Assalamu'alaikum.... ^_^ Contoh Lembar Kerja : Mengidentifikasi Permasalahan Perkembangan Anak Usia Dini

Contoh Lembar Kerja : Mengidentifikasi Permasalahan Perkembangan Anak Usia Dini

Contoh Lembar Kerja : Mengidentifikasi Permasalahan Perkembangan Anak Usia Dini
1. Tujuan
Setelah peserta mempelajari permasalahan perkembangan anak usia dini, peserta diharapkan mampu:
  • Mengidentifikasi jenis-jenis permasalahan perkembangan anak usia dini di lingkungan sekolahnya
  • Melakukan penanganan/intervensi terhadap permasalahan perkembangan anak usia dini di lingkungan sekolahnya

2. Langkah kerja:
  • Lakukanlah identifikasi permasalahan perkembangan anak usia dini di lingkungan sekolah TK yang saudara bimbing
  • Diskusikan bersama dalam kelompok bagaimana peran pendidik dalam mengatasi permasalahan di sekolah tersebut
  • Coba jelaskan jenis-jenis gangguan atau permasalahan perkembangan fisik motorik, perkembangan bahasa dan psiko-sosial. Bagaimana penanganan terhadap gangguan atau permasalahan tersebut
  • Tuliskan hasil diskusinya berdasarkan perintah di bawah ini:

Jenis-jenis permasalahan perkembangan anak usia dini di lingkungan sekolah Anda
Beberapa permasalahan perkembangan anak usia dini di lingkungan sekolah tempat saya mengajar yaitu, permasalahan fisik yang berkaitan dengan gangguan fungsi panca indera, kegemukan, stereotipik dan malnutrisi; gangguan perkebangan motorik kasar dan halus; gangguan penglihatan; gangguan pendengaran; gangguan berbahasa; permasalahan psiko-sosial.  

Gangguan perkembangan fisik motorik dan penanganannya (minimal 2)
1. Anak belum bisa mewarnai dengan rapi. Ini adalah gangguan motorik halus yang dapat ditangani dengan memberi gambar menarik untuk diwarnai. Biasanya anak akan menyukai kegaitan ini dan bereksperimen dengan menggunakan berbagai macam warna yang tersedia. Pendidik akan mencoba melatih kesabarannya dalam menyelesaikan satu pekerjaan hingga tuntas, sebelum beralih ke pekerjaan lainnya.

2. Anak belum bisa menggambar dengan bentuk yang bermakna. Dalam hal ini, pendidik akan melakukan stimulasi yang diberikan sesuai dengan umur anak. Stimulasi yang diberikan bersifat mudah dan bermakna. Anak akan diajarkan untuk menggambar suatu objek, misalnya ikan sampai bisa dan gambarnya mendekati sempurna, ia juga diarahkan untuk bermain menyusun puzzle sederhana, mencuci tangan sendiri, belajar membaca dan menulis, serta belajar membuka kancing baju sendiri. Stimulasi seperti ini akan berguna bagi anak dengan kasus gangguan pada motorik halus.  
Gangguan perkembangan bahasa dan penanganannya (minimal 2 jenis)
1. Disfasia, yaitu gangguan bahasa yang ditandai dengan kegagalan anak dalam mencapai tahapan perkembangannya sesuai dengan perkembangan bahasa anak normal seusianya.

Penanganan untuk masalah ini adalah dengan pendekatan perilaku, yaitu cara mengatasi masalah dengan melakukan perubahan perilaku berbahasa dan berkomunikasi yang diperlihatkan anak atau behavior modification.

2. Gagap, yaitu gangguan kelancaran atau abnormalitas dalam kecepatan atau irama berbicara (seperti tersedak-sedak). 

Penanganannya dengan pendekatan Task Analysis Approach, yaitu suatu pendekatan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak yang kesulitan berbahsa dengan cara menganalisis arti kata (semantik), struktur kata (sintak dan morphologi) dan fungsi bahasa (pragmatik) secara bertahap dan dalam tugas yang diuraikan secara rinci.  

Gangguan perkembangan psiko-sosial dan penanganannya (minimal 2 jenis)
1. Agresivitas, yaitu kondisi di mana anak  memiliki perasaan-perasaan marah atau permusuhan, dan bahkan melakukan tindakan buruk untuk melukai orang lain, baik dilakukan dengan tindakan kekerasan secara fisik, verbal, menggunakan ekspresi wajah, gerakan tubuh yang mengancam atau merendahkan. 

Penanganan: mengajarkan pada semua anak tentang keterampilan sosial untuk berhubungan dengan orang lain, menciptakan sekolah yang menekan tingkat frustasi atau tekanan pada anak, pemaksaan, situasi di mana anak harus menunggu, diam atau ribut lebih dari 2 menit, menggunakan program kegiatan belajar dengan metode mendongeng, roleplay, dan sosiodrama yang menggunakan boneka untuk mengajari tentang pemecahan masalah tentang kekerasan fisik atau emosional.

2. Temper Tantrum, yaitu luapan emosi yang meledak-ledak dan tidak terkontrol.

Penanganan: Menumbuhkan sikap yang tenang, lemah-lembut, dan tidak mudah terpancing untuk ikut marah pada anak. Mengendalikan kebiasaan-kebiasaan anak, mengetahiu secara pasti pada kondisi-kondisi seperti apa munculnya tantrum serta mengatur pola asuh dan pola didik yang baik bagi orang tua dan juga diri sendiri sebagai pendidik. Ketika tantrum telah berlalu, jangan memberikan hukuman kepada anak, nasehat-nasehat, teguran, sindiriran atau memberikan hadiah apa pun. Berikanlah rasa cinta dan aman kepada anak. Orang tua dianjurkan untuk ikut bekerjasama dengan pendidik guna mengevaluasi prilaku anak.  

Admin
Seorang sarjana salah jurusan, penggemar Naruto, hobi membaca komik, nonton Drakor dan Menulis Puisi, Cerpen dan Novel. Pencinta alam dan penggemar Edelweis.

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool