Assalamu'alaikum.... ^_^ Liga Arab, Pahlawan Mandul bagi Suriah: Artikel Admninistrasi Negara

Liga Arab, Pahlawan Mandul bagi Suriah: Artikel Admninistrasi Negara

Liga Arab, Pahlawan Mandul bagi Suriah: Artikel Admninistrasi Negara

Konflik yang terjadi di Suriah, yang belum terselesaikan hingga saat ini adalah masalah legitimasi yang bisa dibilang cukup rumit. Bahkan konflik tersebut sampai ini belum dapat terleraikan.  FSA dan Rezim Assad adalah dua faktor yang sangat berperan dalam masalah ini.  

Adapun masalah paling inti dari konflik tersebut adalah konflik di antara negara-negara maupun pihak yang mendukung serta menentang masing-masing pihak, dan ini diperparah dengan konflik internal di dalam badan FSA itu sendiri. Selain itu, keterlibatan pihak-pihak di luar dari mereka berdua ini pun sangat beragam—mulai dari negara-negara, organisasi internasional kelas global seperti PBB, dan juga organisasi regional Timur-Tengah seperti Liga Arab. Dan tingkat dari keterlibatan mereka pun berbeda-beda, ada yang secara terang-terangan berkata akan membantu, ada yang membantu dalam diam, ada yang memberi bantuan uang, ada yang memberi bantuan military-advisors, dan bantuan dalam bentuk lainnya.

Dari sekian banyak negara yang membantu, banyak yang seperti terlupakan alias tidak tampak. Organisasi yang paling nampak adalah PBB. PBB sendiri adalah organisasi yang beranggotakan negara-negara yang tersebar di seluruh muka bumi. Selain itu, organisasi yang paling tampak adalah Uni-Eropa, yang menyatukan kekuatan dalam Europan-Union. Untuk negara, sorotan terbesar dalam kasus Suriah ini adalah AS, Rusia, China dan Israel. Dan ada satu yang terlupakan di sini, satu negara yang paling berperan dalam membantu Suriah, yang sering kali terlupakan atau tak mendapat sorotan adalah Liga Arab. 

Liga Arab adalah organisasi regional yang seebenarnya sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah ini. Organisasi ini di bentuk untuk membantu kemerdekaan Negara-Negara Arab yang dulu belum pernah merdeka dari penjajahan. Dan setelah semua Negara Arab merdeka, tujuan Liga Arab berkembang menjadi kekuatan/wadah untuk mempersatukan negara-negara Arab dalam segala hal. 

Kendati Liga Arab terdengar begitu hebat, ada satu faktor yang membuatnya seolah tak memiliki kekuatan dalam kasus Suriah. Faktor tersebut adalah ‘kewenangan’ yang tidak memadai. Ini sungguh sangat disesalkan, karena dengan hal ini, Liga Arab seolah mandul dalam menemukan jalan peleraian pada konflik yang berkepanjangan tersebut. 

Kendati demikian, Liga Arab tak pernah mati kutu untuk terus membantu Suriah, maka dari itu, peran Liga Arab mulai dapat dilihat oleh dunia ketika konferensi terakhir di Doha, Qatar. Saat itu, Liga Arab memberika kursi perwakilan Suriah kepada pihak oposisi bukannya kepada pihak Rezim Assad yang secara administratif—pada saat itu—masih memiliki legitimasi sebagai pemerintah di Suriah. Tindakan Liga Arab ini kemudian menimbulkan pertanyaan yang cukup menarik yaitu, “Mengapa Liga Arab melakukan hal semacam itu, apakah motifnya?”

Mengingat bahwa Arab Saudi yang sangat berpengaruh dalam Liga Arab, dan negara ini memiliki hubungan yang cukup baik dengan negara Barat, terutama AS, bisa jadi Liga Arab melakukan hal tersebut dengan motif untuk mengindikasikan dukungan terselubung AS kepada oposisi. Hal ini akan berdampak pada proses perpanjangan tangan—AS memainkan Arab Saudi, dan Arab Saudi akan memainkan Liga Arab. Kata lain adalah, AS akan bersekongkol dengan Liga Arab untuk menyelesaikan masalah Suriah. Jika ini terjadi, maka Suriah tidak lagi menjadi pahlawan mandul. Liga Arab akan menjadi pahlawan super yang memiliki dua buah sayap perkasa untuk membantu Suriah. 

Secara garis besar, sebenarnya masalah Suriah yang tak pernah berakhir ini adalah karena dua faktor, yaitu internal dan eksternal. Untuk faktor internal dapat dilihat seperti yang terurut di bawah ini:
  • Rezim Assad banyak didukung oleh kalangan atas, bahkan kaum Sunni yang berada di level menengah pun berada pada pihak ini. 
  • Kondisi sampai saat ini belum memperlihatkan titik terang, belum ada kestanbilan pergerakan, dalam artian tidak ada dialog antar pihak yang bertikai. 
  • Masalah Sunni-Syiah masih akan terus menjadi titik penting dalam berbagai situasi konfliktual di Timur-Tengah, ini artinya masalah ini tetap akan menjadi point yang memicu konflik di Timur-Tengah atau memberikan isu tambahan pada konflik yang sudah terjadi. 
Untuk masalah eksternal adalah sebagai berikut: 
  • Liga Arab tidak punya power (seolah menjadi pahlawan mandul) untuk memaksa atau pun mengintervensi konflik ini. Karena hal ini, maka Liga Arab hanya tampak sebagai observer, yang hanya dapat bertindak di luar Suriah—tidak bisa memberikan dampak langsung pada kondisi di dalam Suriah. 
  • Bantuan dari organisasi dunia, PBB, terhambar oleh veto dari Rusia dan China. Ini karena dulunya, upaya pembahasan mengenai konflik ini di dalam DK PBB telah di veto oleh Rusia dan China. Akibat dari hal ini adalah tidak ada tindakan dari DK PBB yang menyebabkan konflik semakin berkepanjangan bahkan sampai saat ini. 

Kembali lagi ke Liga Arab, sebenarnya negara-negara Arab yang berada dalam payung Liga Arab memiliki perbedaan ideologi yang terbagi atas dua kubu yaitu Pan-Islamisme dan Pan-Arabisme. Perbedaan ideologi ini adalah dasar terjadinya ketegangan atau pertentangan antara dua pihak. Hal ini karena setiap kubu berkukuh untuk mempertahankan ideologinya. Kubu Pan-Arabisme menginginkan negara-negara Arab bersatu, sedangkan Pan-Islamisme memandang bahwa kemerdekaan negara-negara Arab sudah cukup dan persatuan dalam satu kawasan adalah hal yang baik.

Pertentangan ideologi ini juga dialami oleh Liga Arab dan Suriah yang masih berlangsung sampai saat ini, ketika kasus baru menimpa Suriah—yang menjadi konflik panas yang belum dapat terleraikan. Kendati Liga Arab dan Suriah memiliki konflik internal, Liga Arab tak lepas tangan untuk terus membantu konflik tersebut. 

Liga Arab selalu memantau Suriah dengan cara mengirimkan utusannya ke Suriah, hal ini guna mengetahui bantuan apa saja yang dapat disalurkan ke sana. Namun, hal ini tidak terjadi secara gampang, mengingat Suriah sendiri dengan Liga Arab sudah memiliki konflik tersendiri. Mungkin, ini juga adalah faktor yang menambahkan kelemahan Liga Arab untuk lebih maksimal membantu Suriah. Liga Arab tetap menjadi pahlawan mandul bagi Suriah. 

Admin
Seorang sarjana salah jurusan, penggemar Naruto, hobi membaca komik, nonton Drakor dan Menulis Puisi, Cerpen dan Novel. Pencinta alam dan penggemar Edelweis.

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool