Assalamu'alaikum.... ^_^ TUAN HANTU

TUAN HANTU

TUAN HANTU

Tuan Hantu
Semua seperti pudar ketika kelembutan yang ada lenyap pelan-pelan. Dia ada tapi seperti tiada. Aku seperti berlabuh dalam berlembar-lembar mimpi yang membingungkan. Kadang aku lupa arah, lupa apakah ini mimpi atau nyata. Kehadiaran dan semuanya ... seperti hantu. Ya, hantu yang ada tapi tak nyata, namun selalu mengusik rinduku. 

Aku ingin menanjak gunung yang lebih tinggi dari Himalaya tanpa takut lelah. Kemudian berteriak sepuasnya, dan bertanya pada angin, awan dan rerumputan dalam keheningan, "Apakah semuanya telah berubah?" Kelembutan, kehangatan, kebahagian, semuanya memudar pelan-pelan. Ingin kugampar pipiku kuat, lebih kuat dari seluruh kekuatan yang kumiliki, mungkin sampai seluruh gerahamku luruh. Hanya untuk memastikan masa laluku denganya bukanlah mimpi. Dan dia bukanlah hantu. 

Tak bisa kubayangkan betapa horrornya kisahku apabila dia memang tuan yang berada antara ada dan tiada. Dia hantu yang terkadang seperti nyata. Dan kemudian, tinta-tintaku akan bergelinding, melahirkan lembar-lembar cerita tentang luka, derita dan perjuangan tak bertepi dengan kekuatan yang memadai untuk berdiri. Meski sekarang pun aku tertatih. 

Mungkin, Tuhan memandangku sebagai makhluk yang kuat. Atau bisa jadi, aku adalah salah satu makhluk yang Ia cintai. Aku bersyukur bila begitu, namun ... apabila ini hanya bentuk kesia-siaan yang melahirkan pengkhianatanku pada semua, sungguh aku akan menjadi makhluk terburuk. Terburuk untuk diriku sendiri. Bagiku, semua yang ada akan berubah menjadi kelam. Aku akan lupa bagaimana melangkah, berbicara yang indah, dan aku benar-benar akan buta. Seperti saat ini, mungkin setengah kakiku hampir tenggelam ke sana. 

Butuh waktu yang banyak untuk menyatukan dua jiwa. Mempelajarinya dengan detail bukanlah sebuah usaha yang sepele. Tapi aku melakukannya. Meraih semua yang kubenci dan tidak, dan kuwadahkan ke dalam tempat istimewa yang kutumbuhkan bunga-bunga harapan, pengabdian yang setia, dan kepercayaan penuh cahaya yang selalu kusuburkan. Tapi, apa jadinya apabila itu hanya sepihak saja? 

Banyak kata-kata mutiara, meski hanya "Selamat malam" kusimpan sebagai kotak perhiasan. Itu anugerah! "Unit terkecil penyusun makhluk hidup adalah waktu," sebuah kutipan yang bermakna. Itulah mengapa seperti sebuah hobi yang menyenangkan, aku menjadi pengoleksi kata per kata yang dia ucapkan atau yang ditulis olehnya. Aku sadar, selama waktu masih ada, semua bisa berubah. Maka, "selamat malam" yang sederhana mungkin saja tak pernah kubaca atau kudengar lagi dikemudian hari darinya. Kata-kata itu adalah kenangan yang suatu hari mungkin akan menjadi pedang yang amat tajam. Aku ingin memeluknya, tapi ketika kupeluk aku menjadi terluka. Aku sadar hal itu, tapi otakku tak dapat kuperintahkan untuk tidak segila ini.

Aku mencoba memikirkan beragam cara menghadapi waktu yang berjalan cukup pelan. Kegilaanku pada hobi bahkan tiba-tiba membuatku terkena Sindrom FoMO. Tapi aku bersykur, waktu akan sedikit menajam ketika fikiranku sibuk dengan jeratan Sindrom tersebut. Sebab bila tidak, aku akan terbayang beberapa kisah yang membuatku tercenung. Terbelenggu dengan kisah-kisah horror berbau romantik yang lirih. Lirih, sebab aku harus berteriak dalam hati, "Aku merindukan kamu yang dulu!" Tapi, semua hanyalah mimpi. 

Memang kita harus mempunyai mimpi. Mimpi adalah kekuatan pendongkrak untuk meraih sesuatu yang memukau dari berlian. Tapi, ingat ... beberapa mimpi bukanlah sesuatu yang harus dimimpikan. Kita tak perlu bermimpi pada sesuatu yang jelas-jelas sudah hancur sebelum diperjuangkan. Tapi, selama harapan masih menyala, terus kepakkan sayap perjuangan untuk meraih mimpi itu. Setidaknya, engkau jangan berlari di medan perang bila sedang berjuang. Cukup berdiri di tempatmu dan hadapi musuhmu ketika datang. Kamu tidak perlu mencari lawan, tapi hadapi ketika dia menyerang. Petahankan posisimu berdiri. Namun apabila sanggup, apa salahnya menerjang. Jadilah lebih gagah dari musuh-musuh yang tentunya akan mematahkan kakimu.

Tuan HantuBagian suka dan duka selalu ada dalam perjuangan. Dan aku tidak paham, bagian mana yang telah merebut dia dariku. Aku bahkan lupa dengan jemari siapa sekarang sedang kujalin. Aku masih ingat bagaimana rasa di jantung menyengat seluruh tubuhku, menggetari meski bagi-bagian terkecil organku ketika rindu menghujam. Membuatku sekarat, mengalami sindrom yang obatnya sangat langka. Tapi, sekarang ... semua itu seolah pudar pelan-pelan seiring aku nyaris lupa dengan siapa aku berjalan beriringan. 

Jujur, aku ingin tersenyum kepadanya setiap waktu. Tapi dia tidak begitu. Detik demi detik terasa semakin tandus. Ketika sesekali berucap, aku tersadar. Jalan terbaik mungkin adalah bisu. Kata-kata yang keluar silih berganti, hadir seperti angin-angin pelan baginya. Hanya terasa sesaat, kemudian lenyap tak berbekas. Tak ada perubahan. Aku kembali tersadar bertubi-tubi; jalan terbaik adalah bisu dan berdiri lebih gagah dari karang pada sesuatu yang kuyakini. 

Cinta bukanlah kata gampang untuk kumaknai, tapi aku percaya aku mencintainya. Kalau boleh aku berkata dengan sok tahu, perasaan yang kumiliki jauh lebih dalam dari dia. Tapi secara pandangan kasar, dalam kisah ini ... aku adalah alasan kuat bila semua hanya akan menjadi masa lalu. Biar waktu membunuhku, biar semua menghujatku. Tapi, aku bisa apa? Dia adalah hantu. Tuan yang mungkin hanya akan menjadi buah dari tinta-tintaku semata. Pengisi kekosongan bagi sebagian inspirasiku dalam menjelajahi waktu. Setidaknya, meski semua akan semakin tandus, patah dan lenyap, semua akan tetap abadi. Diabadikan oleh tinta-tintaku: sebuah keabadian yang akan menjadi pedang, meski tidak menghunus secara lansung. 
Admin
Seorang sarjana salah jurusan, penggemar Naruto, hobi membaca komik, nonton Drakor dan Menulis Puisi, Cerpen dan Novel. Pencinta alam dan penggemar Edelweis.

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool