Assalamu'alaikum.... ^_^ Pengalaman Lucid Dream (Mimpi Aneh)

Pengalaman Lucid Dream (Mimpi Aneh)

Pengalaman Lucid Dream (Mimpi Aneh)
Pengalaman Lucid Dream (Mimpi Aneh)

[Edited : 31 Oktober 2018.
Ini hanya tulisan orang awam, darah muda yang masih gemar berimajinasi dan penasaran. Anggaplah ini hanya cerita rekaan meski pada saat itu saya menulis dengan serius. Dan saat ini, semua yang menjadi misteri (dalam tulisan ini) telah terbuka. Sedikitnya saya mulai paham segalanya.]

Tahun lalu, secara tidak sengaja, saya menemukan artikel tentang meraga sukma, bahasa kerennya adalah Astral Projection. Saya pernah melihat hal ini di adegan Film Manusia Harimau. Di adegan tersebut, pemeran Gumara melepaskan sukmanya untuk mengetahui rahasia tokoh bernama Rindu. Karena memiliki sifat ingin tahu yang besar, saya pun mulai berkeliaran di dunia maya untuk memperdalam pengetahuan yang hanya sekilas saya dapat mengenai hal ini.

Banyak artikel yang menyajikan cara supaya dapat melakukan Astral Projection, dari gampang sampai susah. Dari hanya menggunakan kekuatan pikiran sampai menggunakan bacaan wirid. Sebagai manusia awam yang punya rasa ingin tahu amat besar, saya memilih cara yang pertama untuk mempraktikkan. Karena cara pertama lebih aman. Menggunakan wirid biasanya akan mendatangkan makhluk ghaib yang akan membantu melepaskan sukma. Tentu saja saya takut akan hal itu, bukan hanya makhluk ghaibnya, akan tetapi takut musyrik dan resiko tidak dapat kembali dengan aman ke tubuh (bangun lagi).

Katanya, melakukan Astral Projection dapat dilakukan dengan merilekskan tubuh hingga membuat tubuh tertidur, akan tetapi pikiran masih terjaga. Atau sudah memasuki alam bawah sadar yang amat dalam. Untuk mendapatkan hal itu, kita harus mengatur pernapasan dan menjaga agar tetap sadar meski telah tertidur. Ketika pertama sekali melakukan, saya merasakan seperti melayang. Seolah ada energi halus yang lepas dari tubuh saya, akan tetapi masih setengah terlepas. Sebagian lagi masih di dalam tubuh. Dan, hal itu tidak berlangsung lama, karena pikiran saya menjadi was-was karena takut. Saya pun kembali ke alam sadar.

Meski ada perasaan takut, tapi ada sensasi yang membuat saya seolah menjadikan itu sebagai hobi yang menyenangkan. Saya kembali mempraktikkan itu, akan tetapi tidak selalu dapat merasakan sensasi secara serta merta. Saya perlu fokus dan benar-benar mampu mengkosongkan pikiran untuk dapat merasakan sensasi yang saya sukai itu. Setelah benar-benar rileks, merasakan kantuk yang kuat, barulah sensasi itu ada. Kali ini saya seperti berputar-putar, namun sebenarnya tubuh saya hanya berbaring tidur. Dan setiap kali saya mempraktikkan kegiatan ini, saya selalu kalah untuk mempertahankan pikiran jaga saya. Ujung-ujungnya pasti terlelap. Sudah pasti, sensasi barusan tidak ada perkembangan lanjutan yang lebih amazing jadinya. Akan tetapi, hal ini sangat berguna juga bagi saya. Kegiatan ini terkadang saya jadikan sebagai penolong untuk insomnia saya. Ketika saya berniat untuk Astral Projection, kemudian berbaring dengan rileks, ujung-ujungnya saya akan benar-benar terlelap amat dalam. 

Oke, meski selalu gagal Astral Projection, saya masih mempunyai rasa ingin tahu yang mendunia. Dari artikel yang saya baca, Astral Projection memerlukan latihan yang rutin dan jangan menyerah. Saya benar-benar ingin merasakan bagaimana rasanya jiwa saya berpetualangan tanpa mengenal ruang dan waktu. Tanpa mengenal hukum alam. 

Nah, ketika latihan berikutnya, saya merasakan sensasi yang berbeda. Saya merasakan tubuh halus saya berusaha keluar dari raga. Saya bergetar, seperti menggigil, dan ada rasa sakit di kulit. Layaknya kita sedang mencabut plaster di kulit. Seperti biasanya, badan saya terasa mengeras, tapi kalau saya niatkan bergerak, saya yakin pasti bisa saya gerakkan. Saat itu saya berpikir, "Mungkinkah benar-benar nyawa saya akan keluar?" Meski itu terkesan pertanyaan bodoh, tapi waktu itu saya benar-benar takut (tapi nekat). "Bila nyawa keluar dari raga, rasanya seperti kambing yang kulitnya dilepaskan hidup-hidup," kata Mama saya suatu hari. Karena ungkapan tersebutlah saya berpikir demikian; bahwa rasa sakit yang saya rasakan karena nyawa saya hendak keluar dengan susah payah. Wallahu'alam. Dan lagi-lagi, hal itu tidak berlangsung lama. Saya terpaksa bangun karena rasa takut.

Sejak mengenal teori Astral Projection ini dan mempraktikkannya, ketika hendak tidur, saya selalu merasakan tubuh saya melayang. Ringan. Tapi hanya melayang-layang kecil di atas tubuh kasar saya. Semua terasa seperti itu kecuali kepala. Terkadang, ketika sensasi melayang itu sampai ke kepala, saya rasakan seperti kesadaran hampir hilang. Tapi, ketakutan membuat saya membuka mata, dan kesadaran saya kembali utuh. 

Sebenarnya, sejak kecil saya selalu mengalami tindihan. Katanya, tindihan ini adalah gerbang menuju Astral Projection. Saya masih ingat ketika adik laki-laki paling besar di keluarga saya lahir. Ia lahir di desa terpencil pada malam hari, belum ada listrik, dalam proses persalinannya sangat sulit. Saat itu, saya merasa, almarhum kakek saya bercakap-cakap dengan mereka mengenai kata-kata, "Tiba-tiba." Tiba-tiba apa? Saya heran dengan itu. Waktu itu mungkin saya masih duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar. 

Saya selalu mengaitkan kata 'tiba-tiba' tersebut dengan kedatangan lutung hitam yang mengganggu proses persalinan mama. Kadang-kadang perasaan itu masih dapat saya rasakan hingga sekarang, dan rasanya menakutkan. Saya juga sering tidur dan merasakan hal-hal yang susah saya jelaskan ketika masih kecil. Pokoknya hal itu menakutkan, tidak nyaman. Kata Mama, dulu saya sangat rewel. Maka dari itu, saya sering diayun-ayunkan di atas api yang dibakar kulit bawang, dan saya sering dibawa ke orang pinter untuk dimantrai supaya tak rewel. 

Setelah saya mulai besar, hal-hal seperti itu sedikit hilang. Akan tetapi terkadang saya sering ketindihan. Saya sering merasa ada hawa yang cukup panas berada di samping saya ketika tidur. Karena sering tidur sendiri, untuk dapat mengawasi kiri dan kanan, saya sering tidur terlentang. Itu membuat saya sering diejek oleh saudara, katanya tidur saya seperti mayat. 

Saya masih ingat, ketika kelas 4 SD mungkin, saya bahkan pernah mendengarkan seseorang berbicara di kuping saya dengan bahasa yang saya tak mengerti. Saat itu, saya tidur di samping kamar orang tua, lampu di matikan. Ada seekor anak ayam yang saya masukkan ke dalam kardus, saya letakkan dekat tempat tidur saya. Karena ketakutan yang dahsyat, saya berteriak. Saya bilang ada hantu, tapi orang tua saya tidak percaya. Mereka bilang itu hanya kucing yang mau memakani anak ayam yang saya namai Frengky tersebut. Tapi, saya yakin itu bukan kucing. Dan anehnya, ketika pagi, anak ayam itu benar-benar telah tak ada. Dan orang tua saya tambah meyakini kalau itu adalah kucing. Karena tak sanggup menahan takut, esoknya saya minta untuk pergi ke rumah nenek yang berada di desa lain. Saya tidur di sana hampir seminggu.

Kejadian tindihan terus berlanjut, meski saya sudah tidur seranjang dengan adik saya ketika remaja. Dan masih berlanjut sampai saya kuliah ke Medan. Bahkan, sehari saya di sana, saya melihat sosok perempuan berambut sepinggang, memakai baju singlet, rok selutut warna hitam, duduk di dekat cermin kamar Scabiosa, kamar pertama saya sebelum pindah ke Kutilang. Kala itu magrib, saya baru selesai tugas piket membuang sampah, lampu asrama mati. Saya masuk ke kamar, dan tiba-tiba seperti ada yang bangun dari tempat tidur bagian atas, di sebelah tempat tidur saya. Saya sontak berpaling ke arah itu, dan tak ada seorang pun di sana. Di kamar hanya sada seorang sahabat saya yang sama-sama dari Aceh Utara. Dan dia sedang sholat. Lalu saya kembali melihat lurus ke depan, dan betapa terkejutnya saya. Saya melihat sosok itu duduk persis di dekat teman saya. Ini adalah pertama kalinya saya melihat hal seperti itu. Jadi saya merasa aneh dan merasa bahwa apa yang saya lihat adalah salah lihat. Di sisi lain saya yakin, saya tidak salah lihat. Sosok itu adalah perempuan, dari penampilannya dia adalah nasrani. Karena muslim memiliki peraturan harus memakai rok hitam yang panjang. Saya sempat memperhatikan wajahnya yang samar-samar, seolah saya melihat itu dengan alam bawah sadar. Ketika saya melihat dengan benar-benar sadar, sosok itu tidak ada lagi. 

Malam berikutnya saya mendengarkan suara ibu-ibu mengedan. Karena saya hobi memakai jam tangan, tidak pernah melepaskannya meski ke WC, saya tahu persis pukul berapa kejadian itu. Jam saya menunjukkan pukul tiga dini hari. Pelan-pelan suaran edanan itu menghilang dan berganti dengan suara tangis bayi. Mungkin antara tidur dan sadar, kemudian saya berpikir, "Apakah mungkin RS. Adam Malik memasang Toa untuk ibu-ibu yang melahirkan?" Pertanyaan yang tidak masuk akal! RS Adam Malik dengan kampus lumayan dekat, kira-kira butuh waktu setengah jam ke sana dengan jalan kaki. Sudah pasti, dengan Toa pun suara yang di sana tak terlalu terdengar ke asrama. Esoknya saya menceritakan hal itu kepada teman sekamar. Kata mereka, "Kau hanya mimpi mungkin." Saya mengotot bahwa itu bukan mimpi. Tapi mereka tak percaya. Lalu, dua tahun kemudian, ada yang membahas tentang hal ini, mahasiswa dari kamar lain. Ternyata mereka juga mendengarkannya. Dan terbukti, itu bukan mimpi. 

Beranjak dari itu, saya pernah mengekos sebentar di Banda Aceh setelah tamat kuliah. Suatu malam, ada kejadian aneh. Tiba-tiba penghuni kamar yang ada di depan kami pulang dengan keadaan yang histeris. Dia teriak-teriak malam itu. Saya dan kawan saya sedang tidur dan mematikan lampu. Karena kami penghuni baru, kami memutuskan untuk tidak keluar kamar untuk melihat cewe itu. Lagi pula semua penghuni kamar sedang berada di sana untuk menolongnya, terlalu ramai.

Kami mendengarkan percakapan mereka bahwa si kawan asam lambungnya kumat. Tapi, entah mengapa saya merasakan hawa yang aneh. Teriakan dia seperti membawa hal yang aneh. Setelah itu, dia di bawa ke rumah sakit dan kos menjadi sunyi kembali. Teman saya yang cepat terlelap, langsung tertidur. Dan saya, tidur dengan perasaan yang sedikit kurang nyaman. Lalu tiba-tiba seperti ada binatang panjang melintasi kaki saya. Seperti ular. Tapi, kalau diingat-ingat tidak mungkin ada hal semacam itu di kamar sepetak kami yang hanya ada koper satu. Saya pun mencoba tidur. Dan baru sebentar tidur, tiba-tiba saya merasa ditarik oleh sosok wanita sampai ke atas tubuh saya. Dia berusaha menarik ke atap. Saya sangat takut dan berusaha meneriaki teman saya. Tapi saya tak bisa. Setelah doa-doa dalam hati, akhirnya saya dilepaskan. Saya pun memegang tangan teman saya, tidur menempel dengannya, barulah bisa tertidur kembali. Esoknya saya ceritakan kepada teman saya kejadian yang saya alami. Dia bilang, dia pun merasakan seperti ada binatang yang melitasi kakinya, tapi dia tidak sesensitif saya dengan hal seperti itu, jadinya dia tidur dengan aman. Dan selama saya tidur dengan dia, saya pun selalu tidur tak pernah jauh dari dia. Untungnya dia tak keberatan.

Yah, tadi itu hanya pengalaman-pengalaman masa lalu saya. Ketika umur saya beranjak 23, kejadiannya lain lagi yang terjadi. Tahun 2015, ketika saya mengenal Astral Projection dan mencoba mempraktikkannya, saya merasakan tubuh saya seperti melayang ketika hendak tidur atau terlalu konsentrasi. Mungkin dampak dari hal itu, saya pernah hampir jatuh ketika sedang berjalan. Saat itu dari kamar, saya berjalan hendak keluar. Dan tiba-tiba, saya merasakan seolah saya miring, alias horizontal, meski tidak horizontal total. Apa yang terjadi? Saya tak bisa berjalan, dan cepat-cepat memegang pinggir pintu agar tak jatuh. Seperti lumpuh mendadak. Kata mama saya, mungkin saya kurang darah. Tapi, saya tidak merasakan gejala kurang darah yang ada pada diri saya. Saya yakin, mungkin ini efek dari latihan Astral P. Saya mengalami hal itu dua kali. 

Dan pada tahun 2015 juga, saya mengalami Lucid Dream Experience. Tentu saja, ketika mengalami hal itu pertama sekali saya panik, bingung dan takut luar biasa. Sebelum kejadian itu, saya dan mama membersihkan halaman belakang rumah yang diipenuhi oleh semak belukar yang banyak. Saya melakukan itu sampai benar-benar lelah. Setelah itu, saya masuk dan tidur. Dan tiba-tiba, mata saya terbuka. Hal pertama yang saya lihat adalah setumpuk buku yang ada di ranjang berbeda, di samping ranjang saya. Itu adalah ranjang adik saya, Riski. Lalu saya berjalan dengan amat susah, sangat tertatih-tatih, sampai ke kamar mandi. Saya melihat ada adik saya di situ. Lalu saya membuka mata, ternyata saya masih di ranjang. Tubuh saya sama sekali tidak bisa digerakkan. Saya pun langsung tahu kalau saya sedang bermimpi, serta saya tahu pula sedang tidak tindihan. Bila tindihan, saya pasti akan bermimpi yang seram-seram, dan merinding. Sementara ini, tidak!

Setelah mata tertutup, saya mencoba bangun lagi. Masih seperti tadi, jalan saya sangat susah, saya berjalan keluar kamar. Dan ketika mata terbuka kecil, saya masih tidur. Karena takut, saya mencoba bangun beberapa kali. Saya bangun, berjalan dengan susah seperti tadi, dan terakhir saya juga masih di ranjang. Saya ketakutan. Saya berteriak tapi tidak bisa. Tubuh halus saya (mungkin) bolak-balik keluar, saya sangat lelah. Yang saya rasakan saat itu hanya takut, dan berusaha bangkit. Yang bangkit selalu tubuh halus yang berada di alam mimpi (mimpi yang dapat saya kendalikan). Seandainya diulang waktu, ketimbang takut, mungkin lebih baik saya putuskan untuk menjelajahi alam mimpi. Bisa dibilang, pada saat itu saya baru mau memasuki Lucid Dream, belum memasukinya dengan betul-betul.

Lalu, apa sebenarnya istilah Lucid Dream itu?

Istilah  LUCID berasal dari bahasa Latin “Lux”, artinya “cahaya” dan “dream” artinya mimpi. Dalam bahasa Indonesia Lucid Dream bisa diartikan sebagai “mimpi yang jelas” atau “mimpi cerah”, atau “mimpi terang”. Dalam bahasa saya sendiri, Lucid Dream (LD) disematkan pada mimpi yang kita sadari. Atau kita menyadari kalau kita sedang bermimpi. Kita bisa melakukan apa pun dalam mimpi. Biasanya untuk “pemula”, mereka memiliki keinginan bertemu dengan seseorang yang disukainya. Tapi, sayangnya karena baru pertama saya tidak melalukan hal seperti yang kebanyakan orang inginkan ini. Mungkin untuk kedua kalinya, saya akan coba, pasti menyenangkan dapat melakukan berbagai hal dengannya :D

Nah, di tahun 2016 ini, saya tidak menyangka dapat mengalami hal ini lagi. Padahal praktik Astral Projection hampir terlupakan oleh saya karena banyaknya aktifitas lain yang membutuhkan banyak waktu. Kejadian itu terjadi tepat pada tanggal 25 September. Siang itu saya tidur-tiduran di kamar sambil bermain facebook. Karena bosan saya pun memutuskan untuk tidur, terlebih badan saya agak lemah. Akan tetapi tidur saya tidak nyenyak. Tubuh saya tertidur, mata terpejam, akan tetapi saya masih bisa merasakan segala sesuatu yang terjadi di lingkungan saya.

Adik saya yang pulang dari kede hendak sholat, suara air dari sanyo yang menyala, dan lain-lain, masih bisa saya rasakan. Lalu tiba-tiba saya merasakan badan saya mengeras, tidak bisa saya bangunkan. Mulut saya pun tidak bisa bercakap-cakap. Saya menyadari hal itu setelah tubuh halus (saya merasakan begitu) keluar dari tubuh kasar dan berjalan dengan susah ke pintu kamar. Saya tahu kalau ini hanyalah mimpi, lalu saya membuka kelopak mata yang sangat berat. Tentu saja saya masih di tempat tidur setelah membuka mata. Ketika saya memejamkan mata, tubuh halus itu keluar dan berjalan kembali dengan susah, seolah ia sangat ringan dan agak tak menyentuh lantai. Saya dapat merasakan tubuh halus yang berjalan, dan bisa juga merasakan tubuh kasar yang tak bisa digerakkan di ranjang. Ketika membuka mata, saya masih tidur, dan ketika tutup mata, tubuh halus pasti keluar. Hal itu berulang-ulang beberapa kali.
Kemudian saya merasakan tubuh halus duduk di atas tubuh kasar, saya mencoba menurunkan kaki tubuh halus dari ranjang ke bawah. Tapi, saya tidak dapat melihat tubuh yang duduk itu, saya hanya merasakan bahwa saya sedang duduk. Saya benar-benar dapat merasakan kedua tubuh tersebut. Kemudian saya yakin, satu-satunya cara agar saya bisa bangun adalah disentuh oleh orang lain. Sebab saya sudah memanggil mama tapi tidak bisa. Untungnya adik saya datang dan duduk di samping saya, tapi dia sama sekali tidak menyentuh saya. Kemungkinan dia akan dapat mendengar suara saya jika saya berusaha lebih keras lagi untuk berteriak, tapi tiba-tiba saya masih ingin merasakan sensasi aneh ini lagi. Saya belum mau bangun. Dia pun akhirnya pergi dan saya merasakan kembali tubuh halus saya keluar. Beberapa saat kemudian, karena takut bila tubuh yang keluar bakal pergi dan tidak dapat masuk ke jasad lagi (meski tidak meninggal namun saya akan koma), akhinya saya berusaha bangun. Mungkin saya meniatkan hal itu (lupa pastinya bagaimana), akhirnya saya bangun. Setelah itu, saya kumpulkan kesadaran saya dulu sambil membayangkan peristiwa yang saya alami barusan barulah saya bangkit dan pergi dari kamar.
Malamnya saya Browsing dan menemukan artikel yang sangat menarik, dan saya kutip di bawah ini:

Didasarkan pada pengalaman pribadi, menurut saya Lucid Dream dapat dibagi menjadi dua :

1. Lucid Dream yang disengaja (LDD). 

Kita sebagai pelaku mimpi memang berusaha mendapatkan pengalaman Lucid Dream (LD). Jelang tidur kita berkonsentrasi penuh untuk mencapai LD. Caranya? Mengatur napas, menjaga kesadaran, dan buat “tubuh” kita berguling. Yang dimaksud dengan tubuh disini bukan tubuh kita secara fisik melainkan keinginan yang kuat untuk berguling sementara tubuh kita diam tak bergerak. Pada titik tertentu, yakni batas antara menipisnya kesadaran dan menguatnya keterlelapan tiba, biasanya tubuh kita terasa berguling. Serasa kita lepas dari tubuh. saat itulah kita masuk dalam Lucid Dream. Kita bisa mengatur mimpi sekehendak kita asalkan tidak terlelap lebih dalam atau LD kita terseret pada arus keterjagaan (bangun). Biasanya bila “waktunya” habis terasa kita berpindah kepada mimpi lain yang tidak kita atur atau bangun dari tidur. Biasanya pengalaman Erotic Lucid Dream didapatkan pada LDD, barangkali disebabkan oleh salah satu kebutuhan biologis manusia akan hal itu namun sebaiknya lakukan hal lain yang lebih terhormatšŸ™‚

Seorang narasumber riset saya bercerita,

“Jelang tidur saya konsentrasi untuk terkena tindihan.. Lalu, dalam mimpi saya berada di ruang tamu rumah saya yang lama. Karena tidak mau mengisi mimpi dengan hal-hal jelek maka saya memutuskan untuk shalat Isya dalam mimpi. Saya shalat mulai takbiratul ihram hingga salam. Sebenarnya saya khawatir bila saya keburu bangun seperti biasanya, namun saat itu Alhamdulillah saya bisa menyelesaikan shalat saya tanpa keburu bangun. Bahkan saya masih bisa mengerjakan hal lainnya setelah shalat Isya dalam tidur saya itu”.

2. Lucid Dream yang Tidak Disengaja (LDTD). 

Kita sedang tidur dan bermimpi, tiba-tiba di tengah-tengah mimpi itu kita menyadari bahwa kita sedang bermimpi. Misalkan, kita bermimpi ingin pipis. Saat di kamar mandi kita buka celana namun alangkah kagetnya kita sama sekali tidak bisa membuka kancing celana maupun risletingnya, seolah-olah licin bahkan tak tersentuh. Saat itulah kita sadar bahwa kita sedang bermimpi dan berusaha “mengembalikan” diri kita yang sedang berada di kamar mandi untuk kembali ke kamar dan bangun.

Bagaimana dengan anda, pernahkah mengalami “sadar sedang bermimpi”? Mungkin anda pernah bermimpi terbang dan andalah yang mengendalikan mimpi itu? Anda sadar sedang bermimpi. Anda terbang mulai dari jalan menuju atap-atap rumah, lalu lebih tinggi lagi anda mengangkasa hingga sampailah di perbukitan indah nan tenang dan syahdu. Anda terbang di atas pepohonan cemara hijau dan putuskan untuk turun perlahan. Anda tidak mengenali tempat itu dan anda hanya seorang diri, atau barangkali anda bertemu seseorang di sana. Pernahkah anda rasakan itu??

Berikut ada komentar (pengalaman) menarik dari artikel tersebut :

Pengunjung Web 1 :
Sejak dua tahun yang lalu, saya sering banget mengalami tindihan, dan gejalanya sama persis dengan yang sudah disebutkan di atas. Alhamdulillah, tidak pernah keluar sosok menyeramkan, tapi rasanya sangat tidak nyaman dan tubuh serasa seperti ditekan. Jadi dari dulu saya selalu mencoba untuk membangunkan diri secara paksa saat tindihan, seperti teori nomor satu.

Tapi setelah searching sana-sini, akhirnya saya mulai tahu tentang Lucid Dream dan Astral Projection. Setelah tahu kalau ternyata tindihan bisa menjadi gerbang antara mimpi dan LD, akhirnya saya tertarik untuk coba-coba. Pertama kali mencoba, saat tindihan saya sudah berusaha sekuat mungkin untuk rileks dan tenang, tapi hasilnya tubuh justru lebih tertekan dan rasanya seperti ada orang menghisap udara di sekitar saya. Saat itu, dengan pasrah saya akhirnya membangunkan diri saya secara paksa lagi.

Tapi anehnya, tadi malam sepertinya saya mengalami tindihan tapi tidak sepenuhnya sadar, kemudian tiba-tiba berlanjut ke sebuah mimpi. Saat itu saya teringat dengan LD, dan coba-coba untuk terbang. Alhasil, saya pun bisa terbang dan saat itu saya yakin kalau sayang sedang mengalami LD. Karena pengalaman pertama, saya mencoba untuk bertemu dengan seseorang (ehem) dan ajaibnya mimpi saya berpindah tempat dan dia benar-benar datang di sana. Tapi tidak lama, akhirnya waktu saya menikmati LD habis, dan mimpi biasa berlanjut dari tempat terakhir tadi.

Maaf jadi terkesan curhat, hehe. Tapi apa anda mempunyai tips untuk mengendalikan diri di saat tindihan agar bisa berlanjut ke LD? Juga bagaimana cara untuk menguasai LD sepenuhnya? Karena di LD pertama saya ini, saya belum sepenuhnya sadar dan berlangsung sebentar. Mohon bantuannya dan terima kasih.

Admin Menjawab:
Untuk mencapai lucid dream, sering-seringlah menulis pengalaman tentang mimpi (jurnal). Tulis berbagai pengalaman mimpi kita. Itu bisa membantu mengenali dan menyadari bahwa kita sedang bermimpi dan berlanjut pada pengendaliannya..

Saat bermimpi perhatikan, ada yang janggal/tidak dengan situasi di sekeliling.. Misalnya masuk ke kamar mandi karena kebelet pipis, tapi celana nggak bisa dibuka. Kejanggalan itu bisa membuat otak berpikir bahwa kita berada di alam mimpi. Lalu kita putuskan untuk mengembalikan “diri” kita di toilet ke kamar tidur. Sadarilah kalau kita dapat melakukan apapun dalam mimpi, jadi tembus saja pintu dan tembok untuk mencapai tubuh yang sedang tidur. Sensasi dan pengalaman yang berbeda akan membuat kita lebih mahir mengendalikan mimpi..

Cara menguasai LD bisa melalui latihan-latihan. Misal tidur sejenak, lalu ketika terbangun, tunggu beberapa saat dan tidur kembali. Saat tidur kembali biasanya muncul gejala2 tindihan. Rilekslah saat tindihan, coba gulingkan “tubuh” halus. Kalau sudah masuk ke Lucid, jaga ritme agar tidak masuk ke dalam tidur lelap. Kontrol “tubuh” halus agar tidak tersedot dalam tubuh (tidur).

Semoga sukses dengan LD, dan jangan mengejar erotic dream dalam LD..

Pengunjung Web 2 :
Terima kasih infonya, aku habis tindihan terus langsung browsing dah. Aku jadi tahu klo banyak juga yang ngalamin mimpi kaya aku. Curlong nih, ya. Aku sudah beberapa kali tindihan tapi di setiap tindihanku itu kebanyakan tentang surga mati, atau neraka (menurut aku begitu). Nah, karena tindihanku ngeri makanya aku pengen banget bangun dan tidak berani lucid dream. Aku juga suka mengendalikan mimpiku tapi kalau bosan dan mimpiku tidak enak mending aku bangun saja, ya terus aku juga bisa bangun.

Aku juga sering mimpi seperti jatuh dari tebing dan rasanya itu seperti naik jet coaster itu, berkali-kali malah. Kalau menurutku sih itu tidak mengasyikkan malah ngeri. Kenapa sih kita bisa mimpi seperti itu?

Terima kasih.

Admin Menjawab:
Dalam LD, kita bisa memilih mimpi.. Bila ada mimpi tak menyenangkan, segera saja berpindah ke mimpi yang kita harapkan. Sadarilah kalau kita yang bermimpi, kita yang mengendalikan mimpi.. Berpindahlah dengan terbang, atau bangun sebuah dimensi/ruang baru, atau berpindahlah ke dimensi yang kita inginkan..

Surga dan neraka yang kita alami dalam LD adalah surga neraka di alam persepsi. Jadi tak perlu risau apalagi galau. Tapi dalam perspektif spiritual-mistis, boleh jadi surga dan neraka itu adalah situasi yang Tuhan tampakkan pada kita agar kita menjadi manusia yang lebih baik.

Kalau terjatuh dari tebing, nikmati saja sensasi saat melayang, toh tubuh kita tak akan terluka. Kita juga tak akan terjatuh ke tanah karena secara alamiah kita tak mau jatuh.

Pengalaman saya, kalau kita jatuh pasti akan berhenti di udara, lalu dinaikkan dan jatuhkan lagi.. Sensasinya menyenangkan.. Dan tidak perlu jauh-jauh ke Dufan, Trans Studio, atau Universal Studio untuk merasakan ketegangan naik jet coaster, kan? :D Jadi kamu beruntung sekali. Tidak semua orang mengalami ini..

Kenapa bisa bermimpi seperti itu? Ehm, kalangan mistis/orang yang mempelajari ilmu hikmah mempercayai kalau orang yang mengalami LD adalah keturunan dari orang-orang tertentu (hebat, sakti mandragade, spiritual, hikmah) di masa lalu. Buat sains, fenomena LD adalah biasa dan dapat dipelajari dengan latihan, tidak ada mistik-mistiknya.

Buat kita yang beragama, percayailah ada suatu hikmah yang terkandung di balik LD dan manfaatnya kita sendir yang akan rasakan..

Pengunjung Web 3 :
Gan mau tanya lucid dream. Ketika kelas 6 sd sering dejavu selama 1 minggu. Terus saya merasa biasa saja sih. Setelah kejadian itu saya sering tidur ketindihan sampe sekarang sudah kuliah. Kayanya hampir tiap malam. Saya suka melawan kalau tindihan itu, dan nanti pasti akan tindihan lagi. Sampe berkali-kali. Saya pikir mau mati. Saya capek mengelak tidak sadar sudah tidur. Mungkinkah itu lucid dream?

Tapi memang setiap mimpi saya selalu ingat, sampai saya pun cerita ke orang tua. Bertemu kakek yang sudah meninggal, bertemu sahabat lama yang sudah tidak ada kabar. Berhubungan suami istri , sedangkan saya tidak tahu itu orgnya siapa, masih smp waktu itu mimpinya. Padahal waktu itu nonton film blue pun tak pernah. Sampai bertemu papanya pacar yang sudah meninggal.

Saya mau cek psikolog karena takut. Tapi papa saya bilang, itu kalau tidur tiidak baca doa. Tapi sampe sekarang masih begitu. Saya baru liat artikel di google tentang mimpi aneh. Keluar lucid dream. Tapi mungkin tidak lucid dream itu bisa 5 hari dalam 1 minggu, bahkan 1 minggu full? Terus ini namanya alami lucid dream apa tidak? Bahaya tidak? So surely, saya masih takut sampai sekarang.

Admin Menjawab :
Saya termasuk yang meyakini kalau Dejavu itu warisan ingatan dari orang tua/nenek moyang kita dulu.. Ada bagian dari ingatan mereka yang secara genetis diwariskan pada kita.. Makanya kita kadang merasa pernah berada di tempat tersebut, atau mengenal seseorang padahal belum pernah bertemu.. Secara ilmiah sih perilaku manusia itu dibentuk oleh lingkungan (environment) dan warisan (heradity).. Jadi artinya, ada bagian dari perilaku dan kesadaran mereka yang diwariskan pada kita…

Dejavu beda dengan yang namanya prekognisi (precognition), kita tahu sebuah peristiwa sebelum itu terjadi.. Seperti melihat lintasan peristiwa yang akan terjadi..

Dalam Lucid Dream, kita menyadari kalo kita sedang bermimpi.. Kita sadar kalo kita ada di dalam mimpi dan kita mengendalikan mimpi tersebut.. Kalo kita tidak menyadari kalo kita sedang bermimpi dan tidak mrngendalikan mimpi seperti keinginan kita, itu bukan Lucid Dream.. Itu berarti Ifah tenggelam pada tidur yang lelap..

Lucid Dream bisa menghadirkan siapa saja yang kita mau dan melakukan apa pun.. Dan LD tidak berbahaya, itu seperti sebuah seni dalam mengendalikan mimpi.

Biasanya orang yang suka bermeditasi, membaca amalan/wirid tertentu, atau punya kakek/nenek yang telah meninggal dan mempelajari ilmu kesakten, mudah terkena tindihan dan mengalami Lucid Dream..

Tak usah khawatir, LD cukup menyenangkan didalami.


Kutipan:
https://imultidimensi.wordpress.com/2011/01/18/tindihan-gerbang-menuju-lucid-dream-experience/
Admin
Seorang sarjana salah jurusan, penggemar Naruto, hobi membaca komik, nonton Drakor dan Menulis Puisi, Cerpen dan Novel. Pencinta alam dan penggemar Edelweis.

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool