Assalamu'alaikum.... ^_^ Materi Kebutuhan Oksigenasi

Materi Kebutuhan Oksigenasi

Materi Kebutuhan Oksigenasi

1. Definisi  Kebutuhan Oksigenasi

Oksigen memegang peranan penting dalam semua proses tubuh secara fungsional. Tidak adanya oksigen akan menyebabkan  tubuh secara fungsional mengalami kemunduran atau bahkan dapat menimbulkan kematian. Oleh karena itu, kebutuhan oksigen merupakan kebutuhan yang paling utama dan sangat vital bagi tubuh.

Kebutuhan oksigenasi merupakan salah satu kebutuhan dasar pada manusia yaitu kebutuhan fisiologis. Pemenuhuan kebutuhan oksigenasi ditujukan untuk menjaga kelangsungan metabolisme sel tubuh, mempertahankan hidupnya, dan melakukan aktivitas bagi berbagai organ atau sel.

2. Sistem Tubuh yang Berperan dalam Kebutuhan Oksigenasi

Saluran pernapasan bagian atas
  • Hidung, proses oksigenasi diawali dengan masuknya udara melalui hidung. 
  • Faring, merupakan pipa berotot yang terletak dari dasar tengkorak sampai dengan esophagus.
  • Laring, merupakan saluran pernapasan setelah faring.
  • Epiglotis, merupakan katup tulang rawan yang bertugas menutup laring saat proses menutup.
Saluran pernapasan bagian bawah
  • Trakhea, merupakan kelanjutan dari laring sampai kira-kira ketinggian vertebrae torakalis kelima.
  • Bronkhus, merupakan kelanjutan dari trakhea yang bercabang menjadi bronchus kanan dan kiri.
  • Bronkiolus, merupakan saluran percabangan setelah bronchus.
  • Alveoli, merupakan kantung udara tempat terjadinya pertukaran oksigen dengan karbondioksida.

Paru-Paru (Pulmo)
Paru-paru merupakan organ utama dalam system pernapasan.

3. Proses Oksigenasi

Proses pemenuhan kebutuhan oksigenisasi di dalam tubuh terdiri atas tiga tahapan;

1. Ventilasi
Proses ini merupakan proses keluar dan masuknya oksigen dari atmosfer ke dalam alveoli atau dari alveoli ke dalam atmosfer.

Proses ventilasi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor :
  • Adanya konsentrasi oksigen di atmosfer
  •  Adanya kondisi jalan napas yang baik
  • Adanya kemampuan toraks dan alveoli pada paru-paru dalam melaksanakan ekspansi atau kembang kempis.
Pusat pernapasan, yaitu medulla oblongata dan pons, dapat dipengaruhi oleh ventilasi.

2. Difusi
Merupakan pertukaran antara O2 (oksigen) dari alveoli ke kapiler paru- paru dan CO2 (karbondioksida) dari kapiler ke alveoli. Proses pertukaran ini dipengaruhi oleh beberapa faktor :
  • Luasnya permukaan paru-paru
  • Tebal membran respirasi/permeabilitas yang terdiri atas epitel alveoli dan interstisial.
  • Perbedaan tekanan dan konsentrasi O2.
  • Afinitas gas yaitu kemampuan untuk menembus dan saling mengikat Haemoglobin.
3. Transportasi
Transportasi gas merupakan proses pendistribusian antara O2 kapiler ke jaringan tubuh dan CO2 jaringan tubuh ke kapiler. Pada proses transportasi, O2 akan berikatan dengan Hb membentuk oksihemoglobin (97%) dan larut dalam plasma (3%). Sedangkan CO2 akan berikatan dengan Hb membentuk karbominohemoglobin (30%), larut dalam plasma (5%), dan sebagian menjadi HCO3 berada dalam darah (65%).

Transportasi gas dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya :
  • Kardiak output, dapat dinilai melalui isi sekuncup dan frekuensi denyut jantung. 
  • Kondisi pembuluh darah, latihan dan aktivitas seperti olah raga dan lain-lain.

4. Faktor-faktor  yang mempengaruhi kebutuhan oksigenasi 

a. Saraf otonom
Rangsangan simpatis dan parasimpatis dari saraf otonom dapat mempengaruhi kemampuan untuk dilatasi dan konstriksi. Hal ini dapat terlihat ketika terjadi rangsangan baik oleh simpatis maupun parasimpatis.

b. Hormonal dan obat
Semua hormon termasuk derivat katekolamin yang dapat melebarkan saluran pernapasan.

c. Alergi pada saluran napas
Banyak faktor yang menimbulkan keadaan alergi antara lain debu, bulu binatang, serbuk benang sari bunga, kapuk, makanan dan lain-lain.

d. Faktor perkembangan
Tahap perkembangan anak dapat mempengaruhi jumlah kebutuhan oksigenasi karena usia organ di dalam tubuh seiring dengan usia perkembangan anak.

e. Faktor lingkungan
Kondisi lingkungan yang dapat memengaruhi kebutuhan oksigenasi, seperti faktor alergi, ketinggian dan suhu. Kondisi-kondisi tersebut mempengaruhi kemampuan adaptasi.

f. Faktor perilaku
Perilaku yang dimaksud diantaranya adalah perilaku dalam mengkonsumsi makanan (status nutrisi), aktivitas yang dapat meningkatkan kebutuhan oksigenasi, merokok dan lain-lain.

5. Gangguan/Masalah Kebutuhan Oksigenasi

a. Hipoksia
Hipoksia merupakan kondisi tidak tercukupinya pemenuhan kebutuhan oksigen dalam tubuh akibat defisiensi oksigen atau peningkatan penggunaan oksigen di sel, sehingga dapat memunculkan tanda seperti kulit kebiruan (sianosis). 

b. Perubahan Pola Pernapasan
  • Takipnea, merupakan pernapasan dengan frekuensi lebih dari 24 kali per menit. Proses ini terjadi karena paru-paru dalam keadaan atelektaksis atau terjadi emboli.
  • Bradipnea, merupakan pola pernapasan yang lambat abnormal, ±10 kali per menit. Pola ini dapat ditemukan dalam keadaan peningkatan tekanan intracranial yang di sertai narkotik atau sedatif.
  • Hiperventilasi, merupakan cara tubuh mengkompensasi metabolisme tubuh yang melampau tinggi dengan pernapasan lebih cepat dan dalam, sehingga terjadi peningkatan jumlah oksigen dalam paru-paru. Proses ini ditandai adanya peningkatan denyut nadi, napas pendek, adanya nyeri dada, menurunnya konsentrasi CO2 dan lain-lain.
  • Kussmaul, merupakan pola pernapasan cepat dan dangkal yang dapat ditemukan pada orang dalam keadaan asidosis metabolik.
  • Hipoventilasi, merupakan upaya tubuh untuk mengeluarkan karbondioksida dengan cukup pada saat ventilasi alveolar, serta tidak cukupnya jumlah udara yang memasuki alveoli dalam penggunaan oksigen.
  • Dispnea, merupakan sesak dan berat saat pernapasan. Hal ini dapat disebabkan oleh perubahan kadar gas dalam darah/jaringan, kerja berat/berlebuhan, dan pengaruh psikis.
  • Ortopnea, merupakan kesulitan bernapas kecuali pada posisi duduk atau berdiri dan pola ini sering ditemukan pada seseorang yang mengalami kongesif paru-paru.
  • Cheyne stokes, merupakan siklus pernapasan yang amplitudonya mula-mula naik kemudian menurun dan berhenti, lalu pernapasan dimulai lagi dari siklus baru. Periode apnea berulang secara teratur.
  • Paradoksial, merupakan pernapasan dimana dinding paru-paru bergerak berlawanan arah dari keadaan normal. Sering ditemukan pada keadaan atelektasis.
  • Biot, merupakan pernapasan dengan irama yang mirip dengan cheyne stokes, akan tetapi amplitudonya tidak teratur.
  • Stridor, merupakan pernapasan bising yang terjadi karena penyempitan pada saluran pernapasan. Pada umumnya ditemukan pada kasus spasme trachea atau obstruksi laring.

c. Obstruksi Jalan Napas
Obstruksi jalan napas merupakan suatu kondisi pada induvidu dengan pernapasan yang mengalami ancaman, terkait dengan ketidak mampuan batuk secara efektif. Hal ini dapat disebabkan oleh sekret yang kental atau berlebihan akibat penyakit infeksi, immobilisasi, statis sekresi, serta batuk tidak efektif karena penyakit persarafan seperti cerebro vascular accident (CVA), akibat efek  pengobatan sedative, dan lain-lain.

Tanda klinis :
  • Batuk tidak efektif atau tidak ada
  • Tidak mampu mengeluarkan sekret di jalan napas
  • Suara napas menunjukkan adanya sumbatan
  • Jumlah, irama, dan kedalaman pernapasan tidak normal
d. Pertukaran gas
Pertukaran gas merupakan suatu kondisi pada individu yang mengalami penurunan gas, baik oksigen maupun karbondioksida, antar alveoli paru-paru dan sistem vaskular. Hal ini dapat disebabkan oleh sekret yang kental atau immobilisasi akibat sistem saraf; depresi susunan saraf pusat; atau penyakit radang pada paru-paru. Terjadinya gangguan dalam pertukaran gas ini menunjukkan bahwa penurunan kapasitas difusi dapat menyebabkan pengangkutan O2 dari paru-paru ke jaringan terganggu, anemia dengan segala macam bentuknya, keracunan CO2, dan terganggunya aliran darah. Penurunan kapasitas difusi tersebut antara lain disebabkan oleh menurunnya luas permukaan difusi, menebalnya membrane alveolar kapiler, dan rasio ventilasi perfusi yang tidak baik.

Tanda klinis :
  • Dispnea pada usaha napas
  • Napas dengan bibir pada fase ekspirasi yang panjang
  • Agitasi
  • Lelah, alergi
  • Meningkatnya tahanan vascular paru-paru
  • Menurunnya saturasi oksigen dan meningkatnya PaCO2
  • Sianosis.

6. Tindakan untuk Mengatasi Masalah Kebutuhan Oksigenasi

Latihan napas
Latihan napas merupakan cara bernapas untuk memperbaiki ventilasi alveoli atau memelihara pertukaran gas, mencegah atelektaksis, meningkatkan efisiensi batuk, dan dapat mengurangi stress.

Prosedur Kerja :
  • Cuci tangan
  • Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan
  • Atur posisi (duduk atau terlentang)
  • Anjurkan untuk mulai latihan dengan cara menarik napas terlebih dahulu melalui hidung dengan mulut tertutup.
  • Kemudian anjurkan pasien untuk menahan napas sekitar 1-1,5 detik dan disusul dengan menghembuskan napas melalui bibir dengan bentuk mulut seperti orang meniup.
  • Catat respon yang terjadi
  • Cuci tangan 
Latihan batuk efektif 
Latihan batuk efektif merupakan cara melatih pasien yang tidak memiliki kemampuan batuk secara efektif untuk membersihkan jalan napas (laring, trachea, dan bronkhiolus) dari sekret atau benda asing.

Prosedur Kerja :
  • Cuci tangan
  • Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan
  • Atur posisi dengan duduk di tepi tempat tidur dan membungkuk ke depan
  • Anjurkan untuk menarik napas, secara pelan dan dalam, dengan menggunakan pernapasan diafragma.
  • Setelah itu tahan napas selama ± 2 detik 
  • Batukkan 2  kali dengan mulut terbuka
  • Tarik napas dengan ringan
  • Istirahat
  • Catat respons yang terjadi
  • Cuci tangan
Pemberian oksigen
Pemberian oksigen merupakan tindakan memberikan oksigen ke dalam paru-paru melalui saluran pernapasan dengan alat bantu oksigen. Pemberian oksigen pada pasien dapat melalui tiga cara yaitu melalui kanula, nasal, dan masker. Pemberian oksigen tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan mencegah terjadinya hipoksia.

Persiapan Alat dan Bahan :
  • Tabung oksigen lengkap dengan flowmeter dan humidifier
  • Nasal kateter, kanula, atau masker
  • Vaselin,/lubrikan atau pelumas ( jelly)
Prosedur Kerja :
  • Cuci tangan
  • Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan
  • Cek flowmeter dan humidifier
  • Hidupkan tabung oksigen
  • Atur posisi semifowler atau posisi yang telah disesuaikan dengan kondisi pasien.
  • Berikan oksigen melalui kanula atau masker
  • Apabila menggunakan kateter, ukur dulu jarak hidung dengan telinga, setelah itu berikan lubrikan dan masukkan.
  • Catat pemberian dan lakukan observasi.
  • Cuci tangan
Fisioterapi dada
Fisioterapi dada merupakan tindakan melakukan postural drainage, clapping, dan vibrating pada pasien dengan gangguan sistem pernapasan untuk meningkatkan efisiensi pola pernapasan dan membersihkan jalan napas.

Persiapan Alat dan Bahan :
  • Pot sputum berisi desinfektan
  • Kertas tisu
  • Dua balok tempat tidur (untuk postural drainage)
  • Satu bantal (untuk postural drainage)
Prosedur Kerja :
Postural drainage
  • Cuci tangan
  • Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilaksanakan
  • Miringkan psien ke kiri (untuk membersihkan bagian paru-paru kanan)
  • Miringkan pasien ke kanan (untuk membersihkan bagian paru-paru kiri)
  • Miringkan pasien ke kiri dengan tubuh bagian belakang kanan disokong satu bantal (untuk membersihkan bagian lobus tengah)
  • Lakukan postural drainage ± 10-15 menit
  • Observasi tanda vital selama prosedur 
  • Setelah pelaksanaan postural drainage, dilakukan clapping, vibrating, dan suction.
  • Lakukan hingga lendir bersih
  • Catat respon yang terjadi
  • Cuci tangan
Clapping 
  • Cuci tangan
  • Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilaksanakan
  • Atur posisi pasien sesuai dengan kodisinya
  • Lakukan clapping dengan cara kedua tangan perawat menepuk  punggung pasien secara bergantian hingga ada rangsangan batuk. 
  • Bila pasien sudah batuk, berhenti sebentar dan anjurkan untuk menampung sputum pada pot sputum.
  • Lakukan hingga lendir bersih
  • Catat respon yang terjadi
  • Cuci tangan
Vibrating 
  • Cuci tangan
  • Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilaksanakan
  • Atur posisi pasien sesuai dengan kondisinya
  • Lakukan vibrating dengan menganjurkan pasien untuk menarik napas dalam dan meminta pasien untuk mengularkan napas perlahan-lahan. Untuk itu, letakkan kedua tangan di atas bagian samping depan dari cekungan iga dan getarkan secara perlahan-lahan. Hal tersebut dilakukan secara berkali-kali hingga pasien ingin batuk dan mengeluarkan sputum.
  • Bila pasien sudah batuk, berhenti sebentar dan anjurkan untuk menampung sputum di pot sputum.
  • Lakukan hingga lendir bersih
  • Catat respon yang terjadi
  • Cuci tangan
Pengisapan lendir 
Pengisapan lendir (suction) merupakan tindakan pada pasien yang tidak mampu mengeluarkan sekret atau lendir secara sendiri. Tindakan tersebut dilakukan untuk membersihkan jalan napas dan memenuhi kebutuhan oksegenasi.

Persiapan Alat dan Bahan :
  • Alat pengisap lendir dengan botol yang berisi larutan desinfektan
  • Kateter pengisap lendir
  • Pinset steril
  • Dua kom berisi larutan akuades/NaCl 0,9% dan larutan desinfektan
  • Kasa steril
  • Kertas tisu
Prosedur Kerja :
  • Cuci tangan
  • Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilaksanakan.
  • Atur pasien dalam posisi terlentang dan kepala miring ke arah perawat
  • Gunakan sarung tangan
  • Hubungakan kateter penghisap dengan selang penghisap
  • Hidupkan mesin penghisap
  • Lakukan penghisapan lendir dengan memasukan kateter pengisap ke dalam kom berisi akuades atau NaCl 0,9% untuk mencegah trauma mukosa.
  • Masukkan kateter pengisap dalam keadaan tidak mengisap
  • Tarik lendir dengan memutar kateter pengisap sekitar 3-5 detik
  • Bilas kateter dengan akuades atau NaCl 0,9%
  • Lakukan hingga lendir bersih
  • Catat respon yang terjadi
  • Cuci tangan
ALAT-ALAT OKSIGENASI DAN FUNGSINYA

1. Oxygen mask (oksigen masker)

Aliran oksigen melalui alat ini sekitar 5-8lt/menit dengan koonsentrasi 40-60%.
Cara pemasangan :
  • Terangkan prosedur pada klien
  • Atur posisi yang nyaman pada klien (semi fowler)
  • Hubungkan selang oksigen pada sungkup muka sederhana dengan humidiflier.
  • Tepatkan sungkup muka sederhana, sehingga menutupi hidung dan mulut klien
  • Lingkarkan karet sungkunp kepada kepala klien agar tidak lepas
  • Alirkan oksigen sesuai kebutuhan.  
Fungsi:
  • Tidak berbeda dengan sungkup yang lain, hanya saja pada pemakaian sungkup dengan reservoir non rebreathing ini dapat dicapai tekanan partial oksigen pada inspirasi lebih tinggi yaitu 90 %. Digunakan aliran oksigen 10-12 L/menit
Keuntungan
  • Konsentrasi oksigen lebih tinggi dari nasal kanula
  • system humidifikasi dapat ditingkatkan
Kerugian
  • Umumnya tidak nyaman bagi klien
  • Membuat rasa panas, sehingga mengiritasi mulut dan pipi
  • Aktivitas makan dan berbicara terganggu
  • Dapat menyebabkan mual dan muntah, sehingga dapat menyebabkan aspirasi
  • Jika alirannya rendah dapat menyebabkan penumpukan karbondioksida
2. Nasal kanula/Binasal kanula

Alatnya sederhana dapat memberikan oksigen dengan aliran 1-6lt/menit dan konsentrasi oksigen sebesar 24%-44%.

Cara pemasangan :
  • Terangkan prosedur pada klien
  • Atur posisi klien yang nyaman(semi fowler)
  • Atur peralatan oksigen dan humidiflier
  • Hubungkan kanula dengan selang oksigen ke humidiflier dengan aliran oksigen yang rendah,beri pelicin(jelly) pada kedua ujung kanula.
  • Masukan ujung kanula ke lubang hidung
  • Fiksasi selang oksigen
  • Alirkan oksigen sesuai yang diingiinkan.
Fungsi :
  • Nasal Kanula adalah alat bantu pernafasan untuk menyalurkan oksigen dalam bentuk selang
  • yang bening dan lentur
Keuntungan
  • Toleransi klien baik
  • Pemasangannya mudah
  • Klien bebas untuk makan dan minum
  • Harga lebih murah
Kerugian 
  • Mudah terlepas
  • Tidak dapat memberikan konsentrasi oksigen lebih dari 44%
  • Suplai oksigen berkurang jika klien bernafas lewat mulut
  • Mengiritasi selaput lender, nyeuri sinus
3. Nebulizer Mask
Fungsi nebulizer :
  • Bermanfaat untuk mengatasi masalah dengan saluran pernapasan seperti batuk, pilek atau asma.
  • Untuk mengeluarkan lender/dahak.
  • Pengobatan lewat alat ini lebih efektif dari obat-obatan minum, karena langsung dihirup masuk ke paru-paru, sehingga dosis yang dibutuhkan lebih kecil, otomatis juga lebih aman.
Cara pemakaian :
  • Persiapan Alat Nebulizer
  • Obat pentolin 1 ampul sesuai indikasi
  • Kapas alkohol untuk membersihkan masker nebulizer
Prosedur pelaksanaan
Tahap pra interaksi:
  • Mengecek program terapi
  • Mencuci tangan
  • Menyiapkan alat
Tahap orientasi:
  • Memberi salam kepada pasien
  • Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan
  • Menanyakan kesiapan pasien
Tahap kerja:
  • Jaga privacy klien
  • Mengatur posisi klien dalam posisi duduk
  • Dekatkan troly obat dan peralatan
  • Pastikan alat dalam kondisi baik
  • Bersihkan masker nebulizer dengan kapas alcohol
  • Masukkan obat pentolin sesuai dosis yang telah ditentukan dokter misalnya 1/3 ampul tiap 6 jam
  • Hubungkan nebulizer dengan kontak listrik
  • Hidupkan nebulizer dengan cara menekan tombol on
  • Pastikan uap keluar dari nebulizer
  • Pasangkan masker pada klien, jika klien berumur <1 tahun minta bantuan pada orang tua untuk mempertahankan posisi masker. Sebaliknya pada anak – anak ajarkan dan motivasi untuk memegang sendiri masker dan  bernafas melalui mulut dengan cara ambil nafas lambat, dalam dan kemudian menahan nafas selama beberapa detik pada akhir mengambil nafas
4. Rebreathing Mask
Teknik pemberian oksigen dengan konsentrasi oksigen mencapai 99% dengan aliran 8 – 12 liter/mnt dimana udara inspirasi tidak bercampur dengan udara ekspirasi

Keuntungan :
  • Konsentrasi oksigen yang diperoleh dapat mencapi 100%, tidak mengeringkan selaput lendir.
Kerugian
  • Kantong oksigen bisa terlipat.
  • masker non rebreathing
Admin
Seorang sarjana salah jurusan, penggemar Naruto, hobi membaca komik, nonton Drakor dan Menulis Puisi, Cerpen dan Novel. Pencinta alam dan penggemar Edelweis.

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool