya kejang didahului oleh makin memburuknya keadaan danterjadinya gejala -gejala sakit kepala, mual, nyeri ulu hati sehingga muntah. Bila semakin berat, penglihatan semakin kabur, kesadaran menurun kemudian kejang. Kejang dalamkehamilan dapat merupakan gejala dari eklampsia.

d.  Gerakan janin tidak ada atau kurang (minimal 10 kali dalam 12 jam)

Ibu mulai merasakan gerakan bayi selama bulan ke-5 atau ke-6. Beberapa  ibu dapat  merasakan gerakan bayinya lebih awal. Jika bayi tidur  gerakannya  akan  melemah. Bayi  harus  bergerak paling sedikit 3 kali  dalam 1 jam  jika  ibu  berbaring   atau  beristirahat  dan jika ibu makan  dan  minum dengan baik.

e.  Demam Tinggi

Ibu  menderita  demam  dengan  suhu tubuh >38ºC  dalam kehamilan merupakan  suatu  masalah. Demam  tinggi  dapat  merupakan  gejala  adanya  infeksi  dalam kehamilan.  Penanganan demam antara  lain  dengan  istirahat  baring, minum  banyak  dan mengompres  untuk   menurunkan  suhu (Saifuddin,2002). Demam  dapat disebabkan  oleh  infeksi  dalam kehamilan yaitu masuknya mikroorganisme  pathogen  ke dalam  tubuh wanita hamil  yang kemudian  menyebabkan  timbulnya tanda  atau  gejala-gejala penyakit. Padainfeksi berat dapat terjadi demam dan gangguan fungsi organ vital. Infeksi dapat terjadiselama kehamilan, persalinan dan masa nifas.

f.  Nyeri  perut yang  hebat

Nyeri  abdomen yang tidak berhubungan  dengan  persalinan  normal  adalah  tidak normal. Nyeri abdomen  yang mungkin  menunjukkan  masalah yang mengancam  keselamatan  jiwa  adalaH yang   hebat,  menetap, dan tidak  hilang setelah  istirahat. Hal  ini  bisa  berarti  appendiksitis, kehamilan ektopik, aborsi, penyakit  radang  pelviks,  persalinan  preterm,  gastritis,  penyakit kantong  empedu, iritasi uterus, abrupsi placenta, infeksi  saluran  kemih  atauinfeksi  lainnya .

g. Sakit kepala yang hebat

Sakit kepala bisa terjadi selama kehamilan, dan seringkali merupakanketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan. Sakit kepala yang menunjukkan suatumasalah yang serius adalah sakit kepala hebat yang menetap dan tidak hilang dengan beristirahat. Kadang-kadang dengan sakit kepala yang hebat tersebut, ibu mungkinmenemukan bahwa penglihatannya men jadi kabur atau berbayang. Sakit kepala yang hebatdalam kehamilan adalah gejala dari pre-eklampsia.

h.  Muntah terus dan tidak bisa makan pada kehamilan muda

Mual  dan  muntah  adalah gejala yang sering  ditemukan pada   kehamilan  trimester I.  Mual   biasa terjadi  pada  pagi  hari, gejala ini  biasa terjadi 6 minggu setelah  HPHT  dan  berlangsung selama 10 minggu. Perasaan  mual ini karena  meningkatnya kadar hormoneestrogen  dan HCG  dalam serum. Mual  dan  muntah  yang sampai  mengganggu  aktifitas  sehari-hari  dan  keadaan  umum  menjadi lebih  buruk,  dinamakan  Hiperemesis Gravidarum.

i.  Selaput kelopak mata pucat
Anemia dalam kehamilan adalah kondisi  ibu  dengan keadaan  hemoglobin  di bawah 11gr % pada trimester I dan III, <10,5 gr %  pada trimester II. Nilai tersebut dan perbedaannya dengan wanita tidak  hamil  terjadi  hemodilusi,  terutama  pada trimester II. Anemia dalam  kehamilan  disebabkan oleh  defisiensi  besi  dan  perdarahan akut bahkan  tak  jarang  keduanya saling berinteraksi (Saifuddin, 2002)

2.3. Tanda Bahaya Kehamilan Pada Trimester I, II dan III

a.  Pada Trimester I

Trimester I adalah usia kehamilan 1- 3 bulan atau kehamilan berusia 0 - 12 minggu ,salah satu asuhan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk menapis adanya risiko ini yaitu melakukan pendeteksian dini adanya komplikasi/penyakit yang mungkin terjadi selama hamil muda. Tanda Bahaya Kehamilan Trimester I meliputi :

1.  Perdarahan pervaginam / Perdarahan dari jalan lahir

Perdarahan yang terjadi pada masa kehamilan kurang dari 22 minggu.Perdarahan pervaginam dalam kehamilan adalah cukup normal. Pada masa awal kehamilan, ibu akan mengalami perdarahan yang sedikit (spotting) di sekitar waktu terlambat haidnya. Perdarahan ini adalah perdarahan implantasi dan  normal, perdarahan kecil dalam kehamilan adalah pertanda dari “Friabel cervik”.

Perdarahan semacam ini mungkin normal atau mungkin suatu tanda adanya infeksi.Jika terjadi perdarahan yang lebih (tidak normal) yang menimbulkan rasa sakit pada ibu.Perdarahan ini bisa berarti aborsi, kehamilan molar atau kehamilan ektopik.

Macam macam perdarahan pervaginam
  •  Abortus

Pengeluaran hasil konsepsi pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu dan berat janin kurang dari 500 gram. Tanda-tandanya : perdarahan dengan nyeri abdomen, rasa mulas atau rasa nyeri. Terkadang disertai syok.
  • Kehamilan ektopik

Kehamilan di mana implantasi dan pertumbuhan hasil konsepsi di luar endometrium atau di luar rahim. Tanda-tandanya : perdarahan berwarna coklat tua dan umumnya sedikit, nyeri perut, uterus terasa lembek.
  • Molahydatidos (Hamil Anggur)

Kehamilan abnormal di mana hampir seluruh vili korialisnya mengalami perubahan hidrofik.Tanda-tandanya :perdarahan  berulang, nyeri perut, tidak teraba bagian janin, tidak terdengar DJJ janin

2.  Mual Muntah Berlebihan

a.  Pengertian

Mual (nausea) dan muntah (emesis gravidarum) adalah gejala yang wajar dan sering kedapatan pada kehamilan trimester I. Mual biasa terjadi pada pagi hari, tetapi dapat pula timbul setiap saat dan malam hari.

Gejala gejala ini kurang lebih terjadi 6 minggu setelah hari pertama haid terakhir dan berlangsung selama kurang lebih 10 minggu.Mual dan muntah terjadi pada 60-80 % primigravida dan 40-60 % multigravida.Satu diantara seribu kehamilan, gejala gejala ini menjadi lebih berat. Perasaan mual ini disebabkan oleh karena meningkatnya kadar hormon estrogen dan HCG dalam serum.    

Pengaruh fisiologik kenaikan hormon ini belum jelas, mungkin karena sistem saraf pusat atau pengosongan lambung yang berkurang.Pada umumnya wanita dapat menyesuaikan dengan keadaan ini, meskipun demikian gejala mual muntah yang berat dapat berlangsung sampai 4 bulan.Pekerjaan sehari-hari menjadi terganggu dan keadaan umum menjadi buruk.Keadaan inilah disebut hiperemisis gravidarum.Keluhan gejala dan perubahan fisiologis menentukan berat ringanya penyakit. (Sarwono, 2005: 275).

b.  Penanganan Umum

 Mual muntah dapat diatasi dengan:
  • Makan sedikit tapi sering
  • Hindari makanan yang sulit dicerna dan berlemak
  • Jaga masukan cairan, karena cairan lebih mudah ditolelir dari pada makanan padat.
  • Selingi makanan berkuah dengan makanan kering. Makan hanya makanan kering pada satu waktu makan, kemudian makanan berkuah pada waktu berikutnya.
  • Hindari hal hal yang memicu mual, seperti bau, gerakan atau bunyi
  • Istirahat cukup
  • Hindari hal hal yang membuat Anda berkeringat atau kepanasan, yang dapat memicu rasa mual (Curtis, 2000:28)

c.  Komplikasi

Jika muntah terus menerus bisa terjadi kerusakan hati.Komplikasi lainya adalah perdarahan pada retina yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan darah ketika penderita muntah. (Rochjati, 2003:2)

3.  Sakit Kepala Yang Hebat

a.  Pengertian

Sakit kepala yang bisa terjadi selama kehamilan, dan sering kali merupakan  ketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan. Sakit kepala yang menunjukan suatu masalah serius dalam kehamilan adalah sakit kepala yang hebat, menetap dan tidak hilang dengan beristirahat.Terkadang sakit kepala yang hebat tersebut, ibu mungkin menemukan bahwa penglihatanya menjadi kabur atau berbayang.Hal ini merupakan gejala dari pre-eklamsia dan jika tidak diatasi dapat menyebabkan kejang maternal, stroke, koagulopati dan kematian. (Uswhaaya, 2009: 4-5)

Sakit kepala sering dirasakan pada awal kehamilan dan umumnya disebabkan oleh peregangan pembuluh darah diotak akibat hormon kehamilan, khusunya hormon progesteron. Jika ibu hamil merasa lelah, pusing atau tertekan atau pandangan mata bermasalah, sakit kepala akan lebih sering terjadi atau makin parah, jika sebelumnya menderita migrain kondisi ini dapat semakin bermasalah selama 3 sampai 4 bulan pertama kehamilan.

b.  Penanganan Umum
  • Jika ibu tidak sadar atau kejang, segera mobilisasi seluruh tenaga yang ada dan siapkan fasilitas tindakan gawat daruratan.
  • Segera lakukan observasi terhadap keadaan umum termasuk tanda vital (nadi, tekanan darah, dan pernafasan) sambil mencari riwayat penyakit sekarang dan terdahulu dari pasien dan keluarganya. (Saifuddin, 2002 : 33)
  • Komplikasi : Nyeri kepala pada masa hamil dapat merupakan gejala pre-eklampsia, suatu penyakit yang terjadi hanya pada wanita hamil, dan jika tidak diatasi dapat menyebabkan kejang maternal, stroke, koagulopati dan kematian.(Irma, 2002:4)

4.  Nyeri Perut Yang Hebat

a.  Pengertian

Nyeri perut pada kehamilan 22 minggu atau kurang.Hal ini mungkin gejala utama pada kehamilan ektopik atau abortus. (Saifuddin, 2002: 98). Nyeri abdomen yang tidak berhubungan dengan persalinan normal adalah tidak normal. Nyeri abdomen yang mungkin menunjukkan masalah yang mengancam keselamatan jiwa adalah yang  hebat, menetap dan tidak hilang setelah beristirahat. Hal ini bisa berarti apendisitis, kehamilan ektopik, aborsi, penyakit radang pelviks, persalinan preterm, gastritis, penyakit kantong empedu, iritasi uterus, abrupsi plasenta, infeksi saluran kemih atau infeksi lain.

b. Penanganan umum
  • Lakukan segera pemeriksaan umum meliputi tanda vital (nadi, tensi, respirasi, suhu)
  • Jika dicurigai syok, mulai pengobatan sekalipun gejala syok tidak jelas, waspada dan evaluasi ketat karena keadaan dapat memburuk dengan cepat.
  • Jika ada syok segera terapi dengan baik (Saifuddin, 2002: 98)

c.  Komplikasi
Komplikasi yang dapat timbul pada nyeri perut yang hebat antara lain: kehamilan ektopik, pre-eklampsia, persalinan premature,  solusio plasenta,  abortus,  ruptur uteri imminens (Irma,2008:7)

5.  Selaput Kelopak Mata Pucat/ Anemia

a.  Pengertian

Anemia  adalah masalah medis yang umum terjadi pada banyak wanita hamil. Jumlah sel darah merah dalam keadaan rendah, kuantitas dari sel sel ini tidak memadai untuk memberikan oksigen yang dibutuhkan oleh bayi.Anemia sering terjadi pada kehamilan karena volume darah meningkat kira kira 50% selama kehamilan.

Darah terbuat dari cairan dan sel. Cairan tersebut biasanya meningkat lebih cepat dari pada sel- selnya.Hal ini dapat mengakibatkan penurunan hematokrit (volume, jumlah atau persen sel darah merah dalam darah).Penurunan ini dapat mengakibatkan anemia.

b.  Penanganan

Anemia dapat ditangani dengan minum tablet zat besi dan istirahat cukup. (Curtis, 2000: 47).

c.  Komplikasi

Komplikasi anemia dalam kehamilan memberikan pengaruh langsung terhadap janin sedangkan komplikasi pada kehamilan trimester I yaitu anemia dapat menyebabkan terjadinya missed abortion, kelainan kongenital, abortus/keguguran. (Ayurai, 2009: 4).

d.  Pengaruh anemia terhadap kehamilan

Bahaya selama kehamilan
  • Dapat terjadi abortus
  • Persalinan prematuritas
  • Hambatan tumbuh kembang janin dalam rahim
  • Mudah terjadi infeksiaman dekompensasi kordis (Hb < 6 gr%)
  • Mola hidatidosa
  • Hiperemesis gravidarum
  • Perdarahan antepertum
  • Ketuban pecah dini (KPD)

Bahaya saat persalinan
  • Gangguan his, kekuatan mengejan
  • Kala pertama dapat berlangsung lama, dan terjadi partus terlanta
  • Kala ke dua berlangsung lama sehingga dapat melelahkan dan sering memerlukan tindakan operasi kebidanan.
  • Kala uri diikuti retensio plasenta, dan perdarahan pospartum karena atonia uteri.
  • Kala empat dapat terjadi perdarahan postpartum sekunder dan atonia uteri

Pada kala nipas
  • Terjadi subinvolusi uteri menimbulkan perdarahan postpartum
  • Memudahkan infeksi puerperium
  • Pengeluaran ASI berkurang
  • Terjadi dekompensasi koris mendadak setelah persalinan
  • Anemia kala nipas
  • Mudah terjadi infeksi mamae

Bahaya terhadap janin
  • Abortus
  • Terjadi kematian intrauteri
  • Persalinan prematuritas tinggi
  • Berat badan lahir rendah
  • Kelahiran dengan anemia
  • Dapat terjadi cacat bawaan
  • Bayi mudah mendapat infeksi sampai kematian perinatal
  • Intligensia

6.  Demam Tinggi

Ibu hamil menderita deman dengan suhu tubuh lebih 38° C dalam kehamilan merupakan suatu masalah. Demam tinggi dapat merupakan gejala adanya infeksi dalam kehamilan.

a).  Penanganan Umum

Demam tinggi dapat ditangani dengan: istirahat baring, minum banyak, kompres untuk menurunkan suhu. (Saiffudin, 2002: 84)

b)   Komplikasi

Komplikasi yang ditimbulkan akibat mengalami demam tinggi antara lain: sistitis (infeksi kandung kencing), pielonefritis Akut (infeksi saluran kemih atas). (Saifuddin, 2002:86)

b.  Tanda Bahaya Trimester II (3 Bulan Kedua / Usia kehamilan 6 Bulan)

Trimester II adalah usia kehamilan 4-6 bulan atau kehamilan berusia 13-28 minggu. Tanda Bahaya   Kehamilan Trimester II meliputi:

1. Bengkak Pada Wajah, Kaki dan Tangan

Oedema ialah penimbunan cairan yang berlebih dalam jaringan tubuh, dan dapat diketahui dari kenaikan berat badan serta pembengkakan kaki, jari tangan dan muka.Oedema pretibial yang ringan sering ditemukan pada kehamilan biasa, sehingga tidak seberapa berarti untuk penentuan diagnosis pre-eklampsia. Hampir separuh dari ibu-ibu akan mengalami bengkak yang normal pada kaki yang biasanya hilang setelah beristirahat atau meninggikan kaki. Oedema yang mengkhawatirkan ialah oedema yang muncul mendadak dan cenderung meluas.

Hampir separuh dari ibu-ibu akan mengalami bengkak yang normal pada kaki yang biasanya muncul pada sore hari dan biasanya hilang setelah beristirahat atau meletakkan kaki lebih tinggi. Bengkak bisa menunjukkan adanya masalah serius jika muncul pada muka dan tangan tidak hilang setelah beristirahat dan diikuti dengan keluhan fisik yang lain. Hal ini bisa merupakan pertanda anemia, gagal jantung atau pre eklamsia.Sistem kerja ginjal yang tidak optimal pada wanita hamil mempengaruhi system kerja tubuh sehingga menghasilkan kelebihan cairan.Ini dapat terlihat setelah kelahiran, ketika pergelangan kaki yang bengkak secara temporer semakin parah. Ini dikarenakan jaringan tambahan yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin selama dalam kandungan tidak lagi dibutuhkan dan akan dibuang setelah sebelumnya diproses oleh ginjal menjadi urin. Oleh karena ginjal belum mampu bekerja secara optimal, kelebihan cairan yang menempuk dihasilkan disekitar pembuluh darah hingga ginjal mampu memprosesnya lebih lanjut.

Terkadang bengkak membuat kulit di kaki di bagian bawah meregang, terlihat mengkilat, tegang dan sangat tidak nyaman.

Kram kaki sering terjadi di malam hari ketika tidur. Kram dihubungankan dengan kadar garam dalam tubuh dan perubahan sirkulasi. Pengobatan cina menganggap kram ada hubungannya dengan kekurangan energi pada darah dan ginjal.

a) Penanganan Umum
  • Istirahat cukup
  • Mengatur diet, yaitu meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung protein dan mengurangi makanan yang mengandung karbohidrat serta lemak
  • Kalau keadaan memburuk namun memungkinkan dokter akan mempertimbangkan untuk segera melahirkan bayi demi keselamatan ibu dan bayi.(Hendrayani, 2009:3)

b)  Komplikasi

Kondisi ibu disebabkan oleh kehamilan disebut dengan keracunan kehamilan dengan tanda tanda oedema (pembengkakan) terutama tampak pada tungkai dan muka, tekanan darah tinggi dan dalam air seni terdapat zat putih telur pada pemeriksaan urin dan laboratorium. (Rochjati, 2003:2)

2.  Keluar Air Ketuban Sebelum Waktunya

Keluarnya cairan berupa air dari vagina setelah kehamilan 22 minggu, ketuban dinyatakan pecah dini jika terjadi sebelum proses persalinan berlangsung. Pecahnya selaput ketuban dapat terjadi pada kehamilan preterm sebelum kehamilan 37 minggu maupun kehamilan aterm.

a)  Penanganan Umum
  • Konfirmasi usia kehamilan, kalau ada dengan USG
  • Dilakukan pemeriksaan inspekulo (dengan speculum DTT) untuk menilai cairan yang keluar (jumlah, warna,bau) dan membedakan dengan urin.
  • Jika ibu mengeluh perdarahan akhir kehamilan (setelah 22 minggu), jangan lakukan, pemeriksaan dalam secara digital.
  • Mengobservasi tidak ada infeksi
  • Mengobservasi tanda tanda inpartu (Saifuddin, 2002: 112)

b)  Komplikasi
  • Perdarahan pervaginam dengan nyeri perut, pikirkan solusio plasenta
  • Tanda tanda infeksi (demam, cairan vagina berbau)
  • Jika terdapat his dan darah lendir, kemungkinan terjadi persalinan preterm (Saifuddin, 2002: 114)

3.  Perdarahan hebat

Perdarahan Masif atau hebat pada kehamilan muda.

4.  Pusing Yang hebat

5.  Gerakan bayi berkurang

Ibu mulai merasakan gerakan bayinya selama bulan ke-5 atau ke-6, beberapa ibu dapat merasakan gerakan bayinya lebih awal. Jika bayi tidur, gerakannya akan melemah. Bayi harus bergerak paling sedikit 3 kali dalam periode 3 jam. Gerakan bayi akan lebih mudah terasa jika berbaring atau beristirahat dan jika ibu makan dan minum dengan baik. Apabila ibu tidak merasakan gerakan bayi seperti biasa, hal ini merupakan suatu risiko tanda bahaya.Bayi kurang bergerak seperti biasa dapat dikarenakan oleh aktivitas ibu yang terlalu berlebihan, keadaan psikologis ibu maupun kecelakaan sehingga aktivitas bayi di dalam rahim tidak seperti biasanya.

c.  Tanda Bahaya Trimester III  (3 Bulan Ketiga / Usia kehamilan 9 Bulan)

Trimester III adalah usia kehamilan 7-9 bulan atau kehamilan berusia 29-42 minggu. Tanda Bahaya Kehamilan Trimester II meliputi:

1. Penglihatan Kabur Penglihatan menjadi kabur atau berbayang

Dapat disebabkan oleh sakit kepala yang hebat, sehingga terjadi oedema pada otak dan meningkatkan resistensi otak yang mempengaruhi sistem saraf pusat, yang dapat menimbulkan kelainan serebral (nyeri kepala, kejang), dan gangguan penglihatan.Perubahan penglihatan atau pandangan kabur, dapat menjadi tanda pre-eklampsia.Masalah visual yang mengidentifikasikan keadaan yang mengancam jiwa adalah perubahan visual yang mendadak, misalnya penglihatan kabur atau berbayang, melihat bintik-bintik (spot), berkunang-kunang.

Selain itu adanya skotama, diplopia dan ambiliopia merupakan tanda-tanda yang menujukkan adanya pre-eklampsia berat yang mengarah pada eklampsia.Hal ini disebabkan adanya perubahan peredaran darah dalam pusat penglihatan di korteks cerebri atau didalam retina (oedema retina dan spasme pembuluh darah). (Uswhaaja, 2009: 5).

a) Penanganan Umum
  • Jika tidak sadar atau kejang. Segera dilakukan mobilisasi seluruh tenaga yang ada dan menyiapkan fasilitas tindakan gawat darurat
  • Segera dilakukan penilaian terhadap keadaan umum termasuk tanda tanda vital sambil menanyakan riwayat penyakit sekarang dan terdahulu dari pasien atau keluarganya.(Saifuddin, 2002: 33)

b)  Komplikasi

Komplikasi yang ditimbulkan antala lain:
  • kejang
  • eklamsia

2.  Gerakan Janin Berkurang

Ibu tidak merasakan gerakan janin sesudah kehamilan 29 minggu atau selama persalinan.

a)  Penanganan Umum

1). Memberikan dukungan emosional pada ibu
2). Menilai denyut jantung janin (DJJ):
  • Bila ibu mendapat sedative, tunggu hilangnya pengaruh obat, kemudian nilai ulang
  • Bila DJJ tidak terdengar minta beberapa orang mendengarkan menggunakan stetoskop Doppler. (Saifuddin, 2002 : 109)

b)  Komplikasi

Komplikasi yang timbul adalah IUFD dan featal distress  3.

3.  Kejang

Pada umumnya kejang didahului oleh makin memburuknya keadaan dan terjadinya gejala gejala sakit kepala, mual, nyeri ulu hati sehingga muntah.Bila semakin berat, penglihatan semakin kabur, kesadaran menurun kemudian kejang. Kejang dalam kehamilan dapat merupakan gejala dari eklamsia

a).  Penanganan
  • Baringkan pada sisi kiri tempat tidur arah kepala ditinggikan sedikit untuk mengurangi kemungkinan aspirasi secret, muntahan, atau darah
  • Bebaskan jalan nafas
  • Hindari jatuhnya pasien dari tempat tidur
  • Lakukan pengawasan ketat (Saifuddin, 2002:34)

b).  Komplikasi

Komplikasi yang dapat timbul antara lain: syok, eklamsia, hipertensi, proteinuria (Saifuddin, 2002:34)

4.  Demam Tinggi

5.  Bengkak pada wajah, kaki dan tanggan

2.4.  Komplikasi yang Ditimbulkan Oleh Tanda Bahaya Selama Masa Kehamilan

Komplikasi tanda bahaya kehamilan :

a.  Perdarahan
Penyebab perdarahan paling sering pada trimester ketiga adalah:
  1. Kelainan letak plasenta.
  2. Pelepasan plasenta sebelum waktunya.
  3. Penyakit pada vagina atau leher rahim (misalnya infeksi). Perdarahan pada trimester ketiga memiliki risiko terjadinya kematian bayi, perdarahan hebat dan kematian ibu pada saat persalinan. Untuk menentukan penyebab terjadinya perdarahan bisa dilakukan pemeriksaan USG, pengamatan leher rahim dan Pap smear.

b.      Persalinan prematur lebih mungkin terjadi pada keadaan berikut:
  • Ibu memiliki kelainan struktur pada rahim atau leher rahim.
  • Perdarahan.
  • Stress fisik atau mental.
  • Kehamilan ganda.
  • Ibu pernah menjalani pembedahan rahim.

c.       Bayi lahir belum cukup bulan.
d.      Bayi lahir dengan berat kahir rendah (BBLR).
e.       Keguguran (abortus).
f.       Persalinan tidak lancar / macet.
g.      Perdarahan sebelum dan sesudah persalinan.
h.      Janin mati dalam kandungan.
i.        Ibu hamil / bersalin meninggal dunia.
j.        Keracunan kehamilan/kejang-kejang. (Firdaus, 2006)

2.5.  Cara Mencegah Tanda Bahaya Selama Masa Kehamilan Pencegahan Tanda Bahaya Kehamilan
  1. Mengenal dan mengetahui ibu-ibu yang termasuk dalam kondisi yang mengalami tanda bahaya dengan adanya pengetahuan ibu-ibu sehingga dapat dilakukan rujukan ke tempat fasilitas yang lebih baik (rumah sakit).
  2. Meningkatkan mutu perinatal care
  3. Menganjurkan setiap ibu hamil kontrol ke BKIA.
  4. Penyuluhan oleh bidan desa terhadap kesehatan ibu, bayi serta penyakit yang dapat diderita oleh ibu selama kehamilan secara aktif.
  5. Bidan desa harus bertempat tinggal di desa yang ditugaskan yang merupakan ujung tombak tentang kesehatan ibu di desa yang ditempatinya.
  6. Dengan memeriksakan kehamilan sedini mungkin dan teratur ke Posyandu, Puskesmas, Rumah Sakit, paling sedikit 4 kali selama masa kehamilan.
  7. Dengan mendapatkan imunisasi TT 2X.
  8. Bila ditemukan kelainan saat pemeriksaan harus lebih sering dan lebih intensif.
  9. Makan makanan yang bergizi yaitu memenuhi 4 sehat 5 sempurna. (Rachmat, 2007)

BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan

Bidan harus dapat mendeteksi sedini mungkin terhadap tanda-tanda  bahaya  pada  ibu hamil yang mungkin akan terjadi, karena setiap wanita hamil tersebut beresiko mengalami komplikasi. Yang sudah barang tentu juga memerlukan kerjasama dari para ibu-ibu dan keluarganya,  yang  dimana jika tanda-tanda bahaya ini tidak dilaporkan atau tidak terdeteksi, dapat mengakibatkan kematian ibu.

Tanda-tanda  bahaya yang  harus  diwaspadai  selama kehamilan antara lain: Perdarahan, pervaginam, Sakit kepala yang hebat, Penglihatan kabur, Bengkak pada muka dan tangan, Keluar cairan pervaginam,  Nyeri/ sakit  perut  yang  hebat, Gerakan  janin  tidak terasa.

Tanda-tanda bahaya pada kehamilan adalah tanda-tanda yang terjadi pada seorang  Ibu hamil yang merupakan suatu pertanda telah terjadinya suatu masalah yang serius pada Ibu atau janin yang dikandungnya.  Tanda-tanda bahaya ini dapat terjadi pada awal kehamilan (hamil muda) atau pada pertengahan atau pada akhir kehamilan (hamil tua).

3.2  Saran
  1. Selalu makan makanan yang mengandung gizi seimbang agar kebutuhan nutrisi ibu hamil dan janin dapat terpenuhi
  2. Lakukan pemeriksaan secara rutin dan berkala agar kesehatan ibu hamil dan janin dapat terpantau
  3. Segera periksakan kesehatan kandungan jika terjadi salah satu atau lebih dari gejala tanda bahaya kehamilan yang mungkin terjadi.

DAFTAR PUSTAKA

Ananta. 2009. Permasalah Pada Kehamilan Muda. Jakarta : Rineka Cipta

Kurniawan. 2008. Bahaya Yang Sering Terjadi Pada Kehamilan Muda. http://www.info-cyber-neth.com.id diakses tanggal 15 Maret 2010

Curtis,G.B.2002. Tanya Jawab Seputar Kehamilan. Jakarta.

Hanifa, W. 2007. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka

Kusmiyati, Y. DKK. 2008. Perawatan Ibu Hamil. Jakarta

Prawirohardjo, 2001. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta. Yayasan Bina Pustaka
http://fendygoo.blogspot.co.id/2015/05/makalah-tanda-bahaya-kehamilan.html
Admin
Seorang sarjana salah jurusan, penggemar Naruto, hobi membaca komik, nonton Drakor dan Menulis Puisi, Cerpen dan Novel. Pencinta alam dan penggemar Edelweis.

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool